<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Negara Punya 272 Aset Properti, Nilainya Rp6.000 Triliun</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah barang milik negara (BMN) senilai lebih dari Rp6.000 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/470/2315057/negara-punya-272-aset-properti-nilainya-rp6-000-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/470/2315057/negara-punya-272-aset-properti-nilainya-rp6-000-triliun"/><item><title>Negara Punya 272 Aset Properti, Nilainya Rp6.000 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/470/2315057/negara-punya-272-aset-properti-nilainya-rp6-000-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/470/2315057/negara-punya-272-aset-properti-nilainya-rp6-000-triliun</guid><pubDate>Selasa 24 November 2020 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/24/470/2315057/negara-punya-272-aset-properti-nilainya-rp6-000-triliun-IkSVUyW7gy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/24/470/2315057/negara-punya-272-aset-properti-nilainya-rp6-000-triliun-IkSVUyW7gy.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah barang milik negara (BMN) senilai lebih dari Rp6.000 triliun.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan BMN ini berupa 272 aset berupa properti, 2 kilang minyak, dan kawasan Ciperna yang dikelola Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
Baca juga: Sri Mulyani Sebut Era Presiden Soeharto Banyak Kehilangan Aset Negara
&quot;Banyak gedung-gedung yang di Indonesia dibangun oleh pemerintah menggunakan APBN. BMN yang kita punya itu bisa tembus Rp6.000 triliun terdiri dari 272 aset properti dan 2 kilang minyak kawasan Ciperna itu juga milik pemerintah,&quot; kata Menkeu dalam video virtual, Selasa (24/11/2020).
Kata dia, optimalisasi pengelolaan aset atau barang milik negara (BMN) perlu diperkuat untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat maupun sumber pundi-pundi baru bagi negara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMy82Ny8xMjQ1MDUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Kita berpikir keras bagaimana memanfaatkan banyak gedung-gedung dibangun oleh oleh pemerintah. Kadang-kadang kita pun sudah selesai membangun gedung kita lupa bahwa aset itu masih bisa kita optimalkan,&quot; bebernya.Dia menambahkan memotivasi para aset manajer untuk berinovasi dalam  mengoptimalkan potensi aset-aset milik negara yang khusus BMN saja  nilainya lebih ribuan triliun. Salah satu poin yang dia tekankan adalah  memikirkan bagaimana aset tersebut bisa bekerja dan menghasilkan nilai  tambah.
&quot;Aset-aset ini diharapkan akan dikelola sehingga dia menghasilkan  penerimaan negara atau manfaat yang maksimal sehingga dia bisa dirasakan  manfaatnya oleh masyarakat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah barang milik negara (BMN) senilai lebih dari Rp6.000 triliun.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan BMN ini berupa 272 aset berupa properti, 2 kilang minyak, dan kawasan Ciperna yang dikelola Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
Baca juga: Sri Mulyani Sebut Era Presiden Soeharto Banyak Kehilangan Aset Negara
&quot;Banyak gedung-gedung yang di Indonesia dibangun oleh pemerintah menggunakan APBN. BMN yang kita punya itu bisa tembus Rp6.000 triliun terdiri dari 272 aset properti dan 2 kilang minyak kawasan Ciperna itu juga milik pemerintah,&quot; kata Menkeu dalam video virtual, Selasa (24/11/2020).
Kata dia, optimalisasi pengelolaan aset atau barang milik negara (BMN) perlu diperkuat untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat maupun sumber pundi-pundi baru bagi negara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMy82Ny8xMjQ1MDUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Kita berpikir keras bagaimana memanfaatkan banyak gedung-gedung dibangun oleh oleh pemerintah. Kadang-kadang kita pun sudah selesai membangun gedung kita lupa bahwa aset itu masih bisa kita optimalkan,&quot; bebernya.Dia menambahkan memotivasi para aset manajer untuk berinovasi dalam  mengoptimalkan potensi aset-aset milik negara yang khusus BMN saja  nilainya lebih ribuan triliun. Salah satu poin yang dia tekankan adalah  memikirkan bagaimana aset tersebut bisa bekerja dan menghasilkan nilai  tambah.
&quot;Aset-aset ini diharapkan akan dikelola sehingga dia menghasilkan  penerimaan negara atau manfaat yang maksimal sehingga dia bisa dirasakan  manfaatnya oleh masyarakat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
