<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati! Vaksin Covid-19 Mulai Diperdagangkan Secara Ilegal</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat, vaksin Covid-19 sudah mulai diperdagangkan di grey market.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311956/hati-hati-vaksin-covid-19-mulai-diperdagangkan-secara-ilegal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311956/hati-hati-vaksin-covid-19-mulai-diperdagangkan-secara-ilegal"/><item><title>Hati-Hati! Vaksin Covid-19 Mulai Diperdagangkan Secara Ilegal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311956/hati-hati-vaksin-covid-19-mulai-diperdagangkan-secara-ilegal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/18/320/2311956/hati-hati-vaksin-covid-19-mulai-diperdagangkan-secara-ilegal</guid><pubDate>Rabu 18 November 2020 20:26 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311956/hati-hati-vaksin-covid-19-mulai-diperdagangkan-secara-ilegal-0SxRJE9Pp6.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/18/320/2311956/hati-hati-vaksin-covid-19-mulai-diperdagangkan-secara-ilegal-0SxRJE9Pp6.jfif</image><title>Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat, vaksin Covid-19 sudah mulai diperdagangkan di grey market. Dengan kata lain, vaksin secara legal diperdagangkan namun tidak melalui distribusi resmi.
Pemerintah mengingatkan, agar masyarakat tetap hati-hati dan waspada terhadap penawaran vaksin yang berasal dari grey market. Erick menyebut, untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya akan melakukan penandaan (barkot) bagi setiap jenis vaksin yang akan didistribusikan.
Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Temuan Vaksin Sinovac sejak 1970, Bukan Hal Baru
 
&quot;Ini juga buat menjaga, sekarang ini grey market sudah ada mulai ada yang nawarin vaksin-vaksin, ini sangat berbahaya,&quot; ujar Erick, Jakarta, Rabu (18/11/2020).
Langkah pencegahan-pencegahan pemerintah terhadap distribusi vaksin secara ilegal dan diperdagangkan di pasar. Kata Erick, bukan tindakan monopoli perseroan farmasi plat merah terhadap swasta. Langkah itu hanya menghindari dampak buruk yang tidak diinginkan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xOC8xLzEyNDY5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meski begitu, dalam proses vaksinasi nanti Kementerian BUMN juga menggandeng perusahaan swasta, khusus dalam proses pendistribusian.
&quot;Ini bukan saya sebagai (Menteri) BUMN ingin memonopoli, tidak, tadi sudah dijelaskan bahwa distribusi vaksin kita melibatkan swasta,&quot; ujarnya.
Sementara ihwal produksi vaksin ke depannya, pemerintah juga tetap  menjadikan perusahaan swasta sebagai mitra kerja. Dia bilang, hal ini  sudah dilakukan PT Bio Farma (Persero) dengan perusahaan swasta seperti  Coalition for Epidemic Preparedness (CEPI) dan GAVI.
Bahkan, ada kemungkinan pemerintah juga membuka kesempatan bagi perusahan lainnya.
&quot;Dengan kapasitas itu, maka Bio Farma juga sudah mulai kerja sama  dengan perusahaan produksi swasta apakah biotis, kita libatkan semua  karena kita ingin menjadi sentral produksi dari vaksin, paling tidak  yang selama ini Bio Farma sudah jalankan di lima negara, nah untuk  vaksin Covid-19 ini kita coba, menjaga central of production, apalagi  vaksin merah putih itu bisa terbukti dibuat di 2022,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat, vaksin Covid-19 sudah mulai diperdagangkan di grey market. Dengan kata lain, vaksin secara legal diperdagangkan namun tidak melalui distribusi resmi.
Pemerintah mengingatkan, agar masyarakat tetap hati-hati dan waspada terhadap penawaran vaksin yang berasal dari grey market. Erick menyebut, untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya akan melakukan penandaan (barkot) bagi setiap jenis vaksin yang akan didistribusikan.
Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Temuan Vaksin Sinovac sejak 1970, Bukan Hal Baru
 
&quot;Ini juga buat menjaga, sekarang ini grey market sudah ada mulai ada yang nawarin vaksin-vaksin, ini sangat berbahaya,&quot; ujar Erick, Jakarta, Rabu (18/11/2020).
Langkah pencegahan-pencegahan pemerintah terhadap distribusi vaksin secara ilegal dan diperdagangkan di pasar. Kata Erick, bukan tindakan monopoli perseroan farmasi plat merah terhadap swasta. Langkah itu hanya menghindari dampak buruk yang tidak diinginkan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xOC8xLzEyNDY5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meski begitu, dalam proses vaksinasi nanti Kementerian BUMN juga menggandeng perusahaan swasta, khusus dalam proses pendistribusian.
&quot;Ini bukan saya sebagai (Menteri) BUMN ingin memonopoli, tidak, tadi sudah dijelaskan bahwa distribusi vaksin kita melibatkan swasta,&quot; ujarnya.
Sementara ihwal produksi vaksin ke depannya, pemerintah juga tetap  menjadikan perusahaan swasta sebagai mitra kerja. Dia bilang, hal ini  sudah dilakukan PT Bio Farma (Persero) dengan perusahaan swasta seperti  Coalition for Epidemic Preparedness (CEPI) dan GAVI.
Bahkan, ada kemungkinan pemerintah juga membuka kesempatan bagi perusahan lainnya.
&quot;Dengan kapasitas itu, maka Bio Farma juga sudah mulai kerja sama  dengan perusahaan produksi swasta apakah biotis, kita libatkan semua  karena kita ingin menjadi sentral produksi dari vaksin, paling tidak  yang selama ini Bio Farma sudah jalankan di lima negara, nah untuk  vaksin Covid-19 ini kita coba, menjaga central of production, apalagi  vaksin merah putih itu bisa terbukti dibuat di 2022,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
