<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Beberkan Tantangan Perbankan saat Covid-19</title><description>Tantangan dalam pemulihan ekonomi pada sektor perbankan adalah memulihkan kembali permintaan kredit kerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/17/320/2310984/sri-mulyani-beberkan-tantangan-perbankan-saat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/17/320/2310984/sri-mulyani-beberkan-tantangan-perbankan-saat-covid-19"/><item><title>Sri Mulyani Beberkan Tantangan Perbankan saat Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/17/320/2310984/sri-mulyani-beberkan-tantangan-perbankan-saat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/17/320/2310984/sri-mulyani-beberkan-tantangan-perbankan-saat-covid-19</guid><pubDate>Selasa 17 November 2020 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/17/320/2310984/sri-mulyani-beberkan-tantangan-perbankan-saat-covid-19-Gn72yDKTvr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perbankan (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/17/320/2310984/sri-mulyani-beberkan-tantangan-perbankan-saat-covid-19-Gn72yDKTvr.jpg</image><title>Perbankan (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Tantangan dalam pemulihan ekonomi pada sektor perbankan adalah memulihkan kembali permintaan kredit kerja. Di mana turun karena dampak pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan tantangan perbankan yang utama adalah kredit yang menurun. Hal ini menjadi salah satu perhatian pemerintah saat ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Terungkap, Nasabah di Bank-Bank Kecil Pindah ke Papan Atas Selama Pandemi
Walaupun bauran kebijakan fiskal dan moneter telah dilakukan dengan cara pemberian injeksi dana pada sektor perbankan serta pemberian fasilitas penjaminan kredit, namun ternyata permintaan kredit pada perbankan masih rendah.

&amp;ldquo;Selain itu, perbankan juga masih berhati-hati dalam memberikan kredit karena mereka memproyeksikan perekonomian yang masih belum membaik,&amp;rdquo; jelas Menkeu dalam video virtual, Selasa (17/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Bank Asal Jepang Jual Data Nasabah
Dalam usaha untuk memulihkan permintaan kredit perbankan, maka hal ini erat kaitannya juga dengan upaya untuk memulihkan permintaan riil konsumsi di masyarakat.


&quot;Usaha untuk memulihkan kembali permintaan riil dilakukan pemerintah melalui berbagai skema yang ada pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),&quot; ujarnya.Dalam situasi yang masih dipenuhi ketidakpastian karena pandemi  Covid-19 seperti sekarang ini, Menkeu menegaskan bahwa komunikasi kepada  semua pihak menjadi hal yang sangat penting.

&amp;ldquo;Pemerintah terus berkomunikasi dengan lembaga pemeringkat, dan para  investor SBN. Kami juga melakukan komunikasi dengan perbankan dan juga  kepada komunitas bisnis dan para pengusaha. Karena ini adalah sesuatu  yang sangat penting untuk memastikan bahwa semua pihak harus mengetahui  arah kebijakan pemerintah,&amp;rdquo; tegas Menkeu.</description><content:encoded>JAKARTA - Tantangan dalam pemulihan ekonomi pada sektor perbankan adalah memulihkan kembali permintaan kredit kerja. Di mana turun karena dampak pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan tantangan perbankan yang utama adalah kredit yang menurun. Hal ini menjadi salah satu perhatian pemerintah saat ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Terungkap, Nasabah di Bank-Bank Kecil Pindah ke Papan Atas Selama Pandemi
Walaupun bauran kebijakan fiskal dan moneter telah dilakukan dengan cara pemberian injeksi dana pada sektor perbankan serta pemberian fasilitas penjaminan kredit, namun ternyata permintaan kredit pada perbankan masih rendah.

&amp;ldquo;Selain itu, perbankan juga masih berhati-hati dalam memberikan kredit karena mereka memproyeksikan perekonomian yang masih belum membaik,&amp;rdquo; jelas Menkeu dalam video virtual, Selasa (17/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Bank Asal Jepang Jual Data Nasabah
Dalam usaha untuk memulihkan permintaan kredit perbankan, maka hal ini erat kaitannya juga dengan upaya untuk memulihkan permintaan riil konsumsi di masyarakat.


&quot;Usaha untuk memulihkan kembali permintaan riil dilakukan pemerintah melalui berbagai skema yang ada pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),&quot; ujarnya.Dalam situasi yang masih dipenuhi ketidakpastian karena pandemi  Covid-19 seperti sekarang ini, Menkeu menegaskan bahwa komunikasi kepada  semua pihak menjadi hal yang sangat penting.

&amp;ldquo;Pemerintah terus berkomunikasi dengan lembaga pemeringkat, dan para  investor SBN. Kami juga melakukan komunikasi dengan perbankan dan juga  kepada komunitas bisnis dan para pengusaha. Karena ini adalah sesuatu  yang sangat penting untuk memastikan bahwa semua pihak harus mengetahui  arah kebijakan pemerintah,&amp;rdquo; tegas Menkeu.</content:encoded></item></channel></rss>
