<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan: Saya Tidak Suka Impor</title><description>Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo buka-bukaan tentang kebijakan impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311945/mentan-saya-tidak-suka-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311945/mentan-saya-tidak-suka-impor"/><item><title>Mentan: Saya Tidak Suka Impor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311945/mentan-saya-tidak-suka-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311945/mentan-saya-tidak-suka-impor</guid><pubDate>Rabu 18 November 2020 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311945/mentan-saya-tidak-suka-impor-vdAxjZ45FB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311945/mentan-saya-tidak-suka-impor-vdAxjZ45FB.jpg</image><title>Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo buka-bukaan tentang kebijakan impor. Syahrul mengaku, pada dasarnya dirinya tidak menyukai kebijakan importasi komoditas pangan.
Menurut Syahrul, beberapa komoditas pangan yang masih bisa diproduksi di dalam negeri ada baiknya tidak perlu mengimpor. Hal ini sudah dia jalankan ketika masih menjadi Kepala Daerah di Sulawesi.
Baca Juga: 4 Komoditas Impor Ini Akan Diperketat
 
&quot;Terus terang saya tidak suka dengan impor, selama menjadi kepala daerah saya tegas menolak itu,&quot; ujarnya dalam acara Food Security Summit virtual, Rabu (18/11/2020).
Namun lanjut Syahrul, secara keseluruhan impor boleh saja dilakukan. Karena sebagai sebuah negara, tidak boleh menutup diri dari negara lainnya di dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMy80LzEyMzY0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan daya saing produk dalam negeri. Sehingga beberapa komoditas pangan bisa diganti dengan produk dalam negeri yang kualitasnya sama dengan harga yang lebih murah.
&quot;Orang kalau impor, dagang kertas dapat uang banyak tidak berkeringat. Itu hal yang saya tidak setuju seperti itu,&quot; kata Syahrul.
Untuk itu, lanjut Syahrul, dirinya meminta kepada para pengusaha  untuk mendukung pemerintah dalam membenahi kualitas dan produktivitas  pertanian dalam negeri. Misalnya adalah dengan memperkuat riset dan  penelitian pertanian.
&quot;Tapi, kalau berhenti di situ, dan pasca panennya tidak disentuh tentu kita tidak bisa bersaing,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo buka-bukaan tentang kebijakan impor. Syahrul mengaku, pada dasarnya dirinya tidak menyukai kebijakan importasi komoditas pangan.
Menurut Syahrul, beberapa komoditas pangan yang masih bisa diproduksi di dalam negeri ada baiknya tidak perlu mengimpor. Hal ini sudah dia jalankan ketika masih menjadi Kepala Daerah di Sulawesi.
Baca Juga: 4 Komoditas Impor Ini Akan Diperketat
 
&quot;Terus terang saya tidak suka dengan impor, selama menjadi kepala daerah saya tegas menolak itu,&quot; ujarnya dalam acara Food Security Summit virtual, Rabu (18/11/2020).
Namun lanjut Syahrul, secara keseluruhan impor boleh saja dilakukan. Karena sebagai sebuah negara, tidak boleh menutup diri dari negara lainnya di dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMy80LzEyMzY0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan daya saing produk dalam negeri. Sehingga beberapa komoditas pangan bisa diganti dengan produk dalam negeri yang kualitasnya sama dengan harga yang lebih murah.
&quot;Orang kalau impor, dagang kertas dapat uang banyak tidak berkeringat. Itu hal yang saya tidak setuju seperti itu,&quot; kata Syahrul.
Untuk itu, lanjut Syahrul, dirinya meminta kepada para pengusaha  untuk mendukung pemerintah dalam membenahi kualitas dan produktivitas  pertanian dalam negeri. Misalnya adalah dengan memperkuat riset dan  penelitian pertanian.
&quot;Tapi, kalau berhenti di situ, dan pasca panennya tidak disentuh tentu kita tidak bisa bersaing,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
