<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Potensi Ekonomi Digital RI Sangat Luar Biasa</title><description>Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa di bidang ekonomi digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2310011/sri-mulyani-potensi-ekonomi-digital-ri-sangat-luar-biasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2310011/sri-mulyani-potensi-ekonomi-digital-ri-sangat-luar-biasa"/><item><title>Sri Mulyani: Potensi Ekonomi Digital RI Sangat Luar Biasa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2310011/sri-mulyani-potensi-ekonomi-digital-ri-sangat-luar-biasa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2310011/sri-mulyani-potensi-ekonomi-digital-ri-sangat-luar-biasa</guid><pubDate>Minggu 15 November 2020 18:32 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/15/320/2310011/sri-mulyani-potensi-ekonomi-digital-ri-sangat-luar-biasa-aLapsisYo7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/15/320/2310011/sri-mulyani-potensi-ekonomi-digital-ri-sangat-luar-biasa-aLapsisYo7.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mencatat Indonesia Fintech Summit (IFS) 2020 menjadi momentum yang tepat dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan mendukung transformasi digital. Di mana, dalam kegiatan tersebut adanya sinergi antara para pelaku industri fintech dan regulator.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, IFS 2020 merupakan momentum yang tepat bagi seluruh pelaku industri fintech dan regulator untuk bersama-sama saling mendukung, mengedukasi dan melakukan meliterasi keuangan digital kepada masyarakat.
Baca juga: ByteDance Menentang Trump soal Divestasi TikTok
&quot;Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa di bidang ekonomi digital, namun potensi ini tidak akan menjadi sesuatu yang konkrit apabila kita tidak membangun submission dan necessary condition,&quot; ujar Sri Mulyani dalam keterangan pers, Jakarta, Minggu (15/11/2020).
Dia menegaskan, untuk mendorong ekonomi digital di dalam negeri, pemerintah perlu menggenjot infrastruktur yang memungkinkan Indonesia agar tidak mengalami ketertinggalan dari negara-negara lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8yNi80LzExOTA0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Berdasarkan riset dari World Economic Forum, potensi kita berada pada empat kunci, yakni infrastruktur, SDM, institusi, dan regulasi,&quot; katanya.
Pemerintah juga berharap, Fintech dapat mendampingi perencanaan keuangan serta memperluas pelaku bisnis UMKM dalam hal akses pemasaran e-commerce. Selain itu, para pelaku industri fintech perlu memperkuat tata kelola yang lebih baik serta memitigasi berbagai potensi risiko yang ada.Dukungan lainnya juga terlihat dari kontribusi bagi lembaga keuangan  seperti memfasilitasi pelaku bisnis untuk memiliki alat pembayaran,  penyelesaian dan kliring, mewujudkan implementasi investasi yang lebih  efisien, memitigasi risiko dari sistem pembayaran konvensional serta  menabung dan mendanai.
Beberapa topik bahasan yang menjadi sorotan diskusi dalam IFS 2020  antara lain, digitalisasi sistem pembayaran Indonesia dan dampaknya  terhadap perekonomian, inovasi keuangan digital, SupTech dan RegTech,  teknologi dan infrastruktur fintech, perkembangan Fintech Syariah di  Indonesia.
Pekan Fintech Nasional  2020 baru saja dibuka Presiden Joko Widodo.  Di mana, program ini akan berlangsung dari 11-25 November 2020 yang  diawali dengan kegiatan IFS 2020 dengan tema &quot;To Survive and To Thrive:  Accelerating National Economic Recovery through Concerted Efforts in the  Digitization of Indonesia's Financial Services.&quot;</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mencatat Indonesia Fintech Summit (IFS) 2020 menjadi momentum yang tepat dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan mendukung transformasi digital. Di mana, dalam kegiatan tersebut adanya sinergi antara para pelaku industri fintech dan regulator.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, IFS 2020 merupakan momentum yang tepat bagi seluruh pelaku industri fintech dan regulator untuk bersama-sama saling mendukung, mengedukasi dan melakukan meliterasi keuangan digital kepada masyarakat.
Baca juga: ByteDance Menentang Trump soal Divestasi TikTok
&quot;Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa di bidang ekonomi digital, namun potensi ini tidak akan menjadi sesuatu yang konkrit apabila kita tidak membangun submission dan necessary condition,&quot; ujar Sri Mulyani dalam keterangan pers, Jakarta, Minggu (15/11/2020).
Dia menegaskan, untuk mendorong ekonomi digital di dalam negeri, pemerintah perlu menggenjot infrastruktur yang memungkinkan Indonesia agar tidak mengalami ketertinggalan dari negara-negara lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8yNi80LzExOTA0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Berdasarkan riset dari World Economic Forum, potensi kita berada pada empat kunci, yakni infrastruktur, SDM, institusi, dan regulasi,&quot; katanya.
Pemerintah juga berharap, Fintech dapat mendampingi perencanaan keuangan serta memperluas pelaku bisnis UMKM dalam hal akses pemasaran e-commerce. Selain itu, para pelaku industri fintech perlu memperkuat tata kelola yang lebih baik serta memitigasi berbagai potensi risiko yang ada.Dukungan lainnya juga terlihat dari kontribusi bagi lembaga keuangan  seperti memfasilitasi pelaku bisnis untuk memiliki alat pembayaran,  penyelesaian dan kliring, mewujudkan implementasi investasi yang lebih  efisien, memitigasi risiko dari sistem pembayaran konvensional serta  menabung dan mendanai.
Beberapa topik bahasan yang menjadi sorotan diskusi dalam IFS 2020  antara lain, digitalisasi sistem pembayaran Indonesia dan dampaknya  terhadap perekonomian, inovasi keuangan digital, SupTech dan RegTech,  teknologi dan infrastruktur fintech, perkembangan Fintech Syariah di  Indonesia.
Pekan Fintech Nasional  2020 baru saja dibuka Presiden Joko Widodo.  Di mana, program ini akan berlangsung dari 11-25 November 2020 yang  diawali dengan kegiatan IFS 2020 dengan tema &quot;To Survive and To Thrive:  Accelerating National Economic Recovery through Concerted Efforts in the  Digitization of Indonesia's Financial Services.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
