<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Menko Luhut Bahas UU Ciptaker dengan Bos Bank Dunia</title><description>Luhut Binsar  Pandjaitan melakukan serangkaian  kegiatan pertemuan di Washington DC Amerika Serikat (AS).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/17/320/2311067/ketika-menko-luhut-bahas-uu-ciptaker-dengan-bos-bank-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/17/320/2311067/ketika-menko-luhut-bahas-uu-ciptaker-dengan-bos-bank-dunia"/><item><title>Ketika Menko Luhut Bahas UU Ciptaker dengan Bos Bank Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/17/320/2311067/ketika-menko-luhut-bahas-uu-ciptaker-dengan-bos-bank-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/17/320/2311067/ketika-menko-luhut-bahas-uu-ciptaker-dengan-bos-bank-dunia</guid><pubDate>Selasa 17 November 2020 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/17/320/2311067/ketika-menko-luhut-bahas-uu-ciptaker-dengan-bos-bank-dunia-RoW6lhJQfM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/17/320/2311067/ketika-menko-luhut-bahas-uu-ciptaker-dengan-bos-bank-dunia-RoW6lhJQfM.jpeg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan didampingi oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri BUMN II, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, dan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional telah melakukan serangkaian kegiatan pertemuan di Washington DC Amerika Serikat (AS).
Pertemuan itu dengan CEO Conservation International (CI) M. Sanjayan, Managing Director International Monetary Fund Kristalina Georgieva, President of World Bank David Malpass dan United States Trade Representatives (USTR) Robert Lighthizer.
Baca juga: UU Cipta Kerja, Stasiun TV Wajib Menayangkan 20% Konten Lokal
Dalam pertemuan dengan CEO CI dibahas mengenai peluang co-funding bersama dengan mitra swasta untuk program konservasi dan restorasi untuk kredit karbon baik di kawasan pesisir dan darat. Sanjayan mengakui bahwa Brazil, Republik Demokratik Kongo, dan Indonesia merupakan negara kunci karena aset hutan yang dimiliki.
&quot;Indonesia sebagai yang terbaik menangani aset tersebut,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy8xLzEyNDAzNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dengan MD IMF dan Presiden World Bank, Menko Luhut membahas mengenai penanganan pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi nasional, dan upaya Indonesia untuk menjaga dan memperbaiki kondisi lingkungan hidupnya. Kedua pejabat yang ditemui menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah progresif yang telah dilakukan oleh Indonesia.
Secara khusus IMF memuji Indonesia sebagai negara yang berhasil menerapkan disiplin fiskal yang baik, sehingga pada saat krisis bisa mengeluarkan stimulus tanpa meningkatkan beban hutang secara signifikan.Sementara itu Presiden World Bank menyampaikan bahwa dirinya senang  bisa mendapatkan penjelasan mengenai UU Cipta Kerja, yang menurut dia  akan memberikan manfaat yang besar bagi rakyat Indonesia.
&quot;Saya sangat senang bisa mendiskusikan Omnibus Law tentang Penciptaan  Kerja dengan Menteri Pandjaitan - implementasinya akan memberikan  banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia,&quot; ujar David Malpass.
Pada pertemuan dengan USTR Robert Lighthizer, Menko Luhut  menyampaikan terima kasih atas kerjasama yg baik sehingga GSP Review  dapat diselesaikan dengan baik. Perpanjangan GSP itu memberikan peluang  bagi lapangan kerja dan kesempatan bagi banyak sekali UKM di Indonesia.  Lighthizer menyampaikan dirinya senang atas kerja sama yang baik dalam  proses negosiasi.
Semula dirinya memperkirakan pencabutan GSP yang dilakukan kepada  India dan Turki juga akan dilakukan kepada Indonesia. Tapi karena  kerjasama yang baik, justru hal ini dapat diselesaikan dengan baik.  Dirinya juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia akan selalu  menjadi mitra strategis bagi AS dalam ekonomi maupun geopolitik sehingga  berharap pembicaraan yang lebih luas dan strategis dapat dilakukan  kemudian hari.
Di samping pertemuan-pertemuan di atas, Menko Luhut juga melakukan  social gathering dengan para tokoh dari Partai Republik dan Demokrat.
&quot;Pertemuan hari ini menurut saya luar biasa, karena tidak saya duga  begitu baik respons dari pertemuan-pertemuan sepanjang hari ini, baik di  World Bank, IMF, Asia Group, maupun tadi dengan USTR yang menjadi pokok  kunjungan kita, dan yang terakhir makan malam ini, bahwa yang hadir itu  betul-betul mencerminkan kehadiran dari kedua partai, dan kita  betul-betul berkawan,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan didampingi oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri BUMN II, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, dan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional telah melakukan serangkaian kegiatan pertemuan di Washington DC Amerika Serikat (AS).
Pertemuan itu dengan CEO Conservation International (CI) M. Sanjayan, Managing Director International Monetary Fund Kristalina Georgieva, President of World Bank David Malpass dan United States Trade Representatives (USTR) Robert Lighthizer.
Baca juga: UU Cipta Kerja, Stasiun TV Wajib Menayangkan 20% Konten Lokal
Dalam pertemuan dengan CEO CI dibahas mengenai peluang co-funding bersama dengan mitra swasta untuk program konservasi dan restorasi untuk kredit karbon baik di kawasan pesisir dan darat. Sanjayan mengakui bahwa Brazil, Republik Demokratik Kongo, dan Indonesia merupakan negara kunci karena aset hutan yang dimiliki.
&quot;Indonesia sebagai yang terbaik menangani aset tersebut,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy8xLzEyNDAzNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dengan MD IMF dan Presiden World Bank, Menko Luhut membahas mengenai penanganan pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi nasional, dan upaya Indonesia untuk menjaga dan memperbaiki kondisi lingkungan hidupnya. Kedua pejabat yang ditemui menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah progresif yang telah dilakukan oleh Indonesia.
Secara khusus IMF memuji Indonesia sebagai negara yang berhasil menerapkan disiplin fiskal yang baik, sehingga pada saat krisis bisa mengeluarkan stimulus tanpa meningkatkan beban hutang secara signifikan.Sementara itu Presiden World Bank menyampaikan bahwa dirinya senang  bisa mendapatkan penjelasan mengenai UU Cipta Kerja, yang menurut dia  akan memberikan manfaat yang besar bagi rakyat Indonesia.
&quot;Saya sangat senang bisa mendiskusikan Omnibus Law tentang Penciptaan  Kerja dengan Menteri Pandjaitan - implementasinya akan memberikan  banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia,&quot; ujar David Malpass.
Pada pertemuan dengan USTR Robert Lighthizer, Menko Luhut  menyampaikan terima kasih atas kerjasama yg baik sehingga GSP Review  dapat diselesaikan dengan baik. Perpanjangan GSP itu memberikan peluang  bagi lapangan kerja dan kesempatan bagi banyak sekali UKM di Indonesia.  Lighthizer menyampaikan dirinya senang atas kerja sama yang baik dalam  proses negosiasi.
Semula dirinya memperkirakan pencabutan GSP yang dilakukan kepada  India dan Turki juga akan dilakukan kepada Indonesia. Tapi karena  kerjasama yang baik, justru hal ini dapat diselesaikan dengan baik.  Dirinya juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia akan selalu  menjadi mitra strategis bagi AS dalam ekonomi maupun geopolitik sehingga  berharap pembicaraan yang lebih luas dan strategis dapat dilakukan  kemudian hari.
Di samping pertemuan-pertemuan di atas, Menko Luhut juga melakukan  social gathering dengan para tokoh dari Partai Republik dan Demokrat.
&quot;Pertemuan hari ini menurut saya luar biasa, karena tidak saya duga  begitu baik respons dari pertemuan-pertemuan sepanjang hari ini, baik di  World Bank, IMF, Asia Group, maupun tadi dengan USTR yang menjadi pokok  kunjungan kita, dan yang terakhir makan malam ini, bahwa yang hadir itu  betul-betul mencerminkan kehadiran dari kedua partai, dan kita  betul-betul berkawan,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
