<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sedih Banyak Wanita Kehilangan Pekerjaan Selama Covid-19</title><description>Sri Mulyani Indrawati membeberkan fakta bahwa pekerja perempuan adalah kelompok yang paling terdampak hebat pandemi Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311878/sri-mulyani-sedih-banyak-wanita-kehilangan-pekerjaan-selama-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311878/sri-mulyani-sedih-banyak-wanita-kehilangan-pekerjaan-selama-covid-19"/><item><title>Sri Mulyani Sedih Banyak Wanita Kehilangan Pekerjaan Selama Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311878/sri-mulyani-sedih-banyak-wanita-kehilangan-pekerjaan-selama-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311878/sri-mulyani-sedih-banyak-wanita-kehilangan-pekerjaan-selama-covid-19</guid><pubDate>Rabu 18 November 2020 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311878/sri-mulyani-sedih-banyak-wanita-kehilangan-pekerjaan-selama-covid-19-UjpEtKOuF1.png" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311878/sri-mulyani-sedih-banyak-wanita-kehilangan-pekerjaan-selama-covid-19-UjpEtKOuF1.png</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan fakta bahwa pekerja perempuan adalah kelompok yang paling terdampak hebat pandemi Covid-19.
Dia menyebutkan, krisis Covid-19 adalah krisis yang menjebak baik di bidang kesehatan dan keselamatan penduduk. Akan tetapi berdasarkan hasil survei, kaum wanita, khususnya wanita dari keluarga miskin, menjadi kelompok yang paling rentan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menaker Ida: Jangan Terbujuk Rayuan Manis Calo
&quot;Covid-19 berdampak luar biasa terhadap sektor pekerjaan yang feminized, seperti bisnis restoran, hotel, pekerja rumahan, dan sektor informal seperti UMKM,&quot; ujar Sri dalam webinar UN Women Asia Pacific Empowerment Principles (WEPs) Awards Ceremony in Indonesia di Jakarta, Rabu(18/11/2020).
Dia menyebutkan, sebanyak 54% dari pekerja restoran dan akomodasi adalah perempuan. Terutama sektor formal di Asia, di mana perempuan kehilangan sebesar 50% dari jam kerjanya, dan laki-laki hanya kehilangan 35% jam kerja.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Fakta Menarik Peserta Kartu Prakerja Jadi Youtuber
&quot;Bahkan, secara global, gaji 740 juta pekerja perempuan menurun 60% di bulan pertama pandemi Covid-19. Jadi pandemi ini hantamannya lebih serius terhadap perempuan,&quot; ungkap Sri.
Sri menambahkan, hantaman ini menyerang aspek upah dan keterlibatan pekerja perempuan dalam industri, terlebih pekerja perempuan yang juga merangkap sebagai ibu rumah tangga.
&quot;Mereka jadi tidak bisa meng-afford daycare, dan selama WFH, mereka juga harus melakukan babysitting dan mengurus rumah tangga. Jadi mereka tertekan dari segi waktu dan finansial sembari bekerja dan mengurus rumah,&quot; jelasnya.Yang dikhawatirkan pula, akibat pandemi Covid-19, kaum perempuan menjadi lebih rentan terhadap aksi kekerasan. Hal ini karena banyak orang yang panik, cemas, dan takut terkena infeksi maupun terancamnya ekonomi.
&quot;Di Indonesia sendiri, berdasarkan data BPS, partisipasi pekerja perempuan di tahun 2020 menurun menjadi 54,6% dari sebelumnya 55,6% di 2019. Sedangkan partisipasi laki-laki meningkat menjadi 83% dari sebelumnya 82% di 2019,&quot; ujar Sri.
Dari beberan fakta ini, Sri juga mengungkapkan kenyataan pahit bahwa lingkungan kerja di Indonesia menempatkan perempuan sebagai minoritas dan membayar mereka dengan upah yang lebih rendah.
&quot;Maka dari itu, kesetaraan gender adalah PR kita bersama. Selain untuk memakmurkan masyarakat, tapi juga untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan fakta bahwa pekerja perempuan adalah kelompok yang paling terdampak hebat pandemi Covid-19.
Dia menyebutkan, krisis Covid-19 adalah krisis yang menjebak baik di bidang kesehatan dan keselamatan penduduk. Akan tetapi berdasarkan hasil survei, kaum wanita, khususnya wanita dari keluarga miskin, menjadi kelompok yang paling rentan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menaker Ida: Jangan Terbujuk Rayuan Manis Calo
&quot;Covid-19 berdampak luar biasa terhadap sektor pekerjaan yang feminized, seperti bisnis restoran, hotel, pekerja rumahan, dan sektor informal seperti UMKM,&quot; ujar Sri dalam webinar UN Women Asia Pacific Empowerment Principles (WEPs) Awards Ceremony in Indonesia di Jakarta, Rabu(18/11/2020).
Dia menyebutkan, sebanyak 54% dari pekerja restoran dan akomodasi adalah perempuan. Terutama sektor formal di Asia, di mana perempuan kehilangan sebesar 50% dari jam kerjanya, dan laki-laki hanya kehilangan 35% jam kerja.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Fakta Menarik Peserta Kartu Prakerja Jadi Youtuber
&quot;Bahkan, secara global, gaji 740 juta pekerja perempuan menurun 60% di bulan pertama pandemi Covid-19. Jadi pandemi ini hantamannya lebih serius terhadap perempuan,&quot; ungkap Sri.
Sri menambahkan, hantaman ini menyerang aspek upah dan keterlibatan pekerja perempuan dalam industri, terlebih pekerja perempuan yang juga merangkap sebagai ibu rumah tangga.
&quot;Mereka jadi tidak bisa meng-afford daycare, dan selama WFH, mereka juga harus melakukan babysitting dan mengurus rumah tangga. Jadi mereka tertekan dari segi waktu dan finansial sembari bekerja dan mengurus rumah,&quot; jelasnya.Yang dikhawatirkan pula, akibat pandemi Covid-19, kaum perempuan menjadi lebih rentan terhadap aksi kekerasan. Hal ini karena banyak orang yang panik, cemas, dan takut terkena infeksi maupun terancamnya ekonomi.
&quot;Di Indonesia sendiri, berdasarkan data BPS, partisipasi pekerja perempuan di tahun 2020 menurun menjadi 54,6% dari sebelumnya 55,6% di 2019. Sedangkan partisipasi laki-laki meningkat menjadi 83% dari sebelumnya 82% di 2019,&quot; ujar Sri.
Dari beberan fakta ini, Sri juga mengungkapkan kenyataan pahit bahwa lingkungan kerja di Indonesia menempatkan perempuan sebagai minoritas dan membayar mereka dengan upah yang lebih rendah.
&quot;Maka dari itu, kesetaraan gender adalah PR kita bersama. Selain untuk memakmurkan masyarakat, tapi juga untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
