<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Pembobolan Rekening di Mobile Banking, Hindari Penggunaan WiFi</title><description>Dalam menggunakan layanan internet atau mobile banking, masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/622/2312526/heboh-pembobolan-rekening-di-mobile-banking-hindari-penggunaan-wifi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/622/2312526/heboh-pembobolan-rekening-di-mobile-banking-hindari-penggunaan-wifi"/><item><title>Heboh Pembobolan Rekening di Mobile Banking, Hindari Penggunaan WiFi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/622/2312526/heboh-pembobolan-rekening-di-mobile-banking-hindari-penggunaan-wifi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/19/622/2312526/heboh-pembobolan-rekening-di-mobile-banking-hindari-penggunaan-wifi</guid><pubDate>Kamis 19 November 2020 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/19/622/2312526/heboh-pembobolan-rekening-di-mobile-banking-hindari-penggunaan-wifi-gZElrY6U0k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobile Banking (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/19/622/2312526/heboh-pembobolan-rekening-di-mobile-banking-hindari-penggunaan-wifi-gZElrY6U0k.jpg</image><title>Mobile Banking (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Dalam menggunakan layanan internet atau mobile banking, masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta hati-hati dalam mengelola nomor telepon seluler yang dipakai dan menjaga kerahasiaan data pribadi karena rawan pembobolan dana nasabah.
Baca Juga: Soal Dana Winda Earl, Maybank Tak Menunda Penggantian Rp22 Miliar
 
Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan agar tidak disalahgunakan dan menjadi target kejahatan transaksi keuangan, jangan memberikan PIN atau OTP kepada siapapun termasuk oknum yang mengaku sebagai pegawai bank.
&quot;Ingat bahwa Bank tidak pernah meminta PIN/OTP dari konsumen,&quot; kata Sekar di Jakarta, Kamis (19/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMS8xLzEyNDM5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu OJK menghimbau agar rutin mengganti PIN/password secara berkala agar terhindar dari risiko peretasan dan pembobolan dana nasabah.
Selanjutnya, hindari akses menggunakan Wifi Publik, gunakan jaringan internet yang aman ketika melakukan transaksi dan pastikan log-out setelah bertransaksi. Aktifkan notifikasi transaksi, jika ada yang mencurigakan segera hubungi bank.Sekar melanjutkan apabila ingin mengganti atau menjual ponsel atau  komputer, pastikan jejak keuangan di perangkat yang lama sudah terhapus  dengan benar.
&quot;Pastikan mengunduh aplikasi atau mengakses internet banking pada situs bank yang resmi,&quot; sebut dia.
Terakhir, jika tiba-tiba tidak bisa menggunakan ponsel, segera  laporkan ke penerbit kartu seluler untuk menghindari cloning sim card.</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam menggunakan layanan internet atau mobile banking, masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta hati-hati dalam mengelola nomor telepon seluler yang dipakai dan menjaga kerahasiaan data pribadi karena rawan pembobolan dana nasabah.
Baca Juga: Soal Dana Winda Earl, Maybank Tak Menunda Penggantian Rp22 Miliar
 
Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan agar tidak disalahgunakan dan menjadi target kejahatan transaksi keuangan, jangan memberikan PIN atau OTP kepada siapapun termasuk oknum yang mengaku sebagai pegawai bank.
&quot;Ingat bahwa Bank tidak pernah meminta PIN/OTP dari konsumen,&quot; kata Sekar di Jakarta, Kamis (19/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMS8xLzEyNDM5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu OJK menghimbau agar rutin mengganti PIN/password secara berkala agar terhindar dari risiko peretasan dan pembobolan dana nasabah.
Selanjutnya, hindari akses menggunakan Wifi Publik, gunakan jaringan internet yang aman ketika melakukan transaksi dan pastikan log-out setelah bertransaksi. Aktifkan notifikasi transaksi, jika ada yang mencurigakan segera hubungi bank.Sekar melanjutkan apabila ingin mengganti atau menjual ponsel atau  komputer, pastikan jejak keuangan di perangkat yang lama sudah terhapus  dengan benar.
&quot;Pastikan mengunduh aplikasi atau mengakses internet banking pada situs bank yang resmi,&quot; sebut dia.
Terakhir, jika tiba-tiba tidak bisa menggunakan ponsel, segera  laporkan ke penerbit kartu seluler untuk menghindari cloning sim card.</content:encoded></item></channel></rss>
