<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Nyerah Kumpulkan Setoran Pajak Tahun Ini</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, target penerimaan  pajak di tahun 2020 diperkirakan tidak akan mencapai target.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312476/sri-mulyani-nyerah-kumpulkan-setoran-pajak-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312476/sri-mulyani-nyerah-kumpulkan-setoran-pajak-tahun-ini"/><item><title>Sri Mulyani Nyerah Kumpulkan Setoran Pajak Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312476/sri-mulyani-nyerah-kumpulkan-setoran-pajak-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/320/2312476/sri-mulyani-nyerah-kumpulkan-setoran-pajak-tahun-ini</guid><pubDate>Kamis 19 November 2020 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/19/320/2312476/sri-mulyani-nyerah-kumpulkan-setoran-pajak-tahun-ini-hzFANs2sxA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pajak (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/19/320/2312476/sri-mulyani-nyerah-kumpulkan-setoran-pajak-tahun-ini-hzFANs2sxA.jpg</image><title>Pajak (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, target penerimaan pajak di tahun 2020 diperkirakan tidak akan mencapai target. Mengingat, dampak pandemi covid-19 pada dunia masih terjadi hingga akhir tahun ini, meskipun sudah lebih baik.
Sebagai gambaran, target penerimaan negara tahun 2020 totalnya Rp 1.699,94 triliun. Angka tersebut yang berasal dari perpajakan sebesar Rp1.404,50 triliun, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp294,14 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp1,30 triliun.
Baca Juga: Kini Bukalapak hingga Tokopedia Pungut Pajak Barang Digital 10%
 
Sedangkan, realisasi penerimaan negara sudah mencapai Rp1.158,98 triliun atau 68,18% dari target Rp1.699,94 triliun. Dari angka tersebut, yang berasal dari perpajak sebesar Rp892,43 triliun atau 63,54% dari target Rp1.404,50 triliun.
Sementara setoran dari PNBP sudah Rp260,87 triliun atau sudah 88,69% dari target, sedangkan penerimaan hibah mencapai Rp5,67 triliun atau surplus 436,89% dari target Rp1,30 triliun. Realisasi ini tercatat hingga akhir September 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNi82Ny8xMjM3NDgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ini adalah penerimaan pajak yang rendah karena alami kontraksi, dan ini ada risiko tidak tercapai kondisi korporasi dan masyarakat betul-betul tertekan,&quot; ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/11/2020).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menjelaskan, target penerimaan negara di tahun 2020 mengalami penurunan dan lebih memilih meningkatkan anggaran belanja negara demi menangani pandemi covid-19.Dengan kebijakan tersebut, maka defisit APBN melebar ke level 6,34% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Anggaran belanja negara naik menjadi Rp2.739,16 triliun. Peningkatan  belanja ini dipenuhi melalui pembiayaan alias utang untuk membantu  masyarakat yang terkena dampak.
&quot;Defisitnya mencapai 6,34%, ini naik besar dalam rangka menolong  ekonomi dan menangani covid, dan membantu masyarakat. Belanja Rp2.739  triliun untuk membantu seluruh sektor, seluruh daerah, dan masyarakat  serta menangani Covid,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, target penerimaan pajak di tahun 2020 diperkirakan tidak akan mencapai target. Mengingat, dampak pandemi covid-19 pada dunia masih terjadi hingga akhir tahun ini, meskipun sudah lebih baik.
Sebagai gambaran, target penerimaan negara tahun 2020 totalnya Rp 1.699,94 triliun. Angka tersebut yang berasal dari perpajakan sebesar Rp1.404,50 triliun, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp294,14 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp1,30 triliun.
Baca Juga: Kini Bukalapak hingga Tokopedia Pungut Pajak Barang Digital 10%
 
Sedangkan, realisasi penerimaan negara sudah mencapai Rp1.158,98 triliun atau 68,18% dari target Rp1.699,94 triliun. Dari angka tersebut, yang berasal dari perpajak sebesar Rp892,43 triliun atau 63,54% dari target Rp1.404,50 triliun.
Sementara setoran dari PNBP sudah Rp260,87 triliun atau sudah 88,69% dari target, sedangkan penerimaan hibah mencapai Rp5,67 triliun atau surplus 436,89% dari target Rp1,30 triliun. Realisasi ini tercatat hingga akhir September 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNi82Ny8xMjM3NDgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ini adalah penerimaan pajak yang rendah karena alami kontraksi, dan ini ada risiko tidak tercapai kondisi korporasi dan masyarakat betul-betul tertekan,&quot; ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/11/2020).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menjelaskan, target penerimaan negara di tahun 2020 mengalami penurunan dan lebih memilih meningkatkan anggaran belanja negara demi menangani pandemi covid-19.Dengan kebijakan tersebut, maka defisit APBN melebar ke level 6,34% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Anggaran belanja negara naik menjadi Rp2.739,16 triliun. Peningkatan  belanja ini dipenuhi melalui pembiayaan alias utang untuk membantu  masyarakat yang terkena dampak.
&quot;Defisitnya mencapai 6,34%, ini naik besar dalam rangka menolong  ekonomi dan menangani covid, dan membantu masyarakat. Belanja Rp2.739  triliun untuk membantu seluruh sektor, seluruh daerah, dan masyarakat  serta menangani Covid,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
