<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Singapura Minus 5,8% di Kuartal III, Resesi Belum Berakhir</title><description>Singapura masih mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 minus sebesar 5,8%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314522/ekonomi-singapura-minus-5-8-di-kuartal-iii-resesi-belum-berakhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314522/ekonomi-singapura-minus-5-8-di-kuartal-iii-resesi-belum-berakhir"/><item><title>Ekonomi Singapura Minus 5,8% di Kuartal III, Resesi Belum Berakhir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314522/ekonomi-singapura-minus-5-8-di-kuartal-iii-resesi-belum-berakhir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314522/ekonomi-singapura-minus-5-8-di-kuartal-iii-resesi-belum-berakhir</guid><pubDate>Senin 23 November 2020 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Djairan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/23/320/2314522/ekonomi-singapura-minus-5-8-di-kuartal-iii-resesi-belum-berakhir-uLvokkDWBV.png" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Singapura (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/23/320/2314522/ekonomi-singapura-minus-5-8-di-kuartal-iii-resesi-belum-berakhir-uLvokkDWBV.png</image><title>Ekonomi Singapura (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Singapura masih mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 minus sebesar 5,8%. Angka tersebut lebih baik daripada estimasi sebelumnya yang minus 7% pada kuartal III.

Selain itu, pertumbuhan pada Juli-September tersebut juga lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya yang negatif 13,3%
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada Resesi Makin Parah, Ekonomi Singapura Kuartal III Diprediksi Minus 7,6%
Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing mengatakan, perbaikan ekonomi Singapura setelah pelonggaran Circuit Breaker. Istilah tersebut merujuk pada penerapan lockdown parsial untuk menekan penyebaran Covid-19.

&quot;Perbaikan kinerja ekonomi Singapura setelah melewati tahap normalisasi aktivitas pada kuartal III usai penerapan Circuit Breaker dari 7 April hingga 1 Juni 2020, sejalan dengan bangkitnya aktivitas negara-negara besar usai keluar dari lockdown,&quot; kata Chan seperti dilansir CNBC, Jakarta, Senin (23/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Sejumlah sektor membaik. Industri manufaktur tumbuh 10% sementara sektor jasa, keuangan, dan asuransi naik 3,2% Namun, sektor konstruksi turun 46,6 persen serta sektor transportasi dan perdagangan terkontraksi 29,6%..

Chan mengatakan, ekonomi Singapura tahun ini bakal minus antara 6%-6,5%. Ekonomi negara Asia Tenggara ini akan bangkit tahun depan dengan proyeksi antara 4%-6%.

&quot;Pemulihan ekonomi Singapura tahun depan akan terjadi secara bertahap, dan akan tergantung pada kinerja ekonomi global sekaligus upaya Singapura untuk tetap menjaga situasi Covid-19 dalam kendali,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Singapura masih mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 minus sebesar 5,8%. Angka tersebut lebih baik daripada estimasi sebelumnya yang minus 7% pada kuartal III.

Selain itu, pertumbuhan pada Juli-September tersebut juga lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya yang negatif 13,3%
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada Resesi Makin Parah, Ekonomi Singapura Kuartal III Diprediksi Minus 7,6%
Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing mengatakan, perbaikan ekonomi Singapura setelah pelonggaran Circuit Breaker. Istilah tersebut merujuk pada penerapan lockdown parsial untuk menekan penyebaran Covid-19.

&quot;Perbaikan kinerja ekonomi Singapura setelah melewati tahap normalisasi aktivitas pada kuartal III usai penerapan Circuit Breaker dari 7 April hingga 1 Juni 2020, sejalan dengan bangkitnya aktivitas negara-negara besar usai keluar dari lockdown,&quot; kata Chan seperti dilansir CNBC, Jakarta, Senin (23/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Sejumlah sektor membaik. Industri manufaktur tumbuh 10% sementara sektor jasa, keuangan, dan asuransi naik 3,2% Namun, sektor konstruksi turun 46,6 persen serta sektor transportasi dan perdagangan terkontraksi 29,6%..

Chan mengatakan, ekonomi Singapura tahun ini bakal minus antara 6%-6,5%. Ekonomi negara Asia Tenggara ini akan bangkit tahun depan dengan proyeksi antara 4%-6%.

&quot;Pemulihan ekonomi Singapura tahun depan akan terjadi secara bertahap, dan akan tergantung pada kinerja ekonomi global sekaligus upaya Singapura untuk tetap menjaga situasi Covid-19 dalam kendali,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
