<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gagal Bayar Nasabah, Indosterling Berkelit Karena Covid-19</title><description>Indosterling Optima Investa (IOI) angkat bicara mengenai adanya masalah gagal bayar investasi para nasabahnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/16/622/2310509/gagal-bayar-nasabah-indosterling-berkelit-karena-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/16/622/2310509/gagal-bayar-nasabah-indosterling-berkelit-karena-covid-19"/><item><title>Gagal Bayar Nasabah, Indosterling Berkelit Karena Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/16/622/2310509/gagal-bayar-nasabah-indosterling-berkelit-karena-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/16/622/2310509/gagal-bayar-nasabah-indosterling-berkelit-karena-covid-19</guid><pubDate>Senin 16 November 2020 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/16/622/2310509/gagal-bayar-nasabah-indosterling-berkelit-karena-covid-19-X6H7L7x8kQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/16/622/2310509/gagal-bayar-nasabah-indosterling-berkelit-karena-covid-19-X6H7L7x8kQ.jpg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Indosterling Optima Investa (IOI) angkat bicara mengenai adanya masalah gagal bayar investasi para nasabahnya. Perkara ini merupakan gagal bayar untuk produk Indosterling High Yield Promissory Notes (HYPN). Produk investasi ini menjanjikan imbal hasil 9% hingga 12% setiap tahunnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Catut OJK, Ini Kisah Pilu Nasabah Tertipu Investasi Indosterling&amp;nbsp;
Pengacara Indosterling Optima Investa Hardodi mengungkapkan kasus ini terjadi ini ada beberapa karena faktor. Salah satunya yakni pandemi Covid-19 sehingga terjadi gagal bayar.
&quot;Jadi faktor Covid-19 ini yang menyebabkan kami gagal bayar para nasabah,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xNy8xLzEyMzQ3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Akan tetapi, lanjut dia, semua nasabah berjumlah 1.041 dengan total dana yang input sebesar Rp1,2 triliun itu tidak ada salah satu nasabah belum menerima pembayaran dari Indosterling Optima Investa.
&quot;Semua sudah menikmati akan tetapi adanya keterlambatan per April 2020 karena dampak Covid-19 dan hampir semua perusahaan saya rasa merasakan dampak yang sama,&quot; ungkap dia.
Sebelumnya, Puluhan nasabah PT Indosterling Optima Investa (IOI)  harus gigit jari. Investasi yang seharusnya cair pada April 2020 tak  kunjung tiba.
Pengacara sejumlah nasabah IOI berinisial A menyebut para nasabah itu  berharap uangnya bisa balik 100%. Akan tetapi apabila tidak kembali  100% minimal Indostreling memberikan uang di depan.
&quot;Jadi para nasabah ini ingin apabila uangnya tidak balik 100% minimal  harus ada pengembalian uang di depan,&quot; ujar dia kepada Okezone.</description><content:encoded>JAKARTA - Indosterling Optima Investa (IOI) angkat bicara mengenai adanya masalah gagal bayar investasi para nasabahnya. Perkara ini merupakan gagal bayar untuk produk Indosterling High Yield Promissory Notes (HYPN). Produk investasi ini menjanjikan imbal hasil 9% hingga 12% setiap tahunnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Catut OJK, Ini Kisah Pilu Nasabah Tertipu Investasi Indosterling&amp;nbsp;
Pengacara Indosterling Optima Investa Hardodi mengungkapkan kasus ini terjadi ini ada beberapa karena faktor. Salah satunya yakni pandemi Covid-19 sehingga terjadi gagal bayar.
&quot;Jadi faktor Covid-19 ini yang menyebabkan kami gagal bayar para nasabah,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xNy8xLzEyMzQ3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Akan tetapi, lanjut dia, semua nasabah berjumlah 1.041 dengan total dana yang input sebesar Rp1,2 triliun itu tidak ada salah satu nasabah belum menerima pembayaran dari Indosterling Optima Investa.
&quot;Semua sudah menikmati akan tetapi adanya keterlambatan per April 2020 karena dampak Covid-19 dan hampir semua perusahaan saya rasa merasakan dampak yang sama,&quot; ungkap dia.
Sebelumnya, Puluhan nasabah PT Indosterling Optima Investa (IOI)  harus gigit jari. Investasi yang seharusnya cair pada April 2020 tak  kunjung tiba.
Pengacara sejumlah nasabah IOI berinisial A menyebut para nasabah itu  berharap uangnya bisa balik 100%. Akan tetapi apabila tidak kembali  100% minimal Indostreling memberikan uang di depan.
&quot;Jadi para nasabah ini ingin apabila uangnya tidak balik 100% minimal  harus ada pengembalian uang di depan,&quot; ujar dia kepada Okezone.</content:encoded></item></channel></rss>
