<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Kuartal IV-2020 Diramal Minus 1%</title><description>Ekonomi kuartal keempat diproyeksikan masih mengalami pertumbuhan negatif</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/22/320/2313883/ekonomi-ri-kuartal-iv-2020-diramal-minus-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/22/320/2313883/ekonomi-ri-kuartal-iv-2020-diramal-minus-1"/><item><title>Ekonomi RI Kuartal IV-2020 Diramal Minus 1%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/22/320/2313883/ekonomi-ri-kuartal-iv-2020-diramal-minus-1</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/22/320/2313883/ekonomi-ri-kuartal-iv-2020-diramal-minus-1</guid><pubDate>Minggu 22 November 2020 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/22/320/2313883/ekonomi-ri-kuartal-iv-2020-diramal-minus-1-NDLn83rTsO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI Diramal Masih Minus pada Kuartal IV-2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/22/320/2313883/ekonomi-ri-kuartal-iv-2020-diramal-minus-1-NDLn83rTsO.jpg</image><title>Ekonomi RI Diramal Masih Minus pada Kuartal IV-2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Ekonomi kuartal keempat diproyeksikan masih mengalami pertumbuhan negatif. Ekonomi Indonesia hingga akhir 2020 diperkirakan berada di level minus 1% hingga 0,4% .
&quot;Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diperkirakan akan berada di level minus 1,7% hingga 0,6%,&quot; kata Direktur Investama Hans Kwee, di Jakarta, Minggu (22/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Perekonomian Airlangga: Tren Membaik, Sektor Swasta Didorong Optimistis Kembali Berinvestasi
Lalu, konsumsi masyarakat atau rumah tangga menyumbang lebih dari setengah produk domestik bruto Indonesia mengalami penyusutan 3,49% pada kuartal ketiga. Hal ini yang mendorong ekonomi ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Resesi, Jokowi: Sangat Sulit
Terlebih, Bank Indonesia pada RDG November menurunkan suku menjadi 3.75% dari sebelumnya 4% untuk mendorong pertumbuhan kredit agar dapat menggerakan perekonomian.
&quot;Baru diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan membaik di tahun 2021 menjadi 4.5 % sampai 5.5 %. Tetapi hal ini sangat terpengaruh oleh vaksin Covid-19,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut 2020 menjadi sangat menantang bagi seluruh dunia. Pasalnya, semua negara ditantang memecahkan masalah yang tidak terduga sebelumnya.
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 membuat&amp;nbsp;ekonomi&amp;nbsp;global mengalami kontraksi. Tak terkecuali, ekonomi Indonesia yang kini mengalami resesi setelah dua kuartal berturut-turut mengalami minus.



&amp;ldquo;Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat krusial bagi dunia. Sangat sulit bagi dunia. Semua negara ditantang untuk memecahkan masalah yang tidak terduga sebelumnya,&amp;rdquo; ujarnya</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Ekonomi kuartal keempat diproyeksikan masih mengalami pertumbuhan negatif. Ekonomi Indonesia hingga akhir 2020 diperkirakan berada di level minus 1% hingga 0,4% .
&quot;Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diperkirakan akan berada di level minus 1,7% hingga 0,6%,&quot; kata Direktur Investama Hans Kwee, di Jakarta, Minggu (22/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Perekonomian Airlangga: Tren Membaik, Sektor Swasta Didorong Optimistis Kembali Berinvestasi
Lalu, konsumsi masyarakat atau rumah tangga menyumbang lebih dari setengah produk domestik bruto Indonesia mengalami penyusutan 3,49% pada kuartal ketiga. Hal ini yang mendorong ekonomi ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Resesi, Jokowi: Sangat Sulit
Terlebih, Bank Indonesia pada RDG November menurunkan suku menjadi 3.75% dari sebelumnya 4% untuk mendorong pertumbuhan kredit agar dapat menggerakan perekonomian.
&quot;Baru diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan membaik di tahun 2021 menjadi 4.5 % sampai 5.5 %. Tetapi hal ini sangat terpengaruh oleh vaksin Covid-19,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut 2020 menjadi sangat menantang bagi seluruh dunia. Pasalnya, semua negara ditantang memecahkan masalah yang tidak terduga sebelumnya.
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 membuat&amp;nbsp;ekonomi&amp;nbsp;global mengalami kontraksi. Tak terkecuali, ekonomi Indonesia yang kini mengalami resesi setelah dua kuartal berturut-turut mengalami minus.



&amp;ldquo;Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat krusial bagi dunia. Sangat sulit bagi dunia. Semua negara ditantang untuk memecahkan masalah yang tidak terduga sebelumnya,&amp;rdquo; ujarnya</content:encoded></item></channel></rss>
