<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mar'uf Amin Ramal Ekonomi RI 2021 Tumbuh 5%</title><description>Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik tahun depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312186/mar-uf-amin-ramal-ekonomi-ri-2021-tumbuh-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312186/mar-uf-amin-ramal-ekonomi-ri-2021-tumbuh-5"/><item><title>Mar'uf Amin Ramal Ekonomi RI 2021 Tumbuh 5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312186/mar-uf-amin-ramal-ekonomi-ri-2021-tumbuh-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312186/mar-uf-amin-ramal-ekonomi-ri-2021-tumbuh-5</guid><pubDate>Kamis 19 November 2020 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/19/320/2312186/mar-uf-amin-ramal-ekonomi-ri-2021-tumbuh-5-YI8opwNeE9.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/19/320/2312186/mar-uf-amin-ramal-ekonomi-ri-2021-tumbuh-5-YI8opwNeE9.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik tahun depan. Meskipun pada tahun ini ekonomi Indonesia mengalami kontraksi yang cukup dalam hingga masuk ke zona resesi ekonomi.
Menurut Ma&amp;rsquo;ruf pada tahun depan ekonomi Indonesia akan kembali tumbuh positif. Adapun perkiraannya, ekonomi akan tumbuh di kisaran 4% hingga 5% pada tahun depan.
Baca Juga: Bos BI Bocorkan Kunci Pemulihan Ekonomi
&amp;ldquo;Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 akan kembali berada pada kisaran 4% sampai dengan 5%,&amp;rdquo; ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).
Semua upaya yang dilakukan termasuk mengalokasikan anggaran dalam jumlah yang sangat besar untuk stimulus. Diharapkan anggaran tersebut dapat menjadi stimulus ekonomi untuk mencegah terjadinya krisis di sektor finansial yang sampai saat ini masih terkendali.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNS82Ny8xMjQxMzIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Seluruh upaya yang telah dan sedang dilakukan pemerintah membuahkan sebuah optimisme. Angka pertumbuhan ekonomi (year on year) nasional triwulan III tahun 2020 sebesar -3,49%, yang lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan II sebesar -5,32%,&amp;rdquo; lanjut Ma&amp;rsquo;ruf.
Wapres memaparkan, berbagai stimulus diberikan oleh pemerintah dalam upaya menggairahkan kembali sektor rill. Bahkan, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Adapun rinciannya adalah untuk penanganan kesehatan Rp97,26 triliun,  untuk perlindungan sosial Rp234,33 triliun, untuk dukungan UMKM Rp114,81  triliun, untuk dukungan korporasi Rp62,22 triliun, untuk insentif usaha  termasuk pengurangan pajak Rp120,6 triliun, dan untuk dukungan kepada  pemerintah daerah dan sektoral dialokasikan Rp65,97 triliun.
&amp;ldquo;Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp411 triliun atau lebih dari 60%  dialokasikan untuk menjaga tingkat kesejahteraan rumah tangga, Usaha  Mikro dan Kecil (UMK), dan korporasi. Selain itu juga diberikan berbagai  insentif lainnya termasuk keringanan pajak yang jumlahnya lebih dari  Rp120 triliun,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik tahun depan. Meskipun pada tahun ini ekonomi Indonesia mengalami kontraksi yang cukup dalam hingga masuk ke zona resesi ekonomi.
Menurut Ma&amp;rsquo;ruf pada tahun depan ekonomi Indonesia akan kembali tumbuh positif. Adapun perkiraannya, ekonomi akan tumbuh di kisaran 4% hingga 5% pada tahun depan.
Baca Juga: Bos BI Bocorkan Kunci Pemulihan Ekonomi
&amp;ldquo;Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 akan kembali berada pada kisaran 4% sampai dengan 5%,&amp;rdquo; ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).
Semua upaya yang dilakukan termasuk mengalokasikan anggaran dalam jumlah yang sangat besar untuk stimulus. Diharapkan anggaran tersebut dapat menjadi stimulus ekonomi untuk mencegah terjadinya krisis di sektor finansial yang sampai saat ini masih terkendali.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNS82Ny8xMjQxMzIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Seluruh upaya yang telah dan sedang dilakukan pemerintah membuahkan sebuah optimisme. Angka pertumbuhan ekonomi (year on year) nasional triwulan III tahun 2020 sebesar -3,49%, yang lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan II sebesar -5,32%,&amp;rdquo; lanjut Ma&amp;rsquo;ruf.
Wapres memaparkan, berbagai stimulus diberikan oleh pemerintah dalam upaya menggairahkan kembali sektor rill. Bahkan, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Adapun rinciannya adalah untuk penanganan kesehatan Rp97,26 triliun,  untuk perlindungan sosial Rp234,33 triliun, untuk dukungan UMKM Rp114,81  triliun, untuk dukungan korporasi Rp62,22 triliun, untuk insentif usaha  termasuk pengurangan pajak Rp120,6 triliun, dan untuk dukungan kepada  pemerintah daerah dan sektoral dialokasikan Rp65,97 triliun.
&amp;ldquo;Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp411 triliun atau lebih dari 60%  dialokasikan untuk menjaga tingkat kesejahteraan rumah tangga, Usaha  Mikro dan Kecil (UMK), dan korporasi. Selain itu juga diberikan berbagai  insentif lainnya termasuk keringanan pajak yang jumlahnya lebih dari  Rp120 triliun,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
