<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penantian Satu Dekade, 15 Negara Sepakati RCEP Perdagangan Bebas</title><description>Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) hari ini resmi ditandatangani.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309921/penantian-satu-dekade-15-negara-sepakati-rcep-perdagangan-bebas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309921/penantian-satu-dekade-15-negara-sepakati-rcep-perdagangan-bebas"/><item><title>Penantian Satu Dekade, 15 Negara Sepakati RCEP Perdagangan Bebas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309921/penantian-satu-dekade-15-negara-sepakati-rcep-perdagangan-bebas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309921/penantian-satu-dekade-15-negara-sepakati-rcep-perdagangan-bebas</guid><pubDate>Minggu 15 November 2020 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/15/320/2309921/penantian-satu-dekade-15-negara-sepakati-rcep-perdagangan-bebas-1nsddQpbhb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penandatanganan RCEP (Foto: Dok. Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/15/320/2309921/penantian-satu-dekade-15-negara-sepakati-rcep-perdagangan-bebas-1nsddQpbhb.jpg</image><title>Penandatanganan RCEP (Foto: Dok. Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) hari ini resmi ditandatangani. Hal itu menjadi bagian historis tersendiri bagi Indonesia yang menginisiasi kerja sama tersebut saat bertindak selaku Ketua ASEAN pada 2011 silam.
&quot;Hari ini merupakan hari yang bersejarah. Hari ini kita menandatangani Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP,&quot; ujar Presiden dalam pidatonya secara virtual di KTT ke-4 RCEP, Minggu (15/11/2020).
Baca Juga: Joe Biden Jadi Presiden AS, Indonesia Harus Perkuat Kerjasama Ekonomi
 
Dia mengatakan setelah hampir satu dekade, perundingan kerjasama tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Menurutnya lamanya perundingan ini karena semua negara merasakan bahwa proses perundingan RCEP ini bukanlah sesuatu yang mudah.
Namun, pada akhirnya RCEP tetap dapat diselesaikan berkat komitmen yang kuat terhadap multilateralisme atau kerja sama antarnegara dari negara-negara di kawasan.
&amp;ldquo;Penandatanganan ini menandai masih kuatnya komitmen kita terhadap multilateralisme,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjI0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Selain itu ini juga menandai komitmen 15 negara terhadap prinsip perdagangan multilateral yang terbuka, adil, dan menguntungkan semua pihak. Lebih penting lagi, hal ini memberikan harapan dan optimisme baru bagi pemulihan ekonomi pasca pandemi di kawasan.
Dalam KTT tersebut, negara-negara RCEP menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Indonesia selama proses perundingan. Jokowi pada kesempatan tersebut sekaligus menyampaikan ucapan terima kasihnya atas dukungan konstruktif banyak pihak yang terlibat dalam perundingan ini.&quot;Sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi negara koordinator dalam  proses panjang ini. Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan  terima kasih dan penghargaan atas dukungan dan kontribusi konstruktif  semua negara tanpa terkecuali dalam proses perundingan ini,&quot; tuturnya.
Lebih lanjut Jokowi menyebut bahwa penandatanganan perjanjian kerja  sama ini hanyalah sebuah permulaan. Setelahnya, negara-negara yang  terlibat masih harus berupaya untuk mengimplementasikannya.
&quot;Ini juga membutuhkan komitmen politik pada tingkat tertinggi. Bagi  Indonesia, kami masih membuka peluang negara di kawasan untuk bergabung  dalam RCEP ini,&quot; tandasnya.
Di akhir KTT, acara kemudian berlanjut dengan upacara penandatanganan  RCEP yang disaksikan masing-masing pemimpin ASEAN dan negara mitra  yaitu Australia, Selandia Baru, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.</description><content:encoded>JAKARTA - Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) hari ini resmi ditandatangani. Hal itu menjadi bagian historis tersendiri bagi Indonesia yang menginisiasi kerja sama tersebut saat bertindak selaku Ketua ASEAN pada 2011 silam.
&quot;Hari ini merupakan hari yang bersejarah. Hari ini kita menandatangani Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP,&quot; ujar Presiden dalam pidatonya secara virtual di KTT ke-4 RCEP, Minggu (15/11/2020).
Baca Juga: Joe Biden Jadi Presiden AS, Indonesia Harus Perkuat Kerjasama Ekonomi
 
Dia mengatakan setelah hampir satu dekade, perundingan kerjasama tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Menurutnya lamanya perundingan ini karena semua negara merasakan bahwa proses perundingan RCEP ini bukanlah sesuatu yang mudah.
Namun, pada akhirnya RCEP tetap dapat diselesaikan berkat komitmen yang kuat terhadap multilateralisme atau kerja sama antarnegara dari negara-negara di kawasan.
&amp;ldquo;Penandatanganan ini menandai masih kuatnya komitmen kita terhadap multilateralisme,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjI0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Selain itu ini juga menandai komitmen 15 negara terhadap prinsip perdagangan multilateral yang terbuka, adil, dan menguntungkan semua pihak. Lebih penting lagi, hal ini memberikan harapan dan optimisme baru bagi pemulihan ekonomi pasca pandemi di kawasan.
Dalam KTT tersebut, negara-negara RCEP menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Indonesia selama proses perundingan. Jokowi pada kesempatan tersebut sekaligus menyampaikan ucapan terima kasihnya atas dukungan konstruktif banyak pihak yang terlibat dalam perundingan ini.&quot;Sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi negara koordinator dalam  proses panjang ini. Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan  terima kasih dan penghargaan atas dukungan dan kontribusi konstruktif  semua negara tanpa terkecuali dalam proses perundingan ini,&quot; tuturnya.
Lebih lanjut Jokowi menyebut bahwa penandatanganan perjanjian kerja  sama ini hanyalah sebuah permulaan. Setelahnya, negara-negara yang  terlibat masih harus berupaya untuk mengimplementasikannya.
&quot;Ini juga membutuhkan komitmen politik pada tingkat tertinggi. Bagi  Indonesia, kami masih membuka peluang negara di kawasan untuk bergabung  dalam RCEP ini,&quot; tandasnya.
Di akhir KTT, acara kemudian berlanjut dengan upacara penandatanganan  RCEP yang disaksikan masing-masing pemimpin ASEAN dan negara mitra  yaitu Australia, Selandia Baru, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.</content:encoded></item></channel></rss>
