<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub Pastikan Pembangunan LRT Jabodebek Sudah 75%</title><description>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ikut langsung melakukan uji coba sistem persinyalan Kereta Ringan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309937/menhub-pastikan-pembangunan-lrt-jabodebek-sudah-75</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309937/menhub-pastikan-pembangunan-lrt-jabodebek-sudah-75"/><item><title>Menhub Pastikan Pembangunan LRT Jabodebek Sudah 75%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309937/menhub-pastikan-pembangunan-lrt-jabodebek-sudah-75</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309937/menhub-pastikan-pembangunan-lrt-jabodebek-sudah-75</guid><pubDate>Minggu 15 November 2020 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/15/320/2309937/menhub-pastikan-pembangunan-lrt-jabodebek-sudah-75-ord5RC3mlb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">LRT Jabodebek (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/15/320/2309937/menhub-pastikan-pembangunan-lrt-jabodebek-sudah-75-ord5RC3mlb.jpg</image><title>LRT Jabodebek (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ikut langsung melakukan uji coba sistem persinyalan Kereta Ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dari Stasiun TMII-Stasiun Harjamukti, Cibubur pergi pulang (PP) hari ini. Menhub Budi Karya ingin memastikan proyek pembangunan LRT Jabodebek berjalan tepat waktu dan dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022.
Hingga 6 November 2020, progres pembangunan LRT Jabodebek tahap I sudah mencapai 79,055% dengan rincian untuk Lintas Cawang-Cibubur 91,779% , Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 75,162%, dan Lintas Cawang-Bekasi Timur 72,983%.
Baca Juga: Operasi LRT Jabodebek Molor Lagi ke 2022, Ini Biang Keroknya
 
&quot;Hari ini saya bangga bahwa anak bangsa membangun LRT dengan kemampuannya sendiri. Seperti, PT Adhi Karya yang telah berhasil membangun konstruksi jalur yang telah mendapatkan MURI, PT Len yang telah memberikan dukungan sistem dengan teknologi canggih, dan PT Inka yang membangun keretanya,&amp;rdquo; jelas Menhub di Jakarta, Minggu (15/11/2020).
Menhub Budi menjelaskan Presiden RI Joko Widodo menginginkan di kota-kota besar harus ada angkutan massal, untuk itu pembangunan transportasi massal seperti LRT memerlukan kerja sama yang baik dari berbagai pihak terkait, terlebih di masa pandemi yang harus memastikan pembangunannya tetap berjalan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMS80LzEyNDM3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Dengan kerja sama yang luar biasa, kita bisa membangun transportasi perkotaan yang bermutu tinggi. Kenapa Presiden Jokowi ingin di kota besar harus ada angkutan massa, yakni agar ada satu standar tertentu di mana banyak masyarakat dapat menggunakan angkutan massal dengan layanan yang baik. Pembangunan ini juga harus selesai tepat waktu dan dilaksanakan dengan patuhi protokol kesehatan,&quot; ujar Menhub Budi.
Dalam tinjauannya menhub mengecek ruang kendali uji coba sistem persinyalan atau BOCC (Backup Operating Control Center) di Stasiun Harjamukti, Cibubur, serta membagikan masker ke pekerja yang menangani proyek LRT Jabodebek, agar tetap mematuhi protokol kesehatan.
Pembangunan LRT Jabodebek Tahap 1 terdiri dari 3 (tiga) lintas pelayanan yaitu : lintas Cawang &amp;ndash; Cibubur, Cawang &amp;ndash; Dukuh Atas, dan Cawang &amp;ndash; Bekasi Timur, dengan total panjang jalur sepanjang 44,43 Km yang melintasi 17 stasiun.Kehadiran LRT Jabodebek, diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh  perjalanan. Dengan headway atau waktu tunggu antar kereta 3-6 menit,  waktu tempuh dari Cibubur sampai ke Dukuh Atas sepanjang 26 km dapat  ditempuh selama 39 menit dengan kecepatan rata-rata 40 Km/Jam.  Sementara, waktu tempuh dari Bekasi Timur sampai ke Dukuh Atas sepanjang  30 Km dapat ditempuh selama 45 menit dengan kecepatan rata-rata 40  Km/Jam.
Sementara jika menggunakan kendaraan pribadi waktu tempuhnya bisa 2  sampai 3 jam. Dengan adanya LRT Jabodebek diharapkan masyarakat beralih  ke LRT sehingga dapat mengurangi kemacetan dan lebih ramah lingkungan.
Proyek pembangunan LRT Jabodebek dilengkapi dengan teknologi yang  modern seperti : U-Shaped Girder yaitu Teknologi girder berbentuk U yang  diadaptasi dari Systra Prancis karena desainnya yang ramping,  menyesuaikan dengan ketersediaan ruang di Jakarta. Kemudian, LRB (Lead  Core Rubber Bearing) yang merupakan pengembangan dari Elastomeric  Bearing (EB) yang berfungsi untuk mengisolasi struktur jembatan dari  pergerakan tanah akibat gempa.
Lalu selanjutnya, teknologi Clamping Device yaitu Perangkat yang  digunakan untuk menjaga posisi lateral rel namun tetap membebaskan  gerakan longitudinal yang terjadi. Lalu, Moving Block yaitu Sistem  persinyalan kereta terbaru dan pertama diterapkan pada LRT di Indonesia.
Kemudian, Goa 3 Driverless Grade of automation (GOA) yang diterapkan  pada LRT Jabodebek merupakan kereta yang tidak menggunakan masinis  (driverless) serta untuk menggerakkan dan stop kereta dapat dilakukan  secara otomatis. Serta, Sandwich Panel yaitu Desain stasiun yang  futuristik dengan inovasi bahan baku berkonsep ramah lingkungan yang  dapat memberi keamanan ekologis, serta higienis bagi manusia.
Saat ini sebanyak 11 rangkaian dari total 31 rangkaian LRT telah dikirim oleh PT Inka (Persero) untuk dilakukan pengujian.
Proyek pembangunan LRT Jabodebek merupakan salah satu proyek  strategis nasional, yang mulai dikerjakan oleh PT Adhi Karya sejak  September 2015 dengan nilai proyek sebesar Rp22,8 triliun yang terdiri  dari dua tahap pengerjaan. Untuk pembangunan tahap kedua terdiri dari  tiga lintas pelayanan yaitu : lintas Dukuh Atas &amp;ndash; Senayan, Cibubur &amp;ndash;  Bogor, dan Palmerah &amp;ndash; Grogol, dengan total panjang jalur sepanjang 39 Km  yang melintasi 8 (delapan) stasiun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ikut langsung melakukan uji coba sistem persinyalan Kereta Ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dari Stasiun TMII-Stasiun Harjamukti, Cibubur pergi pulang (PP) hari ini. Menhub Budi Karya ingin memastikan proyek pembangunan LRT Jabodebek berjalan tepat waktu dan dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022.
Hingga 6 November 2020, progres pembangunan LRT Jabodebek tahap I sudah mencapai 79,055% dengan rincian untuk Lintas Cawang-Cibubur 91,779% , Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 75,162%, dan Lintas Cawang-Bekasi Timur 72,983%.
Baca Juga: Operasi LRT Jabodebek Molor Lagi ke 2022, Ini Biang Keroknya
 
&quot;Hari ini saya bangga bahwa anak bangsa membangun LRT dengan kemampuannya sendiri. Seperti, PT Adhi Karya yang telah berhasil membangun konstruksi jalur yang telah mendapatkan MURI, PT Len yang telah memberikan dukungan sistem dengan teknologi canggih, dan PT Inka yang membangun keretanya,&amp;rdquo; jelas Menhub di Jakarta, Minggu (15/11/2020).
Menhub Budi menjelaskan Presiden RI Joko Widodo menginginkan di kota-kota besar harus ada angkutan massal, untuk itu pembangunan transportasi massal seperti LRT memerlukan kerja sama yang baik dari berbagai pihak terkait, terlebih di masa pandemi yang harus memastikan pembangunannya tetap berjalan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMS80LzEyNDM3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Dengan kerja sama yang luar biasa, kita bisa membangun transportasi perkotaan yang bermutu tinggi. Kenapa Presiden Jokowi ingin di kota besar harus ada angkutan massa, yakni agar ada satu standar tertentu di mana banyak masyarakat dapat menggunakan angkutan massal dengan layanan yang baik. Pembangunan ini juga harus selesai tepat waktu dan dilaksanakan dengan patuhi protokol kesehatan,&quot; ujar Menhub Budi.
Dalam tinjauannya menhub mengecek ruang kendali uji coba sistem persinyalan atau BOCC (Backup Operating Control Center) di Stasiun Harjamukti, Cibubur, serta membagikan masker ke pekerja yang menangani proyek LRT Jabodebek, agar tetap mematuhi protokol kesehatan.
Pembangunan LRT Jabodebek Tahap 1 terdiri dari 3 (tiga) lintas pelayanan yaitu : lintas Cawang &amp;ndash; Cibubur, Cawang &amp;ndash; Dukuh Atas, dan Cawang &amp;ndash; Bekasi Timur, dengan total panjang jalur sepanjang 44,43 Km yang melintasi 17 stasiun.Kehadiran LRT Jabodebek, diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh  perjalanan. Dengan headway atau waktu tunggu antar kereta 3-6 menit,  waktu tempuh dari Cibubur sampai ke Dukuh Atas sepanjang 26 km dapat  ditempuh selama 39 menit dengan kecepatan rata-rata 40 Km/Jam.  Sementara, waktu tempuh dari Bekasi Timur sampai ke Dukuh Atas sepanjang  30 Km dapat ditempuh selama 45 menit dengan kecepatan rata-rata 40  Km/Jam.
Sementara jika menggunakan kendaraan pribadi waktu tempuhnya bisa 2  sampai 3 jam. Dengan adanya LRT Jabodebek diharapkan masyarakat beralih  ke LRT sehingga dapat mengurangi kemacetan dan lebih ramah lingkungan.
Proyek pembangunan LRT Jabodebek dilengkapi dengan teknologi yang  modern seperti : U-Shaped Girder yaitu Teknologi girder berbentuk U yang  diadaptasi dari Systra Prancis karena desainnya yang ramping,  menyesuaikan dengan ketersediaan ruang di Jakarta. Kemudian, LRB (Lead  Core Rubber Bearing) yang merupakan pengembangan dari Elastomeric  Bearing (EB) yang berfungsi untuk mengisolasi struktur jembatan dari  pergerakan tanah akibat gempa.
Lalu selanjutnya, teknologi Clamping Device yaitu Perangkat yang  digunakan untuk menjaga posisi lateral rel namun tetap membebaskan  gerakan longitudinal yang terjadi. Lalu, Moving Block yaitu Sistem  persinyalan kereta terbaru dan pertama diterapkan pada LRT di Indonesia.
Kemudian, Goa 3 Driverless Grade of automation (GOA) yang diterapkan  pada LRT Jabodebek merupakan kereta yang tidak menggunakan masinis  (driverless) serta untuk menggerakkan dan stop kereta dapat dilakukan  secara otomatis. Serta, Sandwich Panel yaitu Desain stasiun yang  futuristik dengan inovasi bahan baku berkonsep ramah lingkungan yang  dapat memberi keamanan ekologis, serta higienis bagi manusia.
Saat ini sebanyak 11 rangkaian dari total 31 rangkaian LRT telah dikirim oleh PT Inka (Persero) untuk dilakukan pengujian.
Proyek pembangunan LRT Jabodebek merupakan salah satu proyek  strategis nasional, yang mulai dikerjakan oleh PT Adhi Karya sejak  September 2015 dengan nilai proyek sebesar Rp22,8 triliun yang terdiri  dari dua tahap pengerjaan. Untuk pembangunan tahap kedua terdiri dari  tiga lintas pelayanan yaitu : lintas Dukuh Atas &amp;ndash; Senayan, Cibubur &amp;ndash;  Bogor, dan Palmerah &amp;ndash; Grogol, dengan total panjang jalur sepanjang 39 Km  yang melintasi 8 (delapan) stasiun.</content:encoded></item></channel></rss>
