<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerak Rupiah Masih Diselimuti Awan Gelap di 2021</title><description>Nilai tukar rupiah diprediksi masih akan melemah di tahun 2021 mendatang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314409/gerak-rupiah-masih-diselimuti-awan-gelap-di-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314409/gerak-rupiah-masih-diselimuti-awan-gelap-di-2021"/><item><title>Gerak Rupiah Masih Diselimuti Awan Gelap di 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314409/gerak-rupiah-masih-diselimuti-awan-gelap-di-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314409/gerak-rupiah-masih-diselimuti-awan-gelap-di-2021</guid><pubDate>Senin 23 November 2020 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/23/320/2314409/gerak-rupiah-masih-diselimuti-awan-gelap-di-2021-jI1szAju0f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/23/320/2314409/gerak-rupiah-masih-diselimuti-awan-gelap-di-2021-jI1szAju0f.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah diprediksi masih akan melemah di tahun 2021 mendatang. Hal ini disebabkan ketidakpastian global yang tinggi pada tahun depan.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad mengatakan, pihaknya memprediksi nilai tukar rupiah berada di angka Rp14.800 per USD.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Menguat Tipis ke Rp14.155/USD
&quot;Kita memperkirakan (nilai tukar rupiah) sebesar Rp14.800 per USD ini disebabkan secara domestik dan PEN (pemulihan ekonomi nasional) masih berjalan lambat, artinya daya dorong, investasi, kemudian untuk masuknya investasi di sektor keuangan itu juga masih berjalan lambat,&quot; ujar Tauhid dalam Webinar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021, Senin (23/11/2020).

Hal kedua penyebab masih melemahnya nilai tukar rupiah disebabkan tingkat credit default swap (CDS) yang masih bergerak tinggi. Bahkan cenderung volatile.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Diprediksi Melemah Terbatas
&quot;Kemarin bahkan (pergerakan CDS) di atas 150 meskipun sekarang turun ke sekitar 90. Ini sangat mempengaruhi pergerakan nilai tukar,&quot; katanya.Selain itu, ada harapan dengan terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden  Amerika Serikat akan membawa ekonomi negeri Laman Sam semakin membaik  dan tentu saja dolar AS akan semakin menguat.

&quot;Bukan hanya pasar keuangan di Amerika akan membaik juga secara riil  nampaknya dengan berbagai isu-isu atau konsep yang ditawarkan Biden  justru US Dolar akan semakin menguat,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah diprediksi masih akan melemah di tahun 2021 mendatang. Hal ini disebabkan ketidakpastian global yang tinggi pada tahun depan.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad mengatakan, pihaknya memprediksi nilai tukar rupiah berada di angka Rp14.800 per USD.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Menguat Tipis ke Rp14.155/USD
&quot;Kita memperkirakan (nilai tukar rupiah) sebesar Rp14.800 per USD ini disebabkan secara domestik dan PEN (pemulihan ekonomi nasional) masih berjalan lambat, artinya daya dorong, investasi, kemudian untuk masuknya investasi di sektor keuangan itu juga masih berjalan lambat,&quot; ujar Tauhid dalam Webinar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021, Senin (23/11/2020).

Hal kedua penyebab masih melemahnya nilai tukar rupiah disebabkan tingkat credit default swap (CDS) yang masih bergerak tinggi. Bahkan cenderung volatile.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Diprediksi Melemah Terbatas
&quot;Kemarin bahkan (pergerakan CDS) di atas 150 meskipun sekarang turun ke sekitar 90. Ini sangat mempengaruhi pergerakan nilai tukar,&quot; katanya.Selain itu, ada harapan dengan terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden  Amerika Serikat akan membawa ekonomi negeri Laman Sam semakin membaik  dan tentu saja dolar AS akan semakin menguat.

&quot;Bukan hanya pasar keuangan di Amerika akan membaik juga secara riil  nampaknya dengan berbagai isu-isu atau konsep yang ditawarkan Biden  justru US Dolar akan semakin menguat,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
