<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pilihan Investasi di Tahun Depan, Jangan Lupakan Emas</title><description>Perekonomian Indonesia sedang dilanda resesi akibat tak mampu menahan serangan virus corona sejak Maret 2020 lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/622/2315501/pilihan-investasi-di-tahun-depan-jangan-lupakan-emas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/622/2315501/pilihan-investasi-di-tahun-depan-jangan-lupakan-emas"/><item><title>Pilihan Investasi di Tahun Depan, Jangan Lupakan Emas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/622/2315501/pilihan-investasi-di-tahun-depan-jangan-lupakan-emas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/622/2315501/pilihan-investasi-di-tahun-depan-jangan-lupakan-emas</guid><pubDate>Rabu 25 November 2020 06:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/24/622/2315501/pilihan-investasi-di-tahun-depan-jangan-lupakan-emas-aADxjahCC1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/24/622/2315501/pilihan-investasi-di-tahun-depan-jangan-lupakan-emas-aADxjahCC1.jpg</image><title>Investasi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Perekonomian Indonesia sedang dilanda resesi akibat tak mampu menahan serangan virus corona sejak Maret 2020 lalu. Akibatnya, terdapat sekelompok orang yang mengalami kesulitan ekonomi karena kehilangan pekerjaan atau usahanya bangkrut. Bahkan, pengelolaan keuangan pun menjadi sangat dibutuhkan saat ini.

Namun, tentunya krisis tersebut tak menimpa semua orang. Masih ada beberapa lainnya yang merasa hidupnya lebih beruntung ketika wabah ini membuat kelesuan ekonomi seluruh negara.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 3 Cara Mudah Siapkan Dana Darurat agar Keuangan Selamat
Salah satu contohnya adalah mereka yang bekerja di sektor teknologi dan kesehatan. Selain itu, yakni para pengusaha yang pintar mengambil peluang dari sebuah musibah, yakni menjalani bisnisnya secara daring.

Bagi mereka yang tak terkena imbas akibat gejolak ekonomi ini pastinya masih mempunyai cadangan uang yang cukup berlimpah. Sehingga, supaya jumlah uang yang Anda miliki bertambah, maka sebaiknya tak hanya ditabung, melainkan dilarikan ke dalam produk investasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Begini Cara agar BLT Tak Ludes saat Libur Akhir Tahun
Lalu, di tengah situasi ekonomi yang masih tak bisa diprediksi seperti sekarang ini, jenis investasi apa yang aman dimiliki? Pasalnya, hingga kini belum  ada yang mengetahui kapan pandemi ini akan berakhir.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho mengimbau agar Anda memilih instrumen investasi yang relatif risikonya rendah dan mudah untuk dicairkan.

&quot;Pilihannya seperti deposito, obligasi atau sukuk ritel, ataupun reksadana berbasis pendapatan tetap atau berbasis pasar uang. Selain itu logam mulia juga bisa menjadi alternatif yang menarik,&quot; ujarnya kepada Okezone, Rabu&amp;nbsp; (25/11/2020).Selain itu, berinvestasi ke ranah properti juga bisa menjadi  alternatif Anda. Namun, perlu diingat karena produk investasi tersebut  bukan merupakan instrumen yang keuntungannya dapat diraih dalam waktu  yang singkat.

&quot;Property juga dapat menjadi alternatif yang menguntungkan untuk  investasi jangka panjang semisal di atas 5 tahun. Namun bagi yang  berkarakter agresif, bisa memilih reksadana campuran atau reksadana  pasar saham karena ada kemungkinan nilai aktiva bersihnya sudah mulai  naik lagi,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perekonomian Indonesia sedang dilanda resesi akibat tak mampu menahan serangan virus corona sejak Maret 2020 lalu. Akibatnya, terdapat sekelompok orang yang mengalami kesulitan ekonomi karena kehilangan pekerjaan atau usahanya bangkrut. Bahkan, pengelolaan keuangan pun menjadi sangat dibutuhkan saat ini.

Namun, tentunya krisis tersebut tak menimpa semua orang. Masih ada beberapa lainnya yang merasa hidupnya lebih beruntung ketika wabah ini membuat kelesuan ekonomi seluruh negara.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 3 Cara Mudah Siapkan Dana Darurat agar Keuangan Selamat
Salah satu contohnya adalah mereka yang bekerja di sektor teknologi dan kesehatan. Selain itu, yakni para pengusaha yang pintar mengambil peluang dari sebuah musibah, yakni menjalani bisnisnya secara daring.

Bagi mereka yang tak terkena imbas akibat gejolak ekonomi ini pastinya masih mempunyai cadangan uang yang cukup berlimpah. Sehingga, supaya jumlah uang yang Anda miliki bertambah, maka sebaiknya tak hanya ditabung, melainkan dilarikan ke dalam produk investasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Begini Cara agar BLT Tak Ludes saat Libur Akhir Tahun
Lalu, di tengah situasi ekonomi yang masih tak bisa diprediksi seperti sekarang ini, jenis investasi apa yang aman dimiliki? Pasalnya, hingga kini belum  ada yang mengetahui kapan pandemi ini akan berakhir.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho mengimbau agar Anda memilih instrumen investasi yang relatif risikonya rendah dan mudah untuk dicairkan.

&quot;Pilihannya seperti deposito, obligasi atau sukuk ritel, ataupun reksadana berbasis pendapatan tetap atau berbasis pasar uang. Selain itu logam mulia juga bisa menjadi alternatif yang menarik,&quot; ujarnya kepada Okezone, Rabu&amp;nbsp; (25/11/2020).Selain itu, berinvestasi ke ranah properti juga bisa menjadi  alternatif Anda. Namun, perlu diingat karena produk investasi tersebut  bukan merupakan instrumen yang keuntungannya dapat diraih dalam waktu  yang singkat.

&quot;Property juga dapat menjadi alternatif yang menguntungkan untuk  investasi jangka panjang semisal di atas 5 tahun. Namun bagi yang  berkarakter agresif, bisa memilih reksadana campuran atau reksadana  pasar saham karena ada kemungkinan nilai aktiva bersihnya sudah mulai  naik lagi,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
