<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Ini Alasan Crazy Rich Ogah Belanja dan Masih Simpan Duit</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Menkeu) mengungkapkan pemicu orang-orang tajir Indonesia mulai belanja lagi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/622/2315038/ini-alasan-crazy-rich-ogah-belanja-dan-masih-simpan-duit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/622/2315038/ini-alasan-crazy-rich-ogah-belanja-dan-masih-simpan-duit"/><item><title>   Ini Alasan Crazy Rich Ogah Belanja dan Masih Simpan Duit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/622/2315038/ini-alasan-crazy-rich-ogah-belanja-dan-masih-simpan-duit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/622/2315038/ini-alasan-crazy-rich-ogah-belanja-dan-masih-simpan-duit</guid><pubDate>Selasa 24 November 2020 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/24/622/2315038/ini-alasan-crazy-rich-ogah-belanja-dan-masih-simpan-duit-4gl6JAQQjn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/24/622/2315038/ini-alasan-crazy-rich-ogah-belanja-dan-masih-simpan-duit-4gl6JAQQjn.jpg</image><title>Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani (Menkeu) mengungkapkan pemicu orang-orang tajir Indonesia mulai belanja lagi sangat tergantung pada penanganan dari virus Covid-19. Jika, Covid-19 masih sulit ditangani, membuat kelas menengah atas masih menyimpan uangnya.

&quot;Sektor kelas menengah atas tergantung confidence karena bagi mereka keamanan dan kesehatan itu prioritas bukan pada masalah constraint daya beli,&quot; ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa secara virtual, Senin (23/11/2020) malam.
Baca Juga:&amp;nbsp;Orang Kaya Tahan Uang untuk Belanja, Aprindo: Memang Situasi Belum Normal&amp;nbsp;
Menurutnya, kelas menengah atas mau melakukan kegiatan menggerakan konsumsi, jika protokol kesehatan diketatkan agar mencegah penyebaran Covid-19.

&quot;Apakah untuk tourism, konsumsi yang lain, asalkan mereka bisa diyakinkan bahwa pencegahan Covid-19 atau disiplin protokol kesehatan itu terjadi sehingga tidak terjadi penularan,&quot;bebernya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMy80LzEyNDk5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lalu, kehadiran vaksin Covid-19 bisa menumbuhkan kepercayaan orang-orang tajir untuk berbelanja.

&quot;Oleh karena itu kita akan terus-menerus bekerja sama. Di dalam G20 disampaikan, kerja sama antar negara jadi sangat penting buat kita untuk bersama-sama menghadapi Covid-19, terutama dalam menghadapi kemungkinan terjadinya second wave,&quot; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMy80LzEyNDk5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani (Menkeu) mengungkapkan pemicu orang-orang tajir Indonesia mulai belanja lagi sangat tergantung pada penanganan dari virus Covid-19. Jika, Covid-19 masih sulit ditangani, membuat kelas menengah atas masih menyimpan uangnya.

&quot;Sektor kelas menengah atas tergantung confidence karena bagi mereka keamanan dan kesehatan itu prioritas bukan pada masalah constraint daya beli,&quot; ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa secara virtual, Senin (23/11/2020) malam.
Baca Juga:&amp;nbsp;Orang Kaya Tahan Uang untuk Belanja, Aprindo: Memang Situasi Belum Normal&amp;nbsp;
Menurutnya, kelas menengah atas mau melakukan kegiatan menggerakan konsumsi, jika protokol kesehatan diketatkan agar mencegah penyebaran Covid-19.

&quot;Apakah untuk tourism, konsumsi yang lain, asalkan mereka bisa diyakinkan bahwa pencegahan Covid-19 atau disiplin protokol kesehatan itu terjadi sehingga tidak terjadi penularan,&quot;bebernya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMy80LzEyNDk5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lalu, kehadiran vaksin Covid-19 bisa menumbuhkan kepercayaan orang-orang tajir untuk berbelanja.

&quot;Oleh karena itu kita akan terus-menerus bekerja sama. Di dalam G20 disampaikan, kerja sama antar negara jadi sangat penting buat kita untuk bersama-sama menghadapi Covid-19, terutama dalam menghadapi kemungkinan terjadinya second wave,&quot; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMy80LzEyNDk5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
