<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Banyak Nasabah Kena Kasus Gagal Bayar</title><description>Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan penyebab banyak masyarakat yang tertipu pada produk keuangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/622/2315147/terungkap-banyak-nasabah-kena-kasus-gagal-bayar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/622/2315147/terungkap-banyak-nasabah-kena-kasus-gagal-bayar"/><item><title>Terungkap! Banyak Nasabah Kena Kasus Gagal Bayar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/622/2315147/terungkap-banyak-nasabah-kena-kasus-gagal-bayar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/24/622/2315147/terungkap-banyak-nasabah-kena-kasus-gagal-bayar</guid><pubDate>Selasa 24 November 2020 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/24/622/2315147/terungkap-banyak-nasabah-kena-kasus-gagal-bayar-Z1JBV4wfIe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/24/622/2315147/terungkap-banyak-nasabah-kena-kasus-gagal-bayar-Z1JBV4wfIe.jpg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan penyebab banyak masyarakat yang tertipu pada produk keuangan yang dijanjikan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Lantaran, banyak kasus gagal bayar kembali mencuat di pasar keuangan dan Indonesia. Adapun, banyak nasabah atau masyarakat tidak mengenal produk perbankan dengan benar.
Baca juga: Masyarakat Cerdas, Laporan Pengaduan Fintech Ilegal Kian Turun
&quot;Ada industri keuangan itu ada sektor yang tidak di regulasi tidak seketat perbankan. Dan dia bisa mengeluarkan produk itu tanpa ada pengawasan dan tidak seketat perbankan. Masyarakat susah melihat ini apakah produk perbankan apa bukan non perbankan,&quot; kata Wimboh dalam video virtual, Selasa (24/11/2020).
Baca juga: Bos OJK Curhat Terima Surat Komplain Setiap Hari
Kata dia, di lain pihak masyarakat atau investor di perbankannya bunganya murah, baik deposito murah dan tabungan murah. Tapi, sektor jasa keuangan lainya yang tidak terdaftar memberikan promo produk deposito yang tinggi. Hal ini membuat masyarakat tergiur dan menjadi korban kasus gagal bayar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xNy8xLzEyMzQ3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Di luar perbankan itu memberikan satu rate investasi yang mana  depositonya tinggi di atas 10% jadi masyarakat tertarik banyak yang  mengalokasikan uangnya ke produk itu daripada deposito,&quot; tandasnya.
Dia menambahkan agar menerapkan teknologi agar mencegah banyak kasus  bayar pada produk jasa keuangan. Nantinya ini bisa diawasi oleh Otoritas  Jasa Keuangan
&quot;Kita juga akan berencana menggunakan teknologi biar bisa kita awasi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan penyebab banyak masyarakat yang tertipu pada produk keuangan yang dijanjikan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Lantaran, banyak kasus gagal bayar kembali mencuat di pasar keuangan dan Indonesia. Adapun, banyak nasabah atau masyarakat tidak mengenal produk perbankan dengan benar.
Baca juga: Masyarakat Cerdas, Laporan Pengaduan Fintech Ilegal Kian Turun
&quot;Ada industri keuangan itu ada sektor yang tidak di regulasi tidak seketat perbankan. Dan dia bisa mengeluarkan produk itu tanpa ada pengawasan dan tidak seketat perbankan. Masyarakat susah melihat ini apakah produk perbankan apa bukan non perbankan,&quot; kata Wimboh dalam video virtual, Selasa (24/11/2020).
Baca juga: Bos OJK Curhat Terima Surat Komplain Setiap Hari
Kata dia, di lain pihak masyarakat atau investor di perbankannya bunganya murah, baik deposito murah dan tabungan murah. Tapi, sektor jasa keuangan lainya yang tidak terdaftar memberikan promo produk deposito yang tinggi. Hal ini membuat masyarakat tergiur dan menjadi korban kasus gagal bayar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xNy8xLzEyMzQ3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Di luar perbankan itu memberikan satu rate investasi yang mana  depositonya tinggi di atas 10% jadi masyarakat tertarik banyak yang  mengalokasikan uangnya ke produk itu daripada deposito,&quot; tandasnya.
Dia menambahkan agar menerapkan teknologi agar mencegah banyak kasus  bayar pada produk jasa keuangan. Nantinya ini bisa diawasi oleh Otoritas  Jasa Keuangan
&quot;Kita juga akan berencana menggunakan teknologi biar bisa kita awasi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
