<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bocoran Holding BUMN Baru di 2021</title><description>Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menetapkan sasaran  dan indikator atas capaian program (outcome) kementerian pada 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309873/bocoran-holding-bumn-baru-di-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309873/bocoran-holding-bumn-baru-di-2021"/><item><title>Bocoran Holding BUMN Baru di 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309873/bocoran-holding-bumn-baru-di-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309873/bocoran-holding-bumn-baru-di-2021</guid><pubDate>Minggu 15 November 2020 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/15/320/2309873/bocoran-holding-bumn-baru-di-2021-THYfv2OIdJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementerian BUMN. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/15/320/2309873/bocoran-holding-bumn-baru-di-2021-THYfv2OIdJ.jpg</image><title>Kementerian BUMN. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menetapkan sasaran dan indikator atas capaian program (outcome) kementerian pada 2021. Di sisi restrukturisasi atau pembentukan holding perseroan plat merah, Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan akan ada satu holding baru di tahun depan.
Target itu lebih kecil dibandingkan dengan upaya pembentukan holding pada tahun 2020. Dalam catatan Rencana Strategi (Renstra) Kementerian BUMN 2020-2024, tercatat ada dua holding baru yang dibentuk Erick hingga akhir Desember tahun ini.
Baca Juga:&amp;nbsp;Holding Aviasi dan Pariwisata, Ini Alasan Garuda dan AP Tak Jadi Induk
&quot;(Untuk) BUMN unggul di kancah internasional jumlah BUMN yang masuk peringkat global pada 2020 ada lima BUMN, 2021 lima BUMN. Sementara pembentukan holding BUMN pada 2020 ada dua BUMN, 2021 satu BUMN,&quot; tulis Renstra Kementerian BUMN, dikutip Minggu (15/11/2020).
Dengan begitu, sepanjang dua tahun ada tiga holding perseroan negara yang baru dibentuk Erick. Lantas, di tengah pandemi Covid-19, target Erick tersebut terealisasi? Berikut MNC News Portal merangkum holding yang sudah dibentuk dan masih dalam tahap penggodokan pemerintah sepanjang 2020-2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMS80LzEyMzAxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp; 
Pertama Holding penjaminan dan perasuransian.
Indonesia Financial Group (IFG) telah resmi ditetapkan sebagai holding BUMN perasuransian dan penjaminan BUMN. Hal ini merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke dalam Modal Saham PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).
Sebagai holding BUMN, IFG diyakini mampu menghadirkan perubahan di bidang keuangan khususnya asuransi, investasi, dan penjaminan.
Usai ditetapkan sebagai holding BUMN perasuransian dan penjaminan pada Oktober awal November lalu, perusahaan yang digadang-gadang bisa menyelamatkan pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tersebut, menkonsolidasi aset hingga mencapai Rp 72,5 triliun per Maret 2020.
Selain itu, IFG memiliki 9 anggota holding diantaranya PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Jasa Raharja, dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, serta PT Grahaniaga Tata Utama dan PT Bahana Kapital Investa.Kedua, Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata
PT Survai Udara Penas (Penas) sebagai induk holding BUMN Aviasi dan  Pariwisata. Dalam struktur holding ini, Penas membawahi tujuh emiten  pelat merah.
Ketujuh emiten adalah PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)  atau ITDC, Taman Wisata Candi (TWC), Inna Hotels &amp;amp; Resorts, PT  Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda  Indonesia (Persero), serta PT Sarinah (Persero).
Erick mengungkapkan, Penas memiliki tingkat fleksibilitas  restrukturisasi organisasi yang tinggi. Di mana, total karyawan sebanyak  5 orang dan 1 anak usaha, maka transformasi Penas sebagai Induk Holding  akan lebih mudah dan ringkas. Atas dasar itu, pihaknya menetapkan Penas  sebagai induk holding. Finalisasi holding ini ditargetkan rampung  hingga 2021 mendatang.
&quot;Status kepemilikan Penas oleh pemerintah sebesar 100 persen dan  pihak kreditur saat ini yang mayoritas notabene adalah BUMN lain juga  menjadi faktor-faktor pertimbangan untuk mempersingkat proses  pembentukan holding &quot; ujar Erick dalam dokumen yang diterima, Jakarta,  Senin (9/11/2020).
Ketiga, Holding BUMN Pangan
Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) tengah bersiap  untuk menjadi bagian dari holding BUMN pangan dengan mematuhi seluruh  syarat yang diminta oleh Kementerian BUMN.
Kementerian BUMN telah menunjuk Perum Perindo sebagai satu-satunya  BUMN di bidang perikanan setelah PT Perikanan Nusantara (Perinus) masuk  ke Perum Perindo dengan sistem merger.
Direktur Utama Perum Perindo Fatah Setiawan Toppbroto, optimistis  konsolidasi ini akan meningkatkan kinerja Perum Perindo dari sisi  penjualan, pemasaran, laba, distribusi produk, hingga ketersediaan  produk Perum Perindo di pasaran. &amp;ldquo;Kami menargetkan pendapatan kami  meningkat 20 persen pada 2021,&amp;rdquo; kata Fatah.
Selain penjualan, Perum Perindo juga memiliki usaha existing yakni  budidaya ikan dan udang serta pengelolaan pelabuhan perikanan. Dengan  konsolidasi dan merger dengan Perinus, Perum Perindo akan memiliki satu  usaha tambahan yaitu perikanan tangkap.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menetapkan sasaran dan indikator atas capaian program (outcome) kementerian pada 2021. Di sisi restrukturisasi atau pembentukan holding perseroan plat merah, Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan akan ada satu holding baru di tahun depan.
Target itu lebih kecil dibandingkan dengan upaya pembentukan holding pada tahun 2020. Dalam catatan Rencana Strategi (Renstra) Kementerian BUMN 2020-2024, tercatat ada dua holding baru yang dibentuk Erick hingga akhir Desember tahun ini.
Baca Juga:&amp;nbsp;Holding Aviasi dan Pariwisata, Ini Alasan Garuda dan AP Tak Jadi Induk
&quot;(Untuk) BUMN unggul di kancah internasional jumlah BUMN yang masuk peringkat global pada 2020 ada lima BUMN, 2021 lima BUMN. Sementara pembentukan holding BUMN pada 2020 ada dua BUMN, 2021 satu BUMN,&quot; tulis Renstra Kementerian BUMN, dikutip Minggu (15/11/2020).
Dengan begitu, sepanjang dua tahun ada tiga holding perseroan negara yang baru dibentuk Erick. Lantas, di tengah pandemi Covid-19, target Erick tersebut terealisasi? Berikut MNC News Portal merangkum holding yang sudah dibentuk dan masih dalam tahap penggodokan pemerintah sepanjang 2020-2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMS80LzEyMzAxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp; 
Pertama Holding penjaminan dan perasuransian.
Indonesia Financial Group (IFG) telah resmi ditetapkan sebagai holding BUMN perasuransian dan penjaminan BUMN. Hal ini merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke dalam Modal Saham PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).
Sebagai holding BUMN, IFG diyakini mampu menghadirkan perubahan di bidang keuangan khususnya asuransi, investasi, dan penjaminan.
Usai ditetapkan sebagai holding BUMN perasuransian dan penjaminan pada Oktober awal November lalu, perusahaan yang digadang-gadang bisa menyelamatkan pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tersebut, menkonsolidasi aset hingga mencapai Rp 72,5 triliun per Maret 2020.
Selain itu, IFG memiliki 9 anggota holding diantaranya PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Jasa Raharja, dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, serta PT Grahaniaga Tata Utama dan PT Bahana Kapital Investa.Kedua, Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata
PT Survai Udara Penas (Penas) sebagai induk holding BUMN Aviasi dan  Pariwisata. Dalam struktur holding ini, Penas membawahi tujuh emiten  pelat merah.
Ketujuh emiten adalah PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)  atau ITDC, Taman Wisata Candi (TWC), Inna Hotels &amp;amp; Resorts, PT  Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda  Indonesia (Persero), serta PT Sarinah (Persero).
Erick mengungkapkan, Penas memiliki tingkat fleksibilitas  restrukturisasi organisasi yang tinggi. Di mana, total karyawan sebanyak  5 orang dan 1 anak usaha, maka transformasi Penas sebagai Induk Holding  akan lebih mudah dan ringkas. Atas dasar itu, pihaknya menetapkan Penas  sebagai induk holding. Finalisasi holding ini ditargetkan rampung  hingga 2021 mendatang.
&quot;Status kepemilikan Penas oleh pemerintah sebesar 100 persen dan  pihak kreditur saat ini yang mayoritas notabene adalah BUMN lain juga  menjadi faktor-faktor pertimbangan untuk mempersingkat proses  pembentukan holding &quot; ujar Erick dalam dokumen yang diterima, Jakarta,  Senin (9/11/2020).
Ketiga, Holding BUMN Pangan
Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) tengah bersiap  untuk menjadi bagian dari holding BUMN pangan dengan mematuhi seluruh  syarat yang diminta oleh Kementerian BUMN.
Kementerian BUMN telah menunjuk Perum Perindo sebagai satu-satunya  BUMN di bidang perikanan setelah PT Perikanan Nusantara (Perinus) masuk  ke Perum Perindo dengan sistem merger.
Direktur Utama Perum Perindo Fatah Setiawan Toppbroto, optimistis  konsolidasi ini akan meningkatkan kinerja Perum Perindo dari sisi  penjualan, pemasaran, laba, distribusi produk, hingga ketersediaan  produk Perum Perindo di pasaran. &amp;ldquo;Kami menargetkan pendapatan kami  meningkat 20 persen pada 2021,&amp;rdquo; kata Fatah.
Selain penjualan, Perum Perindo juga memiliki usaha existing yakni  budidaya ikan dan udang serta pengelolaan pelabuhan perikanan. Dengan  konsolidasi dan merger dengan Perinus, Perum Perindo akan memiliki satu  usaha tambahan yaitu perikanan tangkap.</content:encoded></item></channel></rss>
