<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan</title><description>Bank Indonesia (BI) diproyeksi akan kembali mempertahankan suku bunga acuan alias BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI7-DRRR).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312139/bi-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312139/bi-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan"/><item><title>BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312139/bi-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312139/bi-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan</guid><pubDate>Kamis 19 November 2020 09:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/19/320/2312139/bi-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-bU7Oh8zd1I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/19/320/2312139/bi-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-bU7Oh8zd1I.jpg</image><title>Bank Indonesia (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diproyeksi akan kembali mempertahankan suku bunga acuan alias BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI7-DRRR). Di mana, bertahan di level 4%.

Ekonom Josua Pardede mengatakan tertahannya suku bunga acuan BI didukung oleh kondisi keseimbangan eskternal yang tetap terjaga sedemikian sehingga mendorong stabilnya rupiah serta rendahnya tingkat inflasi yang masih mengindikasikan lemahnya permintaan domestik.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Lagi, BI Tahan Suku Bunga Acuan 4%
&quot; Surplus neraca perdagangan bulan Oktober yang tercatat tinggi sekitar USS3,61miliar, mengindikasikan kebutuhan impor terutama impor bahan baku masih cenderung rendah mempertimbangkan kondisi kapasitas produksi yang belum pulih sejak pandemi Covid-19,&quot; kata Josua saat dihubungi MNC News Portal, Jakarta, Kamis (19/11/2020)

Hal tersebut terindikasi dari aktivitas manufaktur Indonesia bulan Oktober yang masih tercatat dalam fase kontraktif (&amp;lt;50). Volume impor non-migas pada bulan Oktober tercatat turun 5,9% month of month (mom).
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Level 4,0%
&quot;Kapasitas produksi yang belum mengindikasikan perbaikan yang signfikan tersebut, merefleksikan sisi permintaan perekonomian yang masih lemah,&quot; katanya.Menurutnya, penurunan suku bunga perbankan itu saja belum dapat  mendorong permintaan kredit perbankan mengingat aktivitas produksi belum  pulih signifikan mengingat sisi permintaan yang masih lemah.

&quot;Oleh sebab itu, penurunan suku bunga acuan lebih lanjut saat ini  diperkirakan belum dapat mendongkrak kembali permintaan kredit dan  sehingga stimulus kebijakan fiskal yang diperkirakan akan dapat  mengungkit sisi permintaan perekonomian,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diproyeksi akan kembali mempertahankan suku bunga acuan alias BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI7-DRRR). Di mana, bertahan di level 4%.

Ekonom Josua Pardede mengatakan tertahannya suku bunga acuan BI didukung oleh kondisi keseimbangan eskternal yang tetap terjaga sedemikian sehingga mendorong stabilnya rupiah serta rendahnya tingkat inflasi yang masih mengindikasikan lemahnya permintaan domestik.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Lagi, BI Tahan Suku Bunga Acuan 4%
&quot; Surplus neraca perdagangan bulan Oktober yang tercatat tinggi sekitar USS3,61miliar, mengindikasikan kebutuhan impor terutama impor bahan baku masih cenderung rendah mempertimbangkan kondisi kapasitas produksi yang belum pulih sejak pandemi Covid-19,&quot; kata Josua saat dihubungi MNC News Portal, Jakarta, Kamis (19/11/2020)

Hal tersebut terindikasi dari aktivitas manufaktur Indonesia bulan Oktober yang masih tercatat dalam fase kontraktif (&amp;lt;50). Volume impor non-migas pada bulan Oktober tercatat turun 5,9% month of month (mom).
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Level 4,0%
&quot;Kapasitas produksi yang belum mengindikasikan perbaikan yang signfikan tersebut, merefleksikan sisi permintaan perekonomian yang masih lemah,&quot; katanya.Menurutnya, penurunan suku bunga perbankan itu saja belum dapat  mendorong permintaan kredit perbankan mengingat aktivitas produksi belum  pulih signifikan mengingat sisi permintaan yang masih lemah.

&quot;Oleh sebab itu, penurunan suku bunga acuan lebih lanjut saat ini  diperkirakan belum dapat mendongkrak kembali permintaan kredit dan  sehingga stimulus kebijakan fiskal yang diperkirakan akan dapat  mengungkit sisi permintaan perekonomian,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
