<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Ungkap Temuan Vaksin Sinovac sejak 1970, Bukan Hal Baru</title><description>Pemerintah memastikan vaksin Covid-19 asal Sinovac untuk Indonesia terjamin aman.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311855/erick-thohir-ungkap-temuan-vaksin-sinovac-sejak-1970-bukan-hal-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311855/erick-thohir-ungkap-temuan-vaksin-sinovac-sejak-1970-bukan-hal-baru"/><item><title>Erick Thohir Ungkap Temuan Vaksin Sinovac sejak 1970, Bukan Hal Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311855/erick-thohir-ungkap-temuan-vaksin-sinovac-sejak-1970-bukan-hal-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311855/erick-thohir-ungkap-temuan-vaksin-sinovac-sejak-1970-bukan-hal-baru</guid><pubDate>Rabu 18 November 2020 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311855/erick-thohir-ungkap-temuan-vaksin-sinovac-sejak-1970-bukan-hal-baru-hu8LpIq0Rg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311855/erick-thohir-ungkap-temuan-vaksin-sinovac-sejak-1970-bukan-hal-baru-hu8LpIq0Rg.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memastikan vaksin Covid-19 asal Sinovac untuk Indonesia terjamin aman. Selain memenuhi kaidah medis yang ditetapkan World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Sinovac juga merupakan vaksin temuan pada 1970-an lalu.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, metode temuan vaksin Sinovac sudah dijalankan jauh sebelum virus Corona ditemukan di dunia, di mana metode tersebut sudah digunakan di tahun 1970-an.
Baca Juga: Erick Thohir Siapkan 160 Juta Vaksin Covid-19 Berbayar untuk 75 Juta Orang
 
&quot;Kalau ditanya mengenai Covid-19 jenis penyakit baru? Setuju, tetapi metode temuan vaksin (Sinovac) yang sedang dijalankan itu, dan sekarang juga pemerintah ambil savety-nya, di mana ini temuan dari tahun 70-an, bukan sesuatu temuan yang baru. Ini sudah berjalan dari 70-an,&quot; ujar Erick dalam Konferensi pers secara virtual, Jakarta, Rabu (18/11/2020).
Karena itu, vaksin Covid-19 yang dipilih pemerintah adalah vaksin yang sesuai dengan list WHO. Di mana, kandidat vaksin Covid-19 Indonesia juga sudah menjalani uji klinis tahap I, II, dan III. Untuk sinovac uji klinis III di Indonesia melalui tangan PT Bio Farma (Persero).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xOC8xLzEyNDY5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meski aman, pemerintah juga tetap berhati-hati. Erick bilang, seluruh proses yang dilakukan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
&quot;Kita juga sangat berhati-hati, ini memastikan prosesnya ini berjalan dengan baik. Karena itu, satu untuk policy, apakah vaksin bantuan pemerintah atau mandiri, satu pintu yaitu di kementerian kesehatan sesuai dengan Inpres (Instruksi Presiden) bahwa yang menentukan jenis vaksin, jumlah dan lain-lain itu ada di Kemenkes,&quot; kata dia.Dalam kesempatan itu, Erick juga mengutarakan, ada kemungkinan  pemerintah juga membuka kesempatan bagi jenis vaksin lain untuk  digunakan di Indonesia. Termasuk, vaksin buatan perusahaan farmasi  BioNTech-Jerman dan Pfizer-AS yang mengklaim khasiat vaksinnya 90%.
&quot;Selama vaksin itu masuk dalam kategori WHO, tentu semua vaksin baik.  Tetapi saat ini, dari Bapak Menteri Kesehatan memilih dua jenis vaksin  ini, tentu kita mengikuti arahan dari Menkes. Karena itu, tadi 75 juta  ini kita ingin memastikan dari produksi, distribusi, dan customer  experience-nya bisa berjalan dengan baik,&quot; katanya.
Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi  Gunadi Sadikin mengatakan, kandidat vaksin pertama yang akan digunakan  untuk vaksinasi mandiri adalah Sinovac.
Selain Sinovac, Indonesia juga menjadikan kandidat vaksin asal  Amerika Serikat (AS) yaitu Novavax sebagai kandidat vaksin mandiri di  Indonesia. Dosis yang ditargetkan dari Novavax sendiri sebanyak 30 juta  dosis.
Pemerintah juga menyiapkan vaksin Merah Putih yang diproduksi di  dalam negeri untuk menjadi kandidat vaksin yang digunakan dalam  vaksinasi mandiri. Sebanyak 57,6 juta dosis ditargetkan akan dipenuhi  vaksin merah putih lada kuartal ketiga 2021.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memastikan vaksin Covid-19 asal Sinovac untuk Indonesia terjamin aman. Selain memenuhi kaidah medis yang ditetapkan World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Sinovac juga merupakan vaksin temuan pada 1970-an lalu.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, metode temuan vaksin Sinovac sudah dijalankan jauh sebelum virus Corona ditemukan di dunia, di mana metode tersebut sudah digunakan di tahun 1970-an.
Baca Juga: Erick Thohir Siapkan 160 Juta Vaksin Covid-19 Berbayar untuk 75 Juta Orang
 
&quot;Kalau ditanya mengenai Covid-19 jenis penyakit baru? Setuju, tetapi metode temuan vaksin (Sinovac) yang sedang dijalankan itu, dan sekarang juga pemerintah ambil savety-nya, di mana ini temuan dari tahun 70-an, bukan sesuatu temuan yang baru. Ini sudah berjalan dari 70-an,&quot; ujar Erick dalam Konferensi pers secara virtual, Jakarta, Rabu (18/11/2020).
Karena itu, vaksin Covid-19 yang dipilih pemerintah adalah vaksin yang sesuai dengan list WHO. Di mana, kandidat vaksin Covid-19 Indonesia juga sudah menjalani uji klinis tahap I, II, dan III. Untuk sinovac uji klinis III di Indonesia melalui tangan PT Bio Farma (Persero).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xOC8xLzEyNDY5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meski aman, pemerintah juga tetap berhati-hati. Erick bilang, seluruh proses yang dilakukan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
&quot;Kita juga sangat berhati-hati, ini memastikan prosesnya ini berjalan dengan baik. Karena itu, satu untuk policy, apakah vaksin bantuan pemerintah atau mandiri, satu pintu yaitu di kementerian kesehatan sesuai dengan Inpres (Instruksi Presiden) bahwa yang menentukan jenis vaksin, jumlah dan lain-lain itu ada di Kemenkes,&quot; kata dia.Dalam kesempatan itu, Erick juga mengutarakan, ada kemungkinan  pemerintah juga membuka kesempatan bagi jenis vaksin lain untuk  digunakan di Indonesia. Termasuk, vaksin buatan perusahaan farmasi  BioNTech-Jerman dan Pfizer-AS yang mengklaim khasiat vaksinnya 90%.
&quot;Selama vaksin itu masuk dalam kategori WHO, tentu semua vaksin baik.  Tetapi saat ini, dari Bapak Menteri Kesehatan memilih dua jenis vaksin  ini, tentu kita mengikuti arahan dari Menkes. Karena itu, tadi 75 juta  ini kita ingin memastikan dari produksi, distribusi, dan customer  experience-nya bisa berjalan dengan baik,&quot; katanya.
Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi  Gunadi Sadikin mengatakan, kandidat vaksin pertama yang akan digunakan  untuk vaksinasi mandiri adalah Sinovac.
Selain Sinovac, Indonesia juga menjadikan kandidat vaksin asal  Amerika Serikat (AS) yaitu Novavax sebagai kandidat vaksin mandiri di  Indonesia. Dosis yang ditargetkan dari Novavax sendiri sebanyak 30 juta  dosis.
Pemerintah juga menyiapkan vaksin Merah Putih yang diproduksi di  dalam negeri untuk menjadi kandidat vaksin yang digunakan dalam  vaksinasi mandiri. Sebanyak 57,6 juta dosis ditargetkan akan dipenuhi  vaksin merah putih lada kuartal ketiga 2021.</content:encoded></item></channel></rss>
