<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Sebut Emak-Emak Paling Sering Ngutang</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat pengajuan pembiayaan pada Oktober 2020 paling banyak diajukan oleh rumah tangga</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/16/320/2310576/bi-sebut-emak-emak-paling-sering-ngutang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/16/320/2310576/bi-sebut-emak-emak-paling-sering-ngutang"/><item><title>BI Sebut Emak-Emak Paling Sering Ngutang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/16/320/2310576/bi-sebut-emak-emak-paling-sering-ngutang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/16/320/2310576/bi-sebut-emak-emak-paling-sering-ngutang</guid><pubDate>Senin 16 November 2020 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/16/320/2310576/nah-ketahuan-emak-emak-paling-sering-pinjam-utang-ula0RksGvG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyaluran Kredit Perbankan. (Foto: Okezone.com) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/16/320/2310576/nah-ketahuan-emak-emak-paling-sering-pinjam-utang-ula0RksGvG.jpg</image><title>Penyaluran Kredit Perbankan. (Foto: Okezone.com) </title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Bank Indonesia (BI) mencatat pengajuan pembiayaan pada Oktober 2020 paling banyak diajukan oleh rumah tangga dengan tingkat pengeluaran Rp1-Rp3 juta per bulan atau sebanyak 50,8% dari total pengajuan. Jumlah ini menurun dari September 2020 yang sebesar 56,7%.
Sementara itu, pangsa pengajuan pembiayaan pada rumah tangga dengan pengeluaran Rp3-Rp5 juta per bulan dan di atas Rp5 juta per bulan pada Oktober 2020 meningkat dari bulan sebelumnya, yaitu masing-masing sebesar 32,9% dan 10,4% menjadi 38,6% dan 10,5%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jelang Akhir Tahun, Banyak Orang Ngutang di Bank
&quot;Dalam melakukan penambahan pembiayaan, rumah tangga menyatakan terdapat beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam proses pengajuan pembiayaan, yaitu faktor tingkat suku bunga (pangsa 29,6% jawaban responden), &quot; kata Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako di Jakarta, Senin (16/11/2020).
Kemudian faktor administrasi seperti kelengkapan berkas pengajuan kredit, persyaratan, dan sebagainya (pangsa 22,7%), dan faktor persetujuan dari lembaga peminjam.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bunga Kredit Tak Kunjung Turun, Gubernur BI Angkat Bicara
Lalu, pada Oktober 2020, sebanyak 14,0% dari responden berencana untuk melakukan penambahan pembiayaan pada waktu ke depan.
&quot;Pangsa responden rumah tangga yang memiliki rencana. Pembiayaan ke depan tersebut meningkat dari September 2020 yang tercatat sebanyak 12,1%,&quot; tandasnya.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit baru diperkirakan lebih tinggi pada triwulan IV-2020 atau naik dibandingkan dengan realisasi penyaluran kredit baru pada triwulan III-2020.
Hal tersebut terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru triwulan IV-2020 sebesar 73,6% yang lebih tinggi dibandingkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) perkiraan penyaluran kredit baru triwulan III-2020 sebesar 48,1%.
&quot;Berdasarkan kelompok bank, peningkatan tertinggi diperkirakan terjadi pada Bank Umum Syariah dengan SBT sebesar 84,7%,&quot; ujar Onny Widjanarko.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Bank Indonesia (BI) mencatat pengajuan pembiayaan pada Oktober 2020 paling banyak diajukan oleh rumah tangga dengan tingkat pengeluaran Rp1-Rp3 juta per bulan atau sebanyak 50,8% dari total pengajuan. Jumlah ini menurun dari September 2020 yang sebesar 56,7%.
Sementara itu, pangsa pengajuan pembiayaan pada rumah tangga dengan pengeluaran Rp3-Rp5 juta per bulan dan di atas Rp5 juta per bulan pada Oktober 2020 meningkat dari bulan sebelumnya, yaitu masing-masing sebesar 32,9% dan 10,4% menjadi 38,6% dan 10,5%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jelang Akhir Tahun, Banyak Orang Ngutang di Bank
&quot;Dalam melakukan penambahan pembiayaan, rumah tangga menyatakan terdapat beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam proses pengajuan pembiayaan, yaitu faktor tingkat suku bunga (pangsa 29,6% jawaban responden), &quot; kata Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako di Jakarta, Senin (16/11/2020).
Kemudian faktor administrasi seperti kelengkapan berkas pengajuan kredit, persyaratan, dan sebagainya (pangsa 22,7%), dan faktor persetujuan dari lembaga peminjam.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bunga Kredit Tak Kunjung Turun, Gubernur BI Angkat Bicara
Lalu, pada Oktober 2020, sebanyak 14,0% dari responden berencana untuk melakukan penambahan pembiayaan pada waktu ke depan.
&quot;Pangsa responden rumah tangga yang memiliki rencana. Pembiayaan ke depan tersebut meningkat dari September 2020 yang tercatat sebanyak 12,1%,&quot; tandasnya.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit baru diperkirakan lebih tinggi pada triwulan IV-2020 atau naik dibandingkan dengan realisasi penyaluran kredit baru pada triwulan III-2020.
Hal tersebut terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru triwulan IV-2020 sebesar 73,6% yang lebih tinggi dibandingkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) perkiraan penyaluran kredit baru triwulan III-2020 sebesar 48,1%.
&quot;Berdasarkan kelompok bank, peningkatan tertinggi diperkirakan terjadi pada Bank Umum Syariah dengan SBT sebesar 84,7%,&quot; ujar Onny Widjanarko.</content:encoded></item></channel></rss>
