<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Akui Tahun Ini dan 2021 Sulit untuk Dilalui</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa 2020 merupakan tahun sulit dan tidak mudah dilalui</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/320/2315758/jokowi-akui-tahun-ini-dan-2021-sulit-untuk-dilalui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/320/2315758/jokowi-akui-tahun-ini-dan-2021-sulit-untuk-dilalui"/><item><title>Jokowi Akui Tahun Ini dan 2021 Sulit untuk Dilalui</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/320/2315758/jokowi-akui-tahun-ini-dan-2021-sulit-untuk-dilalui</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/320/2315758/jokowi-akui-tahun-ini-dan-2021-sulit-untuk-dilalui</guid><pubDate>Rabu 25 November 2020 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/25/320/2315758/jokowi-akui-tahun-ini-dan-2021-sulit-untuk-dilalui-yrOuhSG7CX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/25/320/2315758/jokowi-akui-tahun-ini-dan-2021-sulit-untuk-dilalui-yrOuhSG7CX.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa 2020 merupakan tahun sulit dan tidak mudah dilalui. Bahkan pada 2021, Indonesia juga masih menghadapi ketidakpastian.
&amp;ldquo;Dan di tahun 2021 kita juga masih menghadapi ketidakpastian. Karena ekonomi global juga penuh ketidakpastian,&amp;rdquo; katanya saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2021 di Istana Negara, Rabu, (25/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Keren! Ekonomi Indonesia Terbaik Kedua Setelah China
Dia pun menekankan bahwa tahun depan dalam merumuskan kebijakan harus tetap berpegang pada kecepatan dan ketepatan.
&amp;ldquo;Kecepeatan, ketepatan akurasi harus tetap menjadi karakter dalam kebijakan-kebijakan kita. Baik di bidang kesehatan maupun di bidang ekonomi. Ini harus juga segera pulih kembali,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dapat Rp3,26 Triliun, Anies Lanjutkan Pembangunan Stadion Markas Persija
Lebih lanjut Jokowi menekankan bahwa di tahun depan pemerintah akan fokus pada empat hal. Pertama, penanganan kesehatan.
&amp;ldquo;Ini masih dalam hal penanganan covid. Utamanya nanti akan fokus kepada vaksinasi. Oleh sebab itu anggaran yang berkaitan dengan penguatan sarana prasarana kesehatan, laboratorium, penelitian dan pengembangan sangat diperlukan,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Keempat adalah fokus untuk melakukan reformasi struktural di beberapa sektor.
&amp;ldquo;Untuk membangun fondasi yang lebih kuat kita akan melakukan reformasi struktural. Baik di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial dan lain-lainnya,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp; Dita angga

Kedua. berkaitan dengan perlindungan sosial bagi kelompok yang kurang mampu dan rentan. Ketiga yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi.
&amp;ldquo;Terutama dukungan buat UMKM dan dunia usaha. Ini penting sekali,&amp;rdquo; tuturnya.
Keempat adalah fokus untuk melakukan reformasi struktural di beberapa sektor.
&quot;Untuk membangun fondasi yang lebih kuat kita akan melakukan reformasi struktural. Baik di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial dan lain-lainnya,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa 2020 merupakan tahun sulit dan tidak mudah dilalui. Bahkan pada 2021, Indonesia juga masih menghadapi ketidakpastian.
&amp;ldquo;Dan di tahun 2021 kita juga masih menghadapi ketidakpastian. Karena ekonomi global juga penuh ketidakpastian,&amp;rdquo; katanya saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2021 di Istana Negara, Rabu, (25/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Keren! Ekonomi Indonesia Terbaik Kedua Setelah China
Dia pun menekankan bahwa tahun depan dalam merumuskan kebijakan harus tetap berpegang pada kecepatan dan ketepatan.
&amp;ldquo;Kecepeatan, ketepatan akurasi harus tetap menjadi karakter dalam kebijakan-kebijakan kita. Baik di bidang kesehatan maupun di bidang ekonomi. Ini harus juga segera pulih kembali,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dapat Rp3,26 Triliun, Anies Lanjutkan Pembangunan Stadion Markas Persija
Lebih lanjut Jokowi menekankan bahwa di tahun depan pemerintah akan fokus pada empat hal. Pertama, penanganan kesehatan.
&amp;ldquo;Ini masih dalam hal penanganan covid. Utamanya nanti akan fokus kepada vaksinasi. Oleh sebab itu anggaran yang berkaitan dengan penguatan sarana prasarana kesehatan, laboratorium, penelitian dan pengembangan sangat diperlukan,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Keempat adalah fokus untuk melakukan reformasi struktural di beberapa sektor.
&amp;ldquo;Untuk membangun fondasi yang lebih kuat kita akan melakukan reformasi struktural. Baik di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial dan lain-lainnya,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp; Dita angga

Kedua. berkaitan dengan perlindungan sosial bagi kelompok yang kurang mampu dan rentan. Ketiga yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi.
&amp;ldquo;Terutama dukungan buat UMKM dan dunia usaha. Ini penting sekali,&amp;rdquo; tuturnya.
Keempat adalah fokus untuk melakukan reformasi struktural di beberapa sektor.
&quot;Untuk membangun fondasi yang lebih kuat kita akan melakukan reformasi struktural. Baik di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial dan lain-lainnya,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
