<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Diprediksi Melemah Terbatas</title><description>Pergerakan nilai tukar Rupiah hari ini diwarnai berbagai sentimen. Mulai  dari sentimen di AS hingga efek pemangkasan suku bunga acuan BI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314214/rupiah-diprediksi-melemah-terbatas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314214/rupiah-diprediksi-melemah-terbatas"/><item><title>Rupiah Diprediksi Melemah Terbatas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314214/rupiah-diprediksi-melemah-terbatas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314214/rupiah-diprediksi-melemah-terbatas</guid><pubDate>Senin 23 November 2020 09:22 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/23/320/2314214/rupiah-diprediksi-melemah-terbatas-2YOriKwwiD.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/23/320/2314214/rupiah-diprediksi-melemah-terbatas-2YOriKwwiD.jpeg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pergerakan nilai tukar Rupiah hari ini diwarnai berbagai sentimen. Mulai dari sentimen di AS hingga efek pemangkasan suku bunga acuan BI.
Sentimen dari sisi eksternal, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menghimbau untuk mengakhiri sejumlah program pinjaman darurat yang diberikan oleh Federal Reserve dalam rangka mengatasi dampak pandemi COVID-19. Pengumuman ini mengguncang sentimen pasar dan berpotensi memudarkan minat risk-on, sekaligus menciptakan perpecahan antara pemerintah AS dan The Fed.
Baca juga: Keputusan Suku Bunga BI Warnai Gerak Rupiah Hari Ini
Investor khawatir kalau ini merupakan awal dari berakhirnya sebuah program yang telah memainkan peran penting dalam menjaga keyakinan pasar. Pasar tidak akan serta-merta kolaps ketika fasilitas pinjaman darurat The Fed ini diakhiri, tetapi sistem keuangan akan kehilangan salah satu tamengnya dari risiko aksi jual dan krisis kredit.
Federal Reserve pun bersikap kontra terhadap himbauan Mnuchin. Padahal, bank sentral AS jarang mengambil posisi konfrontatif versus pemerintah. Demikian seperti dikutip laporan treasury MNC Bank, Jakarta, Senin (16/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMi8wNy80LzExNzY1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Di sisi lain pergerakan Rupiah juga dipengaruhi para pemimpin negara-negara Uni Eropa belum mencapai kesepakatan bulat tentang pengesahan anggaran Uni Eropa maupun negosiasi dagang pasca-brexit dengan Inggris.
Anggaran jangka panjang itu vital bagi kelanjutan momentum pemulihan Uni Eropa pasca-pandemi, sementara negosiasi dagang pasca-brexit sudah mendekati deadline akhir tahun ini. Tapi, kedua topik ini masih dibayangi ketidakpastian yang cukup pekat.Sementara itu, negosiasi dagang pasca-brexit malah disuspensi  sementara lantaran salah satu negosiator Uni Eropa terinfeksi COVID-19.  Presiden Prancis Emmanuel Macron dan PM Belanda Mark Rutte mendesak agar  Uni Eropa mulai menerapkan rencana kontijensi demi mengantisipasi  prospek &quot;no deal&quot; setelah masa transisi brexit berakhir pada 31 Desember  2020.
Rupiah diprediksi akan melemah terbatas didukung laporan neraca  pembayaran Indonesia (NPI) yang surplus sebesar USD2,1 miliar pada  kuartal ketiga 2020, melanjutkan capaian surplus sebesar USD9,2 miliar  pada triwulan sebelumnya. Dimana, surplus NPI yang berlanjut tersebut  didukung oleh surplus transaksi berjalan maupun transaksi modal dan  finansial.
Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan ke level 3,75% dinilai menjadi faktor yang membebani apresiasi Rupiah.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pergerakan nilai tukar Rupiah hari ini diwarnai berbagai sentimen. Mulai dari sentimen di AS hingga efek pemangkasan suku bunga acuan BI.
Sentimen dari sisi eksternal, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menghimbau untuk mengakhiri sejumlah program pinjaman darurat yang diberikan oleh Federal Reserve dalam rangka mengatasi dampak pandemi COVID-19. Pengumuman ini mengguncang sentimen pasar dan berpotensi memudarkan minat risk-on, sekaligus menciptakan perpecahan antara pemerintah AS dan The Fed.
Baca juga: Keputusan Suku Bunga BI Warnai Gerak Rupiah Hari Ini
Investor khawatir kalau ini merupakan awal dari berakhirnya sebuah program yang telah memainkan peran penting dalam menjaga keyakinan pasar. Pasar tidak akan serta-merta kolaps ketika fasilitas pinjaman darurat The Fed ini diakhiri, tetapi sistem keuangan akan kehilangan salah satu tamengnya dari risiko aksi jual dan krisis kredit.
Federal Reserve pun bersikap kontra terhadap himbauan Mnuchin. Padahal, bank sentral AS jarang mengambil posisi konfrontatif versus pemerintah. Demikian seperti dikutip laporan treasury MNC Bank, Jakarta, Senin (16/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMi8wNy80LzExNzY1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Di sisi lain pergerakan Rupiah juga dipengaruhi para pemimpin negara-negara Uni Eropa belum mencapai kesepakatan bulat tentang pengesahan anggaran Uni Eropa maupun negosiasi dagang pasca-brexit dengan Inggris.
Anggaran jangka panjang itu vital bagi kelanjutan momentum pemulihan Uni Eropa pasca-pandemi, sementara negosiasi dagang pasca-brexit sudah mendekati deadline akhir tahun ini. Tapi, kedua topik ini masih dibayangi ketidakpastian yang cukup pekat.Sementara itu, negosiasi dagang pasca-brexit malah disuspensi  sementara lantaran salah satu negosiator Uni Eropa terinfeksi COVID-19.  Presiden Prancis Emmanuel Macron dan PM Belanda Mark Rutte mendesak agar  Uni Eropa mulai menerapkan rencana kontijensi demi mengantisipasi  prospek &quot;no deal&quot; setelah masa transisi brexit berakhir pada 31 Desember  2020.
Rupiah diprediksi akan melemah terbatas didukung laporan neraca  pembayaran Indonesia (NPI) yang surplus sebesar USD2,1 miliar pada  kuartal ketiga 2020, melanjutkan capaian surplus sebesar USD9,2 miliar  pada triwulan sebelumnya. Dimana, surplus NPI yang berlanjut tersebut  didukung oleh surplus transaksi berjalan maupun transaksi modal dan  finansial.
Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan ke level 3,75% dinilai menjadi faktor yang membebani apresiasi Rupiah.</content:encoded></item></channel></rss>
