<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Transaksi E-Commerce via Uang Elektronik Tembus Rp70 Triliun</title><description>Bank Indonesia (BI) menyebut tren penggunaan teknologi digital untuk transaksi meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/622/2316156/transaksi-e-commerce-via-uang-elektronik-tembus-rp70-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/622/2316156/transaksi-e-commerce-via-uang-elektronik-tembus-rp70-triliun"/><item><title> Transaksi E-Commerce via Uang Elektronik Tembus Rp70 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/622/2316156/transaksi-e-commerce-via-uang-elektronik-tembus-rp70-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/25/622/2316156/transaksi-e-commerce-via-uang-elektronik-tembus-rp70-triliun</guid><pubDate>Rabu 25 November 2020 18:52 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/25/622/2316156/transaksi-e-commerce-via-uang-elektronik-tembus-rp70-triliun-NKGhu1jiwS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja Online (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/25/622/2316156/transaksi-e-commerce-via-uang-elektronik-tembus-rp70-triliun-NKGhu1jiwS.jpg</image><title>Belanja Online (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut tren penggunaan teknologi digital untuk transaksi meningkat. Apalagi di tengah pandemi covid-19 yang mana aktivitas masyarakat dibatasi dengan kebijakan PSBB.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, tren peningkatan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia terus meningkat di tengah pandemi covid-19. Hal ini sejalan dengan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi nirsentuh.

&quot;Kondisi pandemi membuat aktivitas inovasi keuangan digital (IKD) terus meningkat sejalan dengan kesadaran masyarakat dan perubahan perilaku untuk menggunakan e-commerce seiring adanya pembatasan aktivitas fisik masyarakat,&quot; ujarnya dalam Penutupan Indonesia Fintech Summit 2020 virtual, Rabu (25/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bos BI Catat Transaksi Elektronik Naik 14,8%&amp;nbsp;
Menurut Destri, peningkatan ini terlihat dari data transaksi e-commerce di kuartal III-2029 yang meningkat menjadi Rp70 triliun. Pada di periode yang sama tahun lalu, transaksi e-commerce hanya Rp60 triliun.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNy80LzEyMzE5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut Destry, peningkatan transaksi e-commerce tersebut juga diikuti dengan transformasi pembayaran menggunakan transfer bank ke alat pembayaran lainnya. Karena, beberapa masyarakat kini mulai menggunakan uang elektronik.

Per kuartal III-2020, pembayaran e-commerce menggunakan uang elektronik sudah mencapai 42% dari total pembayaran. Angka ini mengalami peningkatan signifikan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang baru mencapai 11% .

&quot;Dengan tren digitalisasi yang berlanjut, maka transformasi penggunaan alat pembayaran diperkirakan akan juga berlanjut termasuk untuk penggunaan uang elektronik,&quot; ucapnya</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut tren penggunaan teknologi digital untuk transaksi meningkat. Apalagi di tengah pandemi covid-19 yang mana aktivitas masyarakat dibatasi dengan kebijakan PSBB.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, tren peningkatan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia terus meningkat di tengah pandemi covid-19. Hal ini sejalan dengan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi nirsentuh.

&quot;Kondisi pandemi membuat aktivitas inovasi keuangan digital (IKD) terus meningkat sejalan dengan kesadaran masyarakat dan perubahan perilaku untuk menggunakan e-commerce seiring adanya pembatasan aktivitas fisik masyarakat,&quot; ujarnya dalam Penutupan Indonesia Fintech Summit 2020 virtual, Rabu (25/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bos BI Catat Transaksi Elektronik Naik 14,8%&amp;nbsp;
Menurut Destri, peningkatan ini terlihat dari data transaksi e-commerce di kuartal III-2029 yang meningkat menjadi Rp70 triliun. Pada di periode yang sama tahun lalu, transaksi e-commerce hanya Rp60 triliun.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNy80LzEyMzE5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut Destry, peningkatan transaksi e-commerce tersebut juga diikuti dengan transformasi pembayaran menggunakan transfer bank ke alat pembayaran lainnya. Karena, beberapa masyarakat kini mulai menggunakan uang elektronik.

Per kuartal III-2020, pembayaran e-commerce menggunakan uang elektronik sudah mencapai 42% dari total pembayaran. Angka ini mengalami peningkatan signifikan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang baru mencapai 11% .

&quot;Dengan tren digitalisasi yang berlanjut, maka transformasi penggunaan alat pembayaran diperkirakan akan juga berlanjut termasuk untuk penggunaan uang elektronik,&quot; ucapnya</content:encoded></item></channel></rss>
