<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLN Dapat PMN Rp5 Triliun, Begini Penyalurannya</title><description>PT PLN mencatat pengajuan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2021 kepada pemerintah sebesar Rp5 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311690/pln-dapat-pmn-rp5-triliun-begini-penyalurannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311690/pln-dapat-pmn-rp5-triliun-begini-penyalurannya"/><item><title>PLN Dapat PMN Rp5 Triliun, Begini Penyalurannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311690/pln-dapat-pmn-rp5-triliun-begini-penyalurannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311690/pln-dapat-pmn-rp5-triliun-begini-penyalurannya</guid><pubDate>Rabu 18 November 2020 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311690/pln-dapat-pmn-rp5-triliun-begini-penyalurannya-siqwUwfyPK.JPG" expression="full" type="image/jpeg">PLN (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311690/pln-dapat-pmn-rp5-triliun-begini-penyalurannya-siqwUwfyPK.JPG</image><title>PLN (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) mencatat pengajuan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2021 kepada pemerintah sebesar Rp5 triliun. Anggaran itu akan digunakan sebagai capital expenditure (Capex) sejumlah proyek perseroan.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, Capex tersebut untuk proyek-proyek sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit energi baru terbarukan (EBT), serta menunjang program listrik desa (lisdes).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dikasih Modal Negara Rp5 Triliun, PLN Baru Gunakan 60%
&quot;Dapat kami sampaikan bahwa PMN Tahun Anggaran 2021 dipergunakan untuk pembiayaan belanja modal untuk proyek-proyek di sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit EBT atau energi terbaru dan terbarukan, dan menunjang program listrik desa,&quot; kata Zulkifli dalam RDP bersama Komisi XI DPR, Rabu (18/11/2020).

Rinciannya adalah Rp2 triliun untuk transmisi dan gardu induk. Rp3 triliun untuk distribusi termasuk pembangkit energi baru terbarukan, dan penunjang listrik desa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: PLN Kantongi Rp721 Juta/Hari dari Jaringan Transmisi Pondok Indah-Tangsel
Sementara untuk estimasi PMN 2021, perseroan juga mencatat, untuk regional Sumatera-Kalimantan sebesar 37 persen. Regional Jawa-Madura-Bali 28 persen, dan regional Sulawesi-Maluku-NTT-Papua sebesar 34 persen.

Untuk diketahui, dalam rentang waktu antara 2015-2020 nilai PMN yang telah diperoleh oleh PLN mencapai 64,05 persen untuk pembangunan transmisi dan gardu induk, pembangkit baik energi baru terbarukan dan non EBT. Sementara, Sementar sektor distribusi listrik desa mencapai 35,95 persen.&quot;Dari nilai PMN tersebut dari rentan waktu 2015 sampai 2020 alokasi  total untuk sektor konstruksi seperti pembangunan transmisi dan gardu  induk serta pembangkit baik energi baru terbarukan dan non EBT adalah  64,05 persen. Sementar sektor distribusi lisdes mencapai 35,95 persen,&quot;  ujar dia.

Rinciannya adalah PMN 2015 sebesar Rp5 triliun terserap 100 persen  pada proyek pembangkit transmisi dan gardu induk. Kedua, PMN 2016  sebesar Rp23,56 triliun terserap 100 persen pada proyek pembangkit,  transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik pedesaan.

Ketiga, PMN 2019 sebesar Rp6,5 triliun terserap 87,3 persen pada  proyek transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik pedesaan. Dan  terakhir, PMN 2020 sebesar Rp5 triliun, realisasi hingga Oktober 2020  sebesar 60 persen pada proyek pembangkit transmisi dan distribusi  listrik desa.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) mencatat pengajuan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2021 kepada pemerintah sebesar Rp5 triliun. Anggaran itu akan digunakan sebagai capital expenditure (Capex) sejumlah proyek perseroan.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, Capex tersebut untuk proyek-proyek sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit energi baru terbarukan (EBT), serta menunjang program listrik desa (lisdes).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dikasih Modal Negara Rp5 Triliun, PLN Baru Gunakan 60%
&quot;Dapat kami sampaikan bahwa PMN Tahun Anggaran 2021 dipergunakan untuk pembiayaan belanja modal untuk proyek-proyek di sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit EBT atau energi terbaru dan terbarukan, dan menunjang program listrik desa,&quot; kata Zulkifli dalam RDP bersama Komisi XI DPR, Rabu (18/11/2020).

Rinciannya adalah Rp2 triliun untuk transmisi dan gardu induk. Rp3 triliun untuk distribusi termasuk pembangkit energi baru terbarukan, dan penunjang listrik desa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: PLN Kantongi Rp721 Juta/Hari dari Jaringan Transmisi Pondok Indah-Tangsel
Sementara untuk estimasi PMN 2021, perseroan juga mencatat, untuk regional Sumatera-Kalimantan sebesar 37 persen. Regional Jawa-Madura-Bali 28 persen, dan regional Sulawesi-Maluku-NTT-Papua sebesar 34 persen.

Untuk diketahui, dalam rentang waktu antara 2015-2020 nilai PMN yang telah diperoleh oleh PLN mencapai 64,05 persen untuk pembangunan transmisi dan gardu induk, pembangkit baik energi baru terbarukan dan non EBT. Sementara, Sementar sektor distribusi listrik desa mencapai 35,95 persen.&quot;Dari nilai PMN tersebut dari rentan waktu 2015 sampai 2020 alokasi  total untuk sektor konstruksi seperti pembangunan transmisi dan gardu  induk serta pembangkit baik energi baru terbarukan dan non EBT adalah  64,05 persen. Sementar sektor distribusi lisdes mencapai 35,95 persen,&quot;  ujar dia.

Rinciannya adalah PMN 2015 sebesar Rp5 triliun terserap 100 persen  pada proyek pembangkit transmisi dan gardu induk. Kedua, PMN 2016  sebesar Rp23,56 triliun terserap 100 persen pada proyek pembangkit,  transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik pedesaan.

Ketiga, PMN 2019 sebesar Rp6,5 triliun terserap 87,3 persen pada  proyek transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik pedesaan. Dan  terakhir, PMN 2020 sebesar Rp5 triliun, realisasi hingga Oktober 2020  sebesar 60 persen pada proyek pembangkit transmisi dan distribusi  listrik desa.</content:encoded></item></channel></rss>
