<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Edhy Terbang ke AS, Ada Apa?</title><description>Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bertolak ke Amerika Serikat untuk memperkuat kerjasama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/20/320/2312902/menteri-edhy-terbang-ke-as-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/20/320/2312902/menteri-edhy-terbang-ke-as-ada-apa"/><item><title>Menteri Edhy Terbang ke AS, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/20/320/2312902/menteri-edhy-terbang-ke-as-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/20/320/2312902/menteri-edhy-terbang-ke-as-ada-apa</guid><pubDate>Jum'at 20 November 2020 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/20/320/2312902/menteri-edhy-terbang-ke-as-ada-apa-ijAj7Mtp9f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Dok. KKP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/20/320/2312902/menteri-edhy-terbang-ke-as-ada-apa-ijAj7Mtp9f.jpg</image><title>Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Dok. KKP)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bertolak ke Amerika Serikat untuk memperkuat kerja sama bidang kelautan dan perikanan dengan salah satu lembaga riset di negara adidaya tersebut. Kerja sama ini dalam rangka mengoptimalkan budidaya udang secara berkelanjutan di Indonesia.
Menteri Edhy akan mengunjungi Oceanic Institute (OI) di Honolulu, Negara Bagian Hawaii. OI merupakan organisasi penelitian dan pengembangan nirlaba yang fokus pada produksi induk udang unggul, budidaya laut, bioteknologi, dan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. Lembaga ini afiliasi dari Hawai'i Pacific University (HPU) sejak tahun 2003.
Baca Juga: RI Bisa Jadi Raja Udang, Begini Prospek Bisnisnya
 
&quot;Alhamdulillah pak Menteri telah tiba di Los Angeles untuk transit menjalani tes pcr/swab sebagai syarat wajib masuk Hawaii,&quot; ujar Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agung Tri Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/11/2020).
KKP memilih menjalin kerja sama dengan OI menurut Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar lantaran lembaga ini memiliki teknologi dan para ahli yang mumpuni di sektor budidaya berkelanjutan, khususnya spesies udang. Target dari kerja sama adalah adanya transfer teknologi serta pendampingan teknis di bidang genetika udang dari OI.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNi80LzEyNDYzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, KKP berharap mendapatkan grand parent stock (GPS) vaname yang dapat menghasilkan induk-induk unggul, yakni tahan salinitas rendah, toleran terhadap penyakit, dan pertumbuhannya cepat. Bahkan dengan potensi yang dimiliki, Indonesia berpeluang menghasilkan great grand parent stock (GGPS).
&quot;Dengan adanya transfer teknologi dalam menghasilkan induk udang unggul, artinya kita dapat mengurangi ketergantungan dari induk udang impor,&quot; jelas Antam.Melalui kerja sama dengan OI, sambung Antam, rencana KKP membangun  broodstock center modern berskala internasional termasuk fasilitas  Nucleus Breeding Center juga bisa lebih mudah. Sebab dibutuhkan para  ahli untuk membantu baik dari segi ilmu genetika dan disain broodstock  center.
&quot;Dengan aplikasi teknologi tepat guna dan modern, harapannya budidaya  udang Indonesia bisa unggul. Bahkan kita bisa mengekspor indukan udang  ke negara yang membutuhkan,&quot; ungkap dia.
Lebih jauh Antam menjelaskan, pengembangan budidaya udang nasional  adalah arahan langsung Presiden Joko Widodo saat menunjuk Edhy Prabowo  menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Sehingga kerja sama dengan OI  menjadi salah satu upaya Menteri Edhy menjawab arahan tersebut.
&quot;Merujuk arahan Presiden kepada Pak Menteri Edhy untuk pengembangan  budidaya udang vaname, nah ini salah satu upaya ke sana. Untuk  pengembangan budidaya di Indonesia, kita perlu kerja sama dengan para  expert,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bertolak ke Amerika Serikat untuk memperkuat kerja sama bidang kelautan dan perikanan dengan salah satu lembaga riset di negara adidaya tersebut. Kerja sama ini dalam rangka mengoptimalkan budidaya udang secara berkelanjutan di Indonesia.
Menteri Edhy akan mengunjungi Oceanic Institute (OI) di Honolulu, Negara Bagian Hawaii. OI merupakan organisasi penelitian dan pengembangan nirlaba yang fokus pada produksi induk udang unggul, budidaya laut, bioteknologi, dan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. Lembaga ini afiliasi dari Hawai'i Pacific University (HPU) sejak tahun 2003.
Baca Juga: RI Bisa Jadi Raja Udang, Begini Prospek Bisnisnya
 
&quot;Alhamdulillah pak Menteri telah tiba di Los Angeles untuk transit menjalani tes pcr/swab sebagai syarat wajib masuk Hawaii,&quot; ujar Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agung Tri Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/11/2020).
KKP memilih menjalin kerja sama dengan OI menurut Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar lantaran lembaga ini memiliki teknologi dan para ahli yang mumpuni di sektor budidaya berkelanjutan, khususnya spesies udang. Target dari kerja sama adalah adanya transfer teknologi serta pendampingan teknis di bidang genetika udang dari OI.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNi80LzEyNDYzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, KKP berharap mendapatkan grand parent stock (GPS) vaname yang dapat menghasilkan induk-induk unggul, yakni tahan salinitas rendah, toleran terhadap penyakit, dan pertumbuhannya cepat. Bahkan dengan potensi yang dimiliki, Indonesia berpeluang menghasilkan great grand parent stock (GGPS).
&quot;Dengan adanya transfer teknologi dalam menghasilkan induk udang unggul, artinya kita dapat mengurangi ketergantungan dari induk udang impor,&quot; jelas Antam.Melalui kerja sama dengan OI, sambung Antam, rencana KKP membangun  broodstock center modern berskala internasional termasuk fasilitas  Nucleus Breeding Center juga bisa lebih mudah. Sebab dibutuhkan para  ahli untuk membantu baik dari segi ilmu genetika dan disain broodstock  center.
&quot;Dengan aplikasi teknologi tepat guna dan modern, harapannya budidaya  udang Indonesia bisa unggul. Bahkan kita bisa mengekspor indukan udang  ke negara yang membutuhkan,&quot; ungkap dia.
Lebih jauh Antam menjelaskan, pengembangan budidaya udang nasional  adalah arahan langsung Presiden Joko Widodo saat menunjuk Edhy Prabowo  menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Sehingga kerja sama dengan OI  menjadi salah satu upaya Menteri Edhy menjawab arahan tersebut.
&quot;Merujuk arahan Presiden kepada Pak Menteri Edhy untuk pengembangan  budidaya udang vaname, nah ini salah satu upaya ke sana. Untuk  pengembangan budidaya di Indonesia, kita perlu kerja sama dengan para  expert,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
