<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Kredit 2021 Diprediksi Double Digit</title><description>Ekspansi pertumbuhan kredit akan pulih secara bertahap dan mencapai puncaknya pada tahun 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311782/pertumbuhan-kredit-2021-diprediksi-double-digit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311782/pertumbuhan-kredit-2021-diprediksi-double-digit"/><item><title>Pertumbuhan Kredit 2021 Diprediksi Double Digit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311782/pertumbuhan-kredit-2021-diprediksi-double-digit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311782/pertumbuhan-kredit-2021-diprediksi-double-digit</guid><pubDate>Rabu 18 November 2020 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311782/pertumbuhan-kredit-2021-diprediksi-double-digit-DvwaEtxByZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311782/pertumbuhan-kredit-2021-diprediksi-double-digit-DvwaEtxByZ.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ekspansi pertumbuhan kredit akan pulih secara bertahap dan mencapai puncaknya pada tahun 2021. Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan kredit perbankan bisa berpotensi mengalami pertumbuhan double digit pada tahun 2021.
Baca Juga: BI Sebut Emak-Emak Paling Sering Ngutang
&quot;Tahun ini pertumbuhan kredit minim hanya dibawah 10% bahkan bisa dibawah 5%,&quot; kata Piter saat webinar di Jakarta, Rabu (18/11/2020).
Menurut dia, pemulihan ekonomi yang mulai terlihat akan membantu permintaan kredit berangsur membaik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun sektor-sektor lain yang alami keterpurukan pada tahun ini juga diprediksi bisa kembali mengalami kenaikan pada tahun depan.
&quot;Misalkan sektor pariwisata hag membaik dan bisa memacu ekonomi tahun depan,&quot; ucap dia.
Secara umum, lanjut Piter, kondisi perbankan masih sehat dan dalam  kondisi yang stabil. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)  perbankan Agustus 2020 tetap tinggi yakni 23,39%, dan rasio kredit  bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah yakni 3,22% (bruto)  dan 1,14% (neto).
&quot;Kondisi tahun ini cukup kuat, kita masih bisa menahan dan memanage  agar sistem keuangan masih terjaga. NPL masih dibawah 5%. Untuk  pemulihan ekonomi kita tidak hanya bergantung peran pemerintah.  Perbankan yang stabil dan sehat juga dapat membantu peran swasta dalam  penyaluran kredit,&quot; sebut dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekspansi pertumbuhan kredit akan pulih secara bertahap dan mencapai puncaknya pada tahun 2021. Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan kredit perbankan bisa berpotensi mengalami pertumbuhan double digit pada tahun 2021.
Baca Juga: BI Sebut Emak-Emak Paling Sering Ngutang
&quot;Tahun ini pertumbuhan kredit minim hanya dibawah 10% bahkan bisa dibawah 5%,&quot; kata Piter saat webinar di Jakarta, Rabu (18/11/2020).
Menurut dia, pemulihan ekonomi yang mulai terlihat akan membantu permintaan kredit berangsur membaik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun sektor-sektor lain yang alami keterpurukan pada tahun ini juga diprediksi bisa kembali mengalami kenaikan pada tahun depan.
&quot;Misalkan sektor pariwisata hag membaik dan bisa memacu ekonomi tahun depan,&quot; ucap dia.
Secara umum, lanjut Piter, kondisi perbankan masih sehat dan dalam  kondisi yang stabil. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)  perbankan Agustus 2020 tetap tinggi yakni 23,39%, dan rasio kredit  bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah yakni 3,22% (bruto)  dan 1,14% (neto).
&quot;Kondisi tahun ini cukup kuat, kita masih bisa menahan dan memanage  agar sistem keuangan masih terjaga. NPL masih dibawah 5%. Untuk  pemulihan ekonomi kita tidak hanya bergantung peran pemerintah.  Perbankan yang stabil dan sehat juga dapat membantu peran swasta dalam  penyaluran kredit,&quot; sebut dia.</content:encoded></item></channel></rss>
