<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beli Barang Diskon, Untung atau Buntung?</title><description>Menjelang akhir tahun, berbagai promo menarik bermunculan baik secara offline maupun online.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/622/2309962/beli-barang-diskon-untung-atau-buntung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/622/2309962/beli-barang-diskon-untung-atau-buntung"/><item><title>Beli Barang Diskon, Untung atau Buntung?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/622/2309962/beli-barang-diskon-untung-atau-buntung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/622/2309962/beli-barang-diskon-untung-atau-buntung</guid><pubDate>Minggu 15 November 2020 18:14 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/15/622/2309962/beli-barang-diskon-untung-atau-buntung-0VR4Bz23Lr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja Online (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/15/622/2309962/beli-barang-diskon-untung-atau-buntung-0VR4Bz23Lr.jpg</image><title>Belanja Online (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menjelang akhir tahun, berbagai promo menarik bermunculan baik secara offline maupun online. Apalagi dengan adanya moment hari belanja seperti 11:11 atau 12:12 membuat para pemilik produk melakukan banting harga besar-besaran untuk menarik pembeli.
Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, dampak terhadap keuangan masyarakat akibat adanya promo-promo sangat beragam. Ada yang dirugikan namun ada juga yang justru merasa diuntungkan.
Baca Juga: 5 Fakta Harbolnas di Tengah Resesi, Nomor 4 di Luar Kebiasaan Konsumen
 
Menurut Safir, untung rugi dari adanya diskon tergantung dari perilaku masyarakat itu sendiri. Misalnya, bagi mereka yang sedang membutuhkan barang diskon tersebut akan merasa diuntungkan.
&quot;Apa dampaknya ke kita? Kalau memang lagi butuh barangnya kita malah lebih untung. Karena lagi diskon,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (15/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sebaliknya, mereka yang membeli barang diskon hanya berdasarkan keinginan semata justru merasa dirugikan. Karena harus membeli barang yang bisa saja tak terpakai.
&quot;Masalahnya gini, banyak orang yang tadi enggak butuh tapi karena diskon dia jadi bilang saya butuh nih. Nah ini yang salah, jadi kalau memang lagi butuh beli saja,&quot; jelasnya.Namun menurut Safir, ada juga beberapa orang yang rela membeli barang  kebutuhannya sehingga barang tersebut diskon. Sebagai salah satu  contohnya, ketika seseorang butuh panci, demi mendapatkan harga murah  maka akan ditunggu hingga ada diskon di toko online.
&quot;Karena lagi diskon, bahkan banyak orang yang dia lagi butuh tapi  tadinya dia mau beli katakanlah di Tokopedia. Dia mau beli tapi ada  iklan misalnya siap-siap 17 Agustus akan ada apalah. Akhirnya dia nunggu  sampai 17 Agustus. Begitu 17 Agustus dia beli. Nah itu enggak apa-apa  karena dia sudah tahu dia lagi butuh,&quot; jelasnya</description><content:encoded>JAKARTA - Menjelang akhir tahun, berbagai promo menarik bermunculan baik secara offline maupun online. Apalagi dengan adanya moment hari belanja seperti 11:11 atau 12:12 membuat para pemilik produk melakukan banting harga besar-besaran untuk menarik pembeli.
Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, dampak terhadap keuangan masyarakat akibat adanya promo-promo sangat beragam. Ada yang dirugikan namun ada juga yang justru merasa diuntungkan.
Baca Juga: 5 Fakta Harbolnas di Tengah Resesi, Nomor 4 di Luar Kebiasaan Konsumen
 
Menurut Safir, untung rugi dari adanya diskon tergantung dari perilaku masyarakat itu sendiri. Misalnya, bagi mereka yang sedang membutuhkan barang diskon tersebut akan merasa diuntungkan.
&quot;Apa dampaknya ke kita? Kalau memang lagi butuh barangnya kita malah lebih untung. Karena lagi diskon,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (15/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sebaliknya, mereka yang membeli barang diskon hanya berdasarkan keinginan semata justru merasa dirugikan. Karena harus membeli barang yang bisa saja tak terpakai.
&quot;Masalahnya gini, banyak orang yang tadi enggak butuh tapi karena diskon dia jadi bilang saya butuh nih. Nah ini yang salah, jadi kalau memang lagi butuh beli saja,&quot; jelasnya.Namun menurut Safir, ada juga beberapa orang yang rela membeli barang  kebutuhannya sehingga barang tersebut diskon. Sebagai salah satu  contohnya, ketika seseorang butuh panci, demi mendapatkan harga murah  maka akan ditunggu hingga ada diskon di toko online.
&quot;Karena lagi diskon, bahkan banyak orang yang dia lagi butuh tapi  tadinya dia mau beli katakanlah di Tokopedia. Dia mau beli tapi ada  iklan misalnya siap-siap 17 Agustus akan ada apalah. Akhirnya dia nunggu  sampai 17 Agustus. Begitu 17 Agustus dia beli. Nah itu enggak apa-apa  karena dia sudah tahu dia lagi butuh,&quot; jelasnya</content:encoded></item></channel></rss>
