<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Krisis Ganda, Pemulihan Ekonomi Lebih Panjang</title><description>Pandemi virus corona (covid-19) menimbulkan krisis pada perekonomian Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312178/wapres-krisis-ganda-pemulihan-ekonomi-lebih-panjang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312178/wapres-krisis-ganda-pemulihan-ekonomi-lebih-panjang"/><item><title>Wapres: Krisis Ganda, Pemulihan Ekonomi Lebih Panjang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312178/wapres-krisis-ganda-pemulihan-ekonomi-lebih-panjang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312178/wapres-krisis-ganda-pemulihan-ekonomi-lebih-panjang</guid><pubDate>Kamis 19 November 2020 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/19/320/2312178/wapres-krisis-ganda-pemulihan-ekonomi-lebih-panjang-TtEZUSFj3t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/19/320/2312178/wapres-krisis-ganda-pemulihan-ekonomi-lebih-panjang-TtEZUSFj3t.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona (covid-19) menimbulkan krisis pada perekonomian Indonesia. Dalam krisis ekonomi ini, salah sektor  yang paling terdampak adalah sektor rill, sementara untuk finansial masih aman.
Oleh karena itu, Wapres mengingatkan bahwa krisis di sektor riil ini perlu ditangani dengan sungguh-sungguh. Sehingga krisis yang terjadi di sektor riil ini tidak menular ke finansial.
Baca Juga: Bos BI Bocorkan Kunci Pemulihan Ekonomi
 
&amp;ldquo;Bila terjadi krisis ganda, yakni krisis di sektor riil dan krisis di sektor finansial, maka pemulihan akan menjadi lebih panjang,&amp;rdquo; ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).
Beranjak dari pemikiran tersebut, pemerintah menegaskan sekaligus berupaya keras untuk mencegah krisis di sektor riil. Sehingga krisis di sektor rill ini  tidak menjalar menjadi krisis di sektor finansial.



&amp;ldquo;Pada awal masa pandemi Covid-19, dengan cepat pemerintah melakukan refocusing dan realokasi APBN TA 2020,&amp;rdquo; ucapnya.
Wapres memaparkan, berbagai stimulus diberikan oleh pemerintah dalam upaya menggairahkan kembali sektor rill.  Misalnya, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).Adapun rinciannya adalah untuk penanganan kesehatan Rp97,26 triliun,  untuk perlindungan sosial Rp234,33 triliun, untuk dukungan UMKM Rp114,81  triliun, untuk dukungan korporasi Rp62,22 triliun, untuk insentif usaha  termasuk pengurangan pajak Rp120,6 triliun, dan untuk dukungan kepada  pemerintah daerah dan sektoral dialokasikan Rp65,97 triliun.
&amp;ldquo;Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp411 triliun atau lebih dari 60%  dialokasikan untuk menjaga tingkat kesejahteraan rumah tangga, Usaha  Mikro dan Kecil (UMK), dan korporasi. Selain itu juga diberikan berbagai  insentif lainnya termasuk keringanan pajak yang jumlahnya lebih dari  Rp120 triliun,&amp;rdquo; jelasny</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona (covid-19) menimbulkan krisis pada perekonomian Indonesia. Dalam krisis ekonomi ini, salah sektor  yang paling terdampak adalah sektor rill, sementara untuk finansial masih aman.
Oleh karena itu, Wapres mengingatkan bahwa krisis di sektor riil ini perlu ditangani dengan sungguh-sungguh. Sehingga krisis yang terjadi di sektor riil ini tidak menular ke finansial.
Baca Juga: Bos BI Bocorkan Kunci Pemulihan Ekonomi
 
&amp;ldquo;Bila terjadi krisis ganda, yakni krisis di sektor riil dan krisis di sektor finansial, maka pemulihan akan menjadi lebih panjang,&amp;rdquo; ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).
Beranjak dari pemikiran tersebut, pemerintah menegaskan sekaligus berupaya keras untuk mencegah krisis di sektor riil. Sehingga krisis di sektor rill ini  tidak menjalar menjadi krisis di sektor finansial.



&amp;ldquo;Pada awal masa pandemi Covid-19, dengan cepat pemerintah melakukan refocusing dan realokasi APBN TA 2020,&amp;rdquo; ucapnya.
Wapres memaparkan, berbagai stimulus diberikan oleh pemerintah dalam upaya menggairahkan kembali sektor rill.  Misalnya, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).Adapun rinciannya adalah untuk penanganan kesehatan Rp97,26 triliun,  untuk perlindungan sosial Rp234,33 triliun, untuk dukungan UMKM Rp114,81  triliun, untuk dukungan korporasi Rp62,22 triliun, untuk insentif usaha  termasuk pengurangan pajak Rp120,6 triliun, dan untuk dukungan kepada  pemerintah daerah dan sektoral dialokasikan Rp65,97 triliun.
&amp;ldquo;Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp411 triliun atau lebih dari 60%  dialokasikan untuk menjaga tingkat kesejahteraan rumah tangga, Usaha  Mikro dan Kecil (UMK), dan korporasi. Selain itu juga diberikan berbagai  insentif lainnya termasuk keringanan pajak yang jumlahnya lebih dari  Rp120 triliun,&amp;rdquo; jelasny</content:encoded></item></channel></rss>
