<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suku Bunga BI Turun, Permintaan Kredit Bakal Tinggi?</title><description>Ekonom Indef Nailul Huda mengatakan langkah Bank Indonesia menurunkan suku bunga adalah tepat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312419/suku-bunga-bi-turun-permintaan-kredit-bakal-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312419/suku-bunga-bi-turun-permintaan-kredit-bakal-tinggi"/><item><title>Suku Bunga BI Turun, Permintaan Kredit Bakal Tinggi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312419/suku-bunga-bi-turun-permintaan-kredit-bakal-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312419/suku-bunga-bi-turun-permintaan-kredit-bakal-tinggi</guid><pubDate>Kamis 19 November 2020 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/19/320/2312419/suku-bunga-bi-turun-permintaan-kredit-bakal-tinggi-xWP62GxvA7.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/19/320/2312419/suku-bunga-bi-turun-permintaan-kredit-bakal-tinggi-xWP62GxvA7.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ekonom Indef Nailul Huda mengatakan langkah Bank Indonesia menurunkan suku bunga adalah tepat. Hal ini bisa berdampak positif untuk menggenjot permintaan kredit.
Sebagai informasi, Bank Indonesia memutuskan untuk tetap menurunkan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada 25 basis poin menjadi 3,75%.
Baca Juga: BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 3,75%
 
Demikian juga dengan suku bunga Deposit Facility tetap 3,00% dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,5%. Keputusan itu merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 November 2020.
&quot;Ternyata Bank Indonesia cukup berani mengambil langkah penurunan suku bunga. Kita apresiasi langkah tersebut untuk menggenjot permintaan kredit yang sedang sangat lesu. Jadi bisa menggenjot perekonomian sektor riil,&quot; kata Huda, Kamis (19/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya dengan penurunkan suku bunga ini perbankan Indonesia merespon dengan menurunkan suku bungat kredit mereka.
&quot;Jika tidak, rupiah terancam bisa melemah terhadap dolar karena timbal balik investasi bisa menurun dan permintaan rupiah dan IHSG akan turun,&quot; katanya.Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI lebih menekankan pada penguatan sinergi ekspansi  moneter dengan akselerasi stimulus fiskal pemerintah. &quot;Ini menjaga  stabilitas Rupiah dan mempercepat pemulihan ekonomi, &quot; katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan
Dia menambahkan akan memperkuat fundamental ekonomi serta memperkuat strategi operasi moneter.
&quot;Kita memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan memperkuat  koordinasi dengan pemerintah, baik pusat dan daerah. Dan terus  memperkuat stimulus fiskal dalam memulihkan ekonomi,&quot; tandasnya</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonom Indef Nailul Huda mengatakan langkah Bank Indonesia menurunkan suku bunga adalah tepat. Hal ini bisa berdampak positif untuk menggenjot permintaan kredit.
Sebagai informasi, Bank Indonesia memutuskan untuk tetap menurunkan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada 25 basis poin menjadi 3,75%.
Baca Juga: BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 3,75%
 
Demikian juga dengan suku bunga Deposit Facility tetap 3,00% dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,5%. Keputusan itu merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 November 2020.
&quot;Ternyata Bank Indonesia cukup berani mengambil langkah penurunan suku bunga. Kita apresiasi langkah tersebut untuk menggenjot permintaan kredit yang sedang sangat lesu. Jadi bisa menggenjot perekonomian sektor riil,&quot; kata Huda, Kamis (19/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya dengan penurunkan suku bunga ini perbankan Indonesia merespon dengan menurunkan suku bungat kredit mereka.
&quot;Jika tidak, rupiah terancam bisa melemah terhadap dolar karena timbal balik investasi bisa menurun dan permintaan rupiah dan IHSG akan turun,&quot; katanya.Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI lebih menekankan pada penguatan sinergi ekspansi  moneter dengan akselerasi stimulus fiskal pemerintah. &quot;Ini menjaga  stabilitas Rupiah dan mempercepat pemulihan ekonomi, &quot; katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan
Dia menambahkan akan memperkuat fundamental ekonomi serta memperkuat strategi operasi moneter.
&quot;Kita memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan memperkuat  koordinasi dengan pemerintah, baik pusat dan daerah. Dan terus  memperkuat stimulus fiskal dalam memulihkan ekonomi,&quot; tandasnya</content:encoded></item></channel></rss>
