<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPOM Targetkan Vaksinasi Covid-19 Pertengahan Januari 2021</title><description>Vaksinasi Covid-19 buatan Sinovac asal China di Indonesia direncanakan  baru bisa berjalan pada minggu ketiga dan keempat  Januari 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312389/bpom-targetkan-vaksinasi-covid-19-pertengahan-januari-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312389/bpom-targetkan-vaksinasi-covid-19-pertengahan-januari-2021"/><item><title>BPOM Targetkan Vaksinasi Covid-19 Pertengahan Januari 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312389/bpom-targetkan-vaksinasi-covid-19-pertengahan-januari-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312389/bpom-targetkan-vaksinasi-covid-19-pertengahan-januari-2021</guid><pubDate>Kamis 19 November 2020 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/19/320/2312389/bpom-targetkan-vaksinasi-covid-19-pertengahan-januari-2021-ezpDm0BoV0.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/19/320/2312389/bpom-targetkan-vaksinasi-covid-19-pertengahan-januari-2021-ezpDm0BoV0.jfif</image><title>Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Vaksinasi Covid-19 buatan Sinovac asal China di Indonesia direncanakan baru bisa berjalan pada minggu ketiga dan keempat  Januari 2021. Program itu baru bisa berjalan ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendapatkan izin dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait emergency use of authorization (EUA).
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Dilakukan Online, Begini Mekanismenya
 
&amp;ldquo;Jadi harapannya adalah minggu ketiga dan empat kita dapatkan EUA, apabila itu pun juga data-data yang didapatkan adalah lengkap,&amp;rdquo; kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers secara daring, Kamis (19/11/2020).
Dia menjelaskan, vaksinasi itu mundur lantaran adanya ketidaklengkapan persyaratan untuk mendapatkan izin dari WHO ihwal UEA.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xOC8xLzEyNDY5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kami sudah mendapatkan informasi dari Brasil bahwa mereka tidak memberikan, demikian juga Sinovac tidak bisa memberikan sehingga tidak lengkap, dan berdasarkan standar yang ada tentu tidak mungkin kami memberikan emergency use authorization pada Desember 2020,&quot; ujarnya.

Dia menyatakan bahwa pihaknya akan menjunjung tinggi transparansi  saat menjalani penyelesaian penelitian vaksin tersebut. Selain itu, BPOM  juga akan terus proaktif untuk terus menanyakan perjalanan pembuatan  vaksin agar selesai sesuai dengan waktu yang disepakati.
&amp;ldquo;Transparasnsi akan kita junjung tinggi. Kami juga proaktif dan untuk  menyepakati waktu yang sudah kita sepakati bersama. Nanti klinikal  trial akan berjalan terus. Uji klinik untuk vaksin akan terus berjalan,&amp;rdquo;  kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Vaksinasi Covid-19 buatan Sinovac asal China di Indonesia direncanakan baru bisa berjalan pada minggu ketiga dan keempat  Januari 2021. Program itu baru bisa berjalan ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendapatkan izin dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait emergency use of authorization (EUA).
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Dilakukan Online, Begini Mekanismenya
 
&amp;ldquo;Jadi harapannya adalah minggu ketiga dan empat kita dapatkan EUA, apabila itu pun juga data-data yang didapatkan adalah lengkap,&amp;rdquo; kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers secara daring, Kamis (19/11/2020).
Dia menjelaskan, vaksinasi itu mundur lantaran adanya ketidaklengkapan persyaratan untuk mendapatkan izin dari WHO ihwal UEA.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xOC8xLzEyNDY5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kami sudah mendapatkan informasi dari Brasil bahwa mereka tidak memberikan, demikian juga Sinovac tidak bisa memberikan sehingga tidak lengkap, dan berdasarkan standar yang ada tentu tidak mungkin kami memberikan emergency use authorization pada Desember 2020,&quot; ujarnya.

Dia menyatakan bahwa pihaknya akan menjunjung tinggi transparansi  saat menjalani penyelesaian penelitian vaksin tersebut. Selain itu, BPOM  juga akan terus proaktif untuk terus menanyakan perjalanan pembuatan  vaksin agar selesai sesuai dengan waktu yang disepakati.
&amp;ldquo;Transparasnsi akan kita junjung tinggi. Kami juga proaktif dan untuk  menyepakati waktu yang sudah kita sepakati bersama. Nanti klinikal  trial akan berjalan terus. Uji klinik untuk vaksin akan terus berjalan,&amp;rdquo;  kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
