<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Corona, Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Meroket 80%</title><description>Adanya adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19, telah menggeser pola belanja dari offline menjadi online.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/455/2314998/ada-corona-transaksi-belanja-online-produk-kosmetik-meroket-80</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/455/2314998/ada-corona-transaksi-belanja-online-produk-kosmetik-meroket-80"/><item><title>Ada Corona, Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Meroket 80%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/455/2314998/ada-corona-transaksi-belanja-online-produk-kosmetik-meroket-80</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/455/2314998/ada-corona-transaksi-belanja-online-produk-kosmetik-meroket-80</guid><pubDate>Selasa 24 November 2020 10:42 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/24/455/2314998/transaksi-belanja-online-produk-kosmetik-naik-80-GxAKxeKVgc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja Online (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/24/455/2314998/transaksi-belanja-online-produk-kosmetik-naik-80-GxAKxeKVgc.jpg</image><title>Belanja Online (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Adanya adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19, telah menggeser pola belanja dari offline menjadi online. Hal ini terlihat dari meningkatnya transaksi online produk kosmetik sebesar 80%.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih mengatakan, pelaku industri kecil menengah (IKM) kosmetik dituntut untuk bisa memanfaatkan peluang usaha di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Baca Juga: 160 Juta Orang Indonesia Aktif Jualan Online
 
&quot;Social distancing menyebabkan konsumen menjadi lebih banyak waktu di rumah, sehingga lebih banyak waktu merawat kulit, badan, dan rambut akibatnya belanja permintaan untuk perawatan di rumah semakin meningkat menggantikan kebutuhan salon dan spa,&quot; ujarnya pada pembukaan Virtual Expo IKM Kosmetik 2020, Selasa (24/11/2020).
Gati melanjutkan, di tengah tekanan pandemi Covid-19, kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap devisa. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan I tahun 2020, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional (termasuk sektor kosmetik) mengalami pertumbuhan yang gemilang sebesar 5,59%.
Baca Juga: Hadang Monopoli Alibaba Cs, China Buat Aturan Baru
 
Bahkan, di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19, kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa melalui capaian nilai ekspornya yang menembus USD317 juta atau sekitar Rp4,44 triliun pada semester I-2020 atau naik 15,2% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Guna memenuhi permintaan konsumen yang melonjak tersebut, Kemenperin mendorong agar pelaku IKM kosmetik terus meningkatkan produktivitasnya karena akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. &quot;Untuk itu, kami juga meminta kepada mereka bisa berinovasi dalam menciptakan produk dan menjalankan bisnisnya,&quot; ungkap Gati.


&amp;nbsp;

Dirjen IKMA menuturkan, penyelenggaraan kegiatan Virtual Expo IKM Kosmetik 2020 yang diikuti oleh 35 pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia diyakini dapat menjadi wadah bagi para IKM kosmetik, spa, dan produk spa untuk memperluas akses pasarnya.&quot;IKM ini kami ajak untuk ikut dalam virtual expo, selain sebagai  sarana pemasaran produk, juga untuk meningkatkan daya saing dan nilai  tambah produk kosmetik dalam negeri. Selain itu, meningkatkan kapasitas  bisnis dan meningkatkan awareness IKM terhadap produk kosmetik lokal  yang aman dan terjangkau,&quot; paparnya.
Pada gelaran Virtual Expo IKM Kosmetik 2020, akan dilaksanakan  beberapa rangkaian acara pendukung seperti talkshow dengan topik  Industri Kosmetik Nasional Menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru. Temu  Bisnis dilaksanakan dengan tujuan mendorong kemitraan antara produsen  bahan baku dan IKM kosmetik untuk mengurangi impor bahan baku, mengingat  ketersediaan sumber daya alam Indonesia yang kaya akan tanaman yang  secara turun temurun sudah banyak digunakan untuk kesehatan dan produk  kosmetik.
Konsultasi IKM one-on-one akan dilaksanakan setiap hari dengan  beragam topik, di antaranya tentang prosedur sertifikasi halal, prosedur  perizinan kosmetik, prosedur ekspor produk kosmetik, digitalisasi  melalui media sosial, digitalisasi market, dan business pitching.
&quot;Kami harap IKM kosmetik dapat memanfaatkan peluang ini untuk  meningkatkan daya saingnya, dan terus dapat berinovasi terhadap  produknya,&quot; imbuh Gati.</description><content:encoded>JAKARTA - Adanya adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19, telah menggeser pola belanja dari offline menjadi online. Hal ini terlihat dari meningkatnya transaksi online produk kosmetik sebesar 80%.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih mengatakan, pelaku industri kecil menengah (IKM) kosmetik dituntut untuk bisa memanfaatkan peluang usaha di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Baca Juga: 160 Juta Orang Indonesia Aktif Jualan Online
 
&quot;Social distancing menyebabkan konsumen menjadi lebih banyak waktu di rumah, sehingga lebih banyak waktu merawat kulit, badan, dan rambut akibatnya belanja permintaan untuk perawatan di rumah semakin meningkat menggantikan kebutuhan salon dan spa,&quot; ujarnya pada pembukaan Virtual Expo IKM Kosmetik 2020, Selasa (24/11/2020).
Gati melanjutkan, di tengah tekanan pandemi Covid-19, kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap devisa. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan I tahun 2020, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional (termasuk sektor kosmetik) mengalami pertumbuhan yang gemilang sebesar 5,59%.
Baca Juga: Hadang Monopoli Alibaba Cs, China Buat Aturan Baru
 
Bahkan, di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19, kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa melalui capaian nilai ekspornya yang menembus USD317 juta atau sekitar Rp4,44 triliun pada semester I-2020 atau naik 15,2% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Guna memenuhi permintaan konsumen yang melonjak tersebut, Kemenperin mendorong agar pelaku IKM kosmetik terus meningkatkan produktivitasnya karena akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. &quot;Untuk itu, kami juga meminta kepada mereka bisa berinovasi dalam menciptakan produk dan menjalankan bisnisnya,&quot; ungkap Gati.


&amp;nbsp;

Dirjen IKMA menuturkan, penyelenggaraan kegiatan Virtual Expo IKM Kosmetik 2020 yang diikuti oleh 35 pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia diyakini dapat menjadi wadah bagi para IKM kosmetik, spa, dan produk spa untuk memperluas akses pasarnya.&quot;IKM ini kami ajak untuk ikut dalam virtual expo, selain sebagai  sarana pemasaran produk, juga untuk meningkatkan daya saing dan nilai  tambah produk kosmetik dalam negeri. Selain itu, meningkatkan kapasitas  bisnis dan meningkatkan awareness IKM terhadap produk kosmetik lokal  yang aman dan terjangkau,&quot; paparnya.
Pada gelaran Virtual Expo IKM Kosmetik 2020, akan dilaksanakan  beberapa rangkaian acara pendukung seperti talkshow dengan topik  Industri Kosmetik Nasional Menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru. Temu  Bisnis dilaksanakan dengan tujuan mendorong kemitraan antara produsen  bahan baku dan IKM kosmetik untuk mengurangi impor bahan baku, mengingat  ketersediaan sumber daya alam Indonesia yang kaya akan tanaman yang  secara turun temurun sudah banyak digunakan untuk kesehatan dan produk  kosmetik.
Konsultasi IKM one-on-one akan dilaksanakan setiap hari dengan  beragam topik, di antaranya tentang prosedur sertifikasi halal, prosedur  perizinan kosmetik, prosedur ekspor produk kosmetik, digitalisasi  melalui media sosial, digitalisasi market, dan business pitching.
&quot;Kami harap IKM kosmetik dapat memanfaatkan peluang ini untuk  meningkatkan daya saingnya, dan terus dapat berinovasi terhadap  produknya,&quot; imbuh Gati.</content:encoded></item></channel></rss>
