<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamendag: RI Jajaki Peluang Ekspor Produk Digital</title><description>Pandemi Covid 19 yang membawa dampak negatif di berbagai sektor usaha di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316739/wamendag-ri-jajaki-peluang-ekspor-produk-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316739/wamendag-ri-jajaki-peluang-ekspor-produk-digital"/><item><title>Wamendag: RI Jajaki Peluang Ekspor Produk Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316739/wamendag-ri-jajaki-peluang-ekspor-produk-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316739/wamendag-ri-jajaki-peluang-ekspor-produk-digital</guid><pubDate>Kamis 26 November 2020 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/26/320/2316739/wamendag-ri-jajaki-peluang-ekspor-produk-digital-xQtdFQR6EN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamendag (Dok. Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/26/320/2316739/wamendag-ri-jajaki-peluang-ekspor-produk-digital-xQtdFQR6EN.jpg</image><title>Wamendag (Dok. Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid 19 yang membawa dampak negatif di berbagai sektor usaha di Indonesia, memunculkan banyak ide baru untuk pengembangan usaha. Salah satunya yang kini tengah dibidik oleh kementerian perdagangan adalah produk digital.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam acara webinar dengan tema &quot;Memetakan Peluang Bisnis di masa Pandemi Covid19&quot; yang diselenggarakan STIE Bisnis Indonesia mengatakan, pandemi covid 19 membuat banyak bidang usaha beralih dari konvensional ke digital yang dilakukan secara online sehingga maka membuka peluang baru berupa potensi pasar digital.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Head to Head dengan Filipina, RI Siap Rajai Ekspor Buah ke Eropa
&quot;Saat ini ekspor perdagangan luar negeri kita masih didominai sektor migas dan non migas. Namun dengan adanya perubahan perilaku konsumen, membuka peluang bagi kita untuk menjajaki ekspor dalam bentuk produk digital,&quot; ujar Jerry, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya Produk digital yang kini tengah dijajaki untuk bisa dikembangkan dan diekspor adalah game online. Saat ini, lanjutnya, Indonesia sudah banyak memiliki creator game online yang seratus persen merupakan karya anak bangsa. &quot;Korea selatan, pendapatan utamanya bukan dari K-POP tapi dari game online. Dengan berjualan game online bisa menghasilkan puluhan juta dolar. Kita tinggal mendorong agar hal itu bisa kita lakukan,&quot; tambahnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekspor ke AS, RI Bisa Berjaya di Bidang Teknologi
Lebih lanjut Jerry mengatakan, saat ini kemeneterian perdagangan mengidentifikasi adanya empat peluang yang bisa di manfaatkan ditengah pandemi wabah Corona ini, diantaranya adanya pertumbuhan nilai perdagangan produk potensial baru, relokasi pusat industri dan investasi global, pemanfaatan potensi pasar kawasan potensial dan transformasi digital dan perkembangan teknologi yang kian masif.Pada kesempatan yang sama Direktur Operasi PT Angkasa Pura Logistik  Akhmad Munir mengatakan, pandemi covid telah memukul bahyak sektor  usaha, namun demikian pihaknya merasa yakin bisnis logistik tidak akan  banyak terimbas pandemi ini. Ia yakin, selama masih ada kehidupan, maka  kegiatan pengiriman barang tidak akan terhenti.

Untuk mensiasatinya, kini pihak logistik juga tengah mengembangkan  sistem perlogistikan terpadu dengan bantuan alat IT yang komprehensif.  &quot;Jadi tidak hanya bagaimana menconecting dan mendistribusikan barang,  tapi konsumen juga bisa melihat dimana posisi barangnya. Ini adalah  peluang bisnis. Fitur pendukung usaha logistik juga masih terbuka  lebar,&quot; kata Akhmad Munir.

Praktisi Media Arif Budisusilo mengatakan pandemi telah mengubah  perilaku konsumen dan membuka peluang baru bagi industri Media. Covid  memaksa industri media untuk berinovasi dengan melakukan pengembangan  multiplatfom diantaranya dengan memanfaatkan media digital seperti  sosial media dan youtube channel.

&quot;Kini media bisa mendapatkan banyak sumber melalui media lain. Namun  demikian tetap harus mengedepankan akurasi, relevansi dan manfaat,&quot; ujar  Arif. Menurutnya, kunci media dalam menghadapi pandemi adalah survival  atau bertahan, restart dengan mengubah bisnis dan yang terakhir dengan  melakukan inovasi baru.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid 19 yang membawa dampak negatif di berbagai sektor usaha di Indonesia, memunculkan banyak ide baru untuk pengembangan usaha. Salah satunya yang kini tengah dibidik oleh kementerian perdagangan adalah produk digital.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam acara webinar dengan tema &quot;Memetakan Peluang Bisnis di masa Pandemi Covid19&quot; yang diselenggarakan STIE Bisnis Indonesia mengatakan, pandemi covid 19 membuat banyak bidang usaha beralih dari konvensional ke digital yang dilakukan secara online sehingga maka membuka peluang baru berupa potensi pasar digital.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Head to Head dengan Filipina, RI Siap Rajai Ekspor Buah ke Eropa
&quot;Saat ini ekspor perdagangan luar negeri kita masih didominai sektor migas dan non migas. Namun dengan adanya perubahan perilaku konsumen, membuka peluang bagi kita untuk menjajaki ekspor dalam bentuk produk digital,&quot; ujar Jerry, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya Produk digital yang kini tengah dijajaki untuk bisa dikembangkan dan diekspor adalah game online. Saat ini, lanjutnya, Indonesia sudah banyak memiliki creator game online yang seratus persen merupakan karya anak bangsa. &quot;Korea selatan, pendapatan utamanya bukan dari K-POP tapi dari game online. Dengan berjualan game online bisa menghasilkan puluhan juta dolar. Kita tinggal mendorong agar hal itu bisa kita lakukan,&quot; tambahnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekspor ke AS, RI Bisa Berjaya di Bidang Teknologi
Lebih lanjut Jerry mengatakan, saat ini kemeneterian perdagangan mengidentifikasi adanya empat peluang yang bisa di manfaatkan ditengah pandemi wabah Corona ini, diantaranya adanya pertumbuhan nilai perdagangan produk potensial baru, relokasi pusat industri dan investasi global, pemanfaatan potensi pasar kawasan potensial dan transformasi digital dan perkembangan teknologi yang kian masif.Pada kesempatan yang sama Direktur Operasi PT Angkasa Pura Logistik  Akhmad Munir mengatakan, pandemi covid telah memukul bahyak sektor  usaha, namun demikian pihaknya merasa yakin bisnis logistik tidak akan  banyak terimbas pandemi ini. Ia yakin, selama masih ada kehidupan, maka  kegiatan pengiriman barang tidak akan terhenti.

Untuk mensiasatinya, kini pihak logistik juga tengah mengembangkan  sistem perlogistikan terpadu dengan bantuan alat IT yang komprehensif.  &quot;Jadi tidak hanya bagaimana menconecting dan mendistribusikan barang,  tapi konsumen juga bisa melihat dimana posisi barangnya. Ini adalah  peluang bisnis. Fitur pendukung usaha logistik juga masih terbuka  lebar,&quot; kata Akhmad Munir.

Praktisi Media Arif Budisusilo mengatakan pandemi telah mengubah  perilaku konsumen dan membuka peluang baru bagi industri Media. Covid  memaksa industri media untuk berinovasi dengan melakukan pengembangan  multiplatfom diantaranya dengan memanfaatkan media digital seperti  sosial media dan youtube channel.

&quot;Kini media bisa mendapatkan banyak sumber melalui media lain. Namun  demikian tetap harus mengedepankan akurasi, relevansi dan manfaat,&quot; ujar  Arif. Menurutnya, kunci media dalam menghadapi pandemi adalah survival  atau bertahan, restart dengan mengubah bisnis dan yang terakhir dengan  melakukan inovasi baru.</content:encoded></item></channel></rss>
