<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Bisa Sendirian, BUMN Keroyokan Garap EBT</title><description>PT Pertamina (Persero) menggandeng sejumlah BUMN dan emiten swasta untuk mengembangkan bauran EBT.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/320/2316179/tak-bisa-sendirian-bumn-keroyokan-garap-ebt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/320/2316179/tak-bisa-sendirian-bumn-keroyokan-garap-ebt"/><item><title>Tak Bisa Sendirian, BUMN Keroyokan Garap EBT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/320/2316179/tak-bisa-sendirian-bumn-keroyokan-garap-ebt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/320/2316179/tak-bisa-sendirian-bumn-keroyokan-garap-ebt</guid><pubDate>Rabu 25 November 2020 19:34 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/25/320/2316179/tak-bisa-sendirian-bumn-keroyokan-garap-ebt-0X94vKVVKV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Energi Baru Terbarukan (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/25/320/2316179/tak-bisa-sendirian-bumn-keroyokan-garap-ebt-0X94vKVVKV.jpg</image><title>Energi Baru Terbarukan (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan emiten swasta untuk mengembangkan bauran energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Sejumlah eksisting dalam menggenjot EBT pun tengah dibahas.

Sejumlah perseroan negara yang menjadi mitra kerja Pertamina adalah PT PLN (Persero), PT Timah (Persero), Indonesia Tourism Development Corporation (IDTC),  PT Len Industri (Persero), PT pembangunan Aceh (PEMA), hingga PT Aneka Tambang Tbk.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Masih Kalah dengan Minyak, EBT di RI Cuma 13,6%
Chief Executive Officer Subholding Power &amp;amp; New Renewable Energy (PNRE) Pertamina Heru Setiawan mengatakan, kerja sama itu merupakan langkah implementasi dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ihwal target 23 persen EBT pada 2025.

Tak hanya itu, kerja sama tersebut juga menyangkut Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG), di mana, perseroan akan mengolah limbah dari sawit menjadi biogas yang akan digunakan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Begini 6 Aspirasi Pertamina untuk RUU Energi Baru Terbarukan
Bahkan, kerja sama itu juga mengembangkan geothermal. Di mana, Pertamina menargetkan dalam lima tahun ke depan, sebanyak 1,4 juta geothermal yang bisa diproduksi.

&quot;Portofolio yang ada dalam kegiatan kami ada kegiatan yaitu PLTBG, ini untuk mengolah limbah dari sawit menjadi biogas yang akan kami lanjutkan dengan PLTS. Kami juga sudah memiliki portofolio geothermal 670 Megawatt yang ini akan kami kembangkan terus dengan target sekitar 1,4 juta untuk lima tahun kedepan,&quot; ujarnya, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Pengerjaan juga menyangkut pengembangan solar cell, dan juga kegiatan manufaktur berupa produksi battery EV. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR, Heru merinci, sejumlah program bersama mitra terkait target 23 persen di tahun 2025. Di mana, perseroan bersama PLN akan meningkatkan pembangkitan dari 681 negawatt dan ditargetkan dalam lima tahun ke depan mencapai 4 poin 4 Gigawatt.&quot;Kami akan terus ditingkatkan melalui inisiatif baik dari sisi  ekosistemnya, bahan baku, dari sisi penggunaan, bersama-sama juga dengan  PLN. target untuk Pertamina sendiri, kami melihat ini,  jadi saat ini  pembangkitan sekitar 681 Megawatt yang kami target dalam lima tahun ke  depan itu 4 poin 4 Gigawatt, yang ini akan Lebih banyak digerakan selain  dengan geothermal dan jenis-jenis newrubble yang lain,&quot; kata dia.

Sementara itu, kerja sama dengan PT Timah, kedua perseroan akan menggunakan atau memanfaatkan lahan eks tambang.

Kemudian dengan PT LEN, ini dalam rangka kita membangun pabrik solar  cell, sehingga akan meningkatkan level TKDN kita untuk pembangunan solar  cell,melihat pasarnya di Indonesia akan sangat banyak. Inisiatif kami  bersama PLN juga dan Antam dalam membangun ekosistem daerahan listrik.  Jadi, dari mulai hulu hingga ke hilir ini masuk juga dalam portofolio  kami,&quot; ujar dia.

Sedangkan kerja sama Pembangunan Aceh atau PEMA di sisi pengembangan  geothermal Seulawah untuk pembangunan pembankitan EBT dari sisi supply  maupun sisi pendanaan.

Terakhir, dengan IDTC&amp;#65292;kerjasama tersebut fokus pada lingkup  pengembangan EBT di kawasan pariwisata yang dikelola oleh anak usaha  ITDC, yakni PT ITDC Nusantara Utilitas, seperti Mandalika, Nusa Dua, dan  lokasi lainnya. &quot;Hal ini untuk pengembangan untuk PLTS dan PLTSA,&quot; kata  dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan emiten swasta untuk mengembangkan bauran energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Sejumlah eksisting dalam menggenjot EBT pun tengah dibahas.

Sejumlah perseroan negara yang menjadi mitra kerja Pertamina adalah PT PLN (Persero), PT Timah (Persero), Indonesia Tourism Development Corporation (IDTC),  PT Len Industri (Persero), PT pembangunan Aceh (PEMA), hingga PT Aneka Tambang Tbk.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Masih Kalah dengan Minyak, EBT di RI Cuma 13,6%
Chief Executive Officer Subholding Power &amp;amp; New Renewable Energy (PNRE) Pertamina Heru Setiawan mengatakan, kerja sama itu merupakan langkah implementasi dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ihwal target 23 persen EBT pada 2025.

Tak hanya itu, kerja sama tersebut juga menyangkut Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG), di mana, perseroan akan mengolah limbah dari sawit menjadi biogas yang akan digunakan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Begini 6 Aspirasi Pertamina untuk RUU Energi Baru Terbarukan
Bahkan, kerja sama itu juga mengembangkan geothermal. Di mana, Pertamina menargetkan dalam lima tahun ke depan, sebanyak 1,4 juta geothermal yang bisa diproduksi.

&quot;Portofolio yang ada dalam kegiatan kami ada kegiatan yaitu PLTBG, ini untuk mengolah limbah dari sawit menjadi biogas yang akan kami lanjutkan dengan PLTS. Kami juga sudah memiliki portofolio geothermal 670 Megawatt yang ini akan kami kembangkan terus dengan target sekitar 1,4 juta untuk lima tahun kedepan,&quot; ujarnya, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Pengerjaan juga menyangkut pengembangan solar cell, dan juga kegiatan manufaktur berupa produksi battery EV. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR, Heru merinci, sejumlah program bersama mitra terkait target 23 persen di tahun 2025. Di mana, perseroan bersama PLN akan meningkatkan pembangkitan dari 681 negawatt dan ditargetkan dalam lima tahun ke depan mencapai 4 poin 4 Gigawatt.&quot;Kami akan terus ditingkatkan melalui inisiatif baik dari sisi  ekosistemnya, bahan baku, dari sisi penggunaan, bersama-sama juga dengan  PLN. target untuk Pertamina sendiri, kami melihat ini,  jadi saat ini  pembangkitan sekitar 681 Megawatt yang kami target dalam lima tahun ke  depan itu 4 poin 4 Gigawatt, yang ini akan Lebih banyak digerakan selain  dengan geothermal dan jenis-jenis newrubble yang lain,&quot; kata dia.

Sementara itu, kerja sama dengan PT Timah, kedua perseroan akan menggunakan atau memanfaatkan lahan eks tambang.

Kemudian dengan PT LEN, ini dalam rangka kita membangun pabrik solar  cell, sehingga akan meningkatkan level TKDN kita untuk pembangunan solar  cell,melihat pasarnya di Indonesia akan sangat banyak. Inisiatif kami  bersama PLN juga dan Antam dalam membangun ekosistem daerahan listrik.  Jadi, dari mulai hulu hingga ke hilir ini masuk juga dalam portofolio  kami,&quot; ujar dia.

Sedangkan kerja sama Pembangunan Aceh atau PEMA di sisi pengembangan  geothermal Seulawah untuk pembangunan pembankitan EBT dari sisi supply  maupun sisi pendanaan.

Terakhir, dengan IDTC&amp;#65292;kerjasama tersebut fokus pada lingkup  pengembangan EBT di kawasan pariwisata yang dikelola oleh anak usaha  ITDC, yakni PT ITDC Nusantara Utilitas, seperti Mandalika, Nusa Dua, dan  lokasi lainnya. &quot;Hal ini untuk pengembangan untuk PLTS dan PLTSA,&quot; kata  dia.</content:encoded></item></channel></rss>
