<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bye! Sri Mulyani: Efek Buruk Covid-19 Telah Berakhir</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan dampak terburuk Covid-19 sudah berakhir.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311525/bye-sri-mulyani-efek-buruk-covid-19-telah-berakhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311525/bye-sri-mulyani-efek-buruk-covid-19-telah-berakhir"/><item><title>Bye! Sri Mulyani: Efek Buruk Covid-19 Telah Berakhir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311525/bye-sri-mulyani-efek-buruk-covid-19-telah-berakhir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311525/bye-sri-mulyani-efek-buruk-covid-19-telah-berakhir</guid><pubDate>Rabu 18 November 2020 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311525/bye-sri-mulyani-efek-buruk-covid-19-telah-berakhir-9Y7756tidY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram @SMIndrawati)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311525/bye-sri-mulyani-efek-buruk-covid-19-telah-berakhir-9Y7756tidY.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram @SMIndrawati)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan dampak terburuk Covid-19 sudah berakhir. Hal ini terlihat dari, ekonomi Indonesia sudah mulai pulih di kuartal III-2020 meski masih berada di zona negatif.

Pasalnya, Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 yaitu minus 3,49% atau tumbuh 5,05% dibandingkan kuartal II yang minus 5,32%.
 
Baca juga: Menko Luhut ke AS, Bertemu Siapa Saja?
&quot;Kita melihat yang terburuk telah berakhir, terutama pada kuartal II tahun ini ketika kontraksi sangat dalam, tetapi kami melihat rebound pada kuartal III. Kami masih sangat berhati-hati karena Covid masih ada,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (18/11/2020).

Namun begitu, dia mengaku masih mengkhawatirkan potensi terjadinya gelombang kedua atau second wave seperti yang sudah terjadi di negara-negara eropa.
 
Baca juga: Bos BI Bocorkan Kunci Pemulihan Ekonomi
&quot;Kita lihat di beberapa negara ada gelombang kedua, yang benar-benar bisa membuat langkah mundur dari kemajuan ini,&quot; bebernya.Dia menambahkan pandemi ini adalah situasi luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi pemerintah maupun dunia.

&quot;Jadi yang pasti ketika kita merancang respon kebijakan seperti apa, kita benar-benar harus melihat apa,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan dampak terburuk Covid-19 sudah berakhir. Hal ini terlihat dari, ekonomi Indonesia sudah mulai pulih di kuartal III-2020 meski masih berada di zona negatif.

Pasalnya, Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 yaitu minus 3,49% atau tumbuh 5,05% dibandingkan kuartal II yang minus 5,32%.
 
Baca juga: Menko Luhut ke AS, Bertemu Siapa Saja?
&quot;Kita melihat yang terburuk telah berakhir, terutama pada kuartal II tahun ini ketika kontraksi sangat dalam, tetapi kami melihat rebound pada kuartal III. Kami masih sangat berhati-hati karena Covid masih ada,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (18/11/2020).

Namun begitu, dia mengaku masih mengkhawatirkan potensi terjadinya gelombang kedua atau second wave seperti yang sudah terjadi di negara-negara eropa.
 
Baca juga: Bos BI Bocorkan Kunci Pemulihan Ekonomi
&quot;Kita lihat di beberapa negara ada gelombang kedua, yang benar-benar bisa membuat langkah mundur dari kemajuan ini,&quot; bebernya.Dia menambahkan pandemi ini adalah situasi luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi pemerintah maupun dunia.

&quot;Jadi yang pasti ketika kita merancang respon kebijakan seperti apa, kita benar-benar harus melihat apa,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
