<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Punya 59.418 Tenaga Ahli Halal, Apa Tugasnya?</title><description>Indonesia terus menggenjot ekonomi halal. Pemerintah terus mendorong pengusaha mengembangkan produk halal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316838/indonesia-punya-59-418-tenaga-ahli-halal-apa-tugasnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316838/indonesia-punya-59-418-tenaga-ahli-halal-apa-tugasnya"/><item><title>Indonesia Punya 59.418 Tenaga Ahli Halal, Apa Tugasnya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316838/indonesia-punya-59-418-tenaga-ahli-halal-apa-tugasnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316838/indonesia-punya-59-418-tenaga-ahli-halal-apa-tugasnya</guid><pubDate>Kamis 26 November 2020 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/26/320/2316838/indonesia-punya-59-418-tenaga-ahli-halal-apa-tugasnya-1CDRj8qsDl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Syariah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/26/320/2316838/indonesia-punya-59-418-tenaga-ahli-halal-apa-tugasnya-1CDRj8qsDl.jpg</image><title>Ekonomi Syariah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia terus menggenjot ekonomi halal. Pemerintah terus mendorong pengusaha mengembangkan produk halal.
Adapun, kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) berhasil mencetak ribuan Usaha Kecil Menengah (UKM) Halal berorientasi ekspor.
Baca Juga: Bicara Ekonomi Islam Dunia, Wapres: Harus Kita Manfaatkan
 
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan hingga akhir Oktober 2020, IMT-GT berhasil mencetak sebanyak 4.054 UKM Halal berorientasi ekspor. Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya yaitu 3.000 UKM pada 2021, sehingga targetnya dinaikkan menjadi 7.000 UKM pada akhir 2021.
Tidak hanya jumlah UKM, jumlah Tenaga Ahli Halal juga telah melampaui target yang telah ditetapkan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNy82Ny8xMjQ2ODcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jumlah Tenaga Ahli Halal mencapai 59.418 tenaga ahli, angka tersebut jauh melampaui target sebesar 30.000 tenaga ahli,&quot; kata Agus di Jakarta, Kamis (27/11/2020).
Kata dia, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan krisis dunia yang sangat besar.
&quot;Semua negara menghadapi pertumbuhan yang negatif dan mengakibatkan jutaan orang beresiko kehilangan pekerjaan,&amp;rdquo; bebernya.
Memasuki akhir periode Cetak Biru 2017-2021, IMT-GT perlu melakukan  refleksi terhadap Visi 2036. Menteri Perdagangan menekankan bahwa IMT-GT  harus benar-benar dapat mengidentifikasi strategi sektor dengan target  terukur dan jelas.
Dia juga mengingatkan agar tetap memperhatikan permasalahan yang  terjadi saat ini seperti kesehatan global, revolusi industri, ketahanan  pangan dan energi, kualitas sumber daya manusia serta sumber daya yang  berkelanjutan.
Indonesia mencatat beberapa poin penting yaitu; Pertanian yang  merupakan salah satu sektor utama perlu diperkuat dalam menghadapi  dampak global seperti pandemi Covid-19  dimasa mendatang.
&amp;ldquo;Sektor pertanian perlu memiliki proyek skala ekonomi yang efisien  untuk memudahkan petani mengakses keuangan, informasi, teknologi dan  pemasaran. Disamping itu, IMT-GT harus fokus pada beberapa komoditas  prioritas dan mengembangkan jaringan dengan membentuk korporasi petani,&amp;rdquo;  tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia terus menggenjot ekonomi halal. Pemerintah terus mendorong pengusaha mengembangkan produk halal.
Adapun, kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) berhasil mencetak ribuan Usaha Kecil Menengah (UKM) Halal berorientasi ekspor.
Baca Juga: Bicara Ekonomi Islam Dunia, Wapres: Harus Kita Manfaatkan
 
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan hingga akhir Oktober 2020, IMT-GT berhasil mencetak sebanyak 4.054 UKM Halal berorientasi ekspor. Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya yaitu 3.000 UKM pada 2021, sehingga targetnya dinaikkan menjadi 7.000 UKM pada akhir 2021.
Tidak hanya jumlah UKM, jumlah Tenaga Ahli Halal juga telah melampaui target yang telah ditetapkan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNy82Ny8xMjQ2ODcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jumlah Tenaga Ahli Halal mencapai 59.418 tenaga ahli, angka tersebut jauh melampaui target sebesar 30.000 tenaga ahli,&quot; kata Agus di Jakarta, Kamis (27/11/2020).
Kata dia, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan krisis dunia yang sangat besar.
&quot;Semua negara menghadapi pertumbuhan yang negatif dan mengakibatkan jutaan orang beresiko kehilangan pekerjaan,&amp;rdquo; bebernya.
Memasuki akhir periode Cetak Biru 2017-2021, IMT-GT perlu melakukan  refleksi terhadap Visi 2036. Menteri Perdagangan menekankan bahwa IMT-GT  harus benar-benar dapat mengidentifikasi strategi sektor dengan target  terukur dan jelas.
Dia juga mengingatkan agar tetap memperhatikan permasalahan yang  terjadi saat ini seperti kesehatan global, revolusi industri, ketahanan  pangan dan energi, kualitas sumber daya manusia serta sumber daya yang  berkelanjutan.
Indonesia mencatat beberapa poin penting yaitu; Pertanian yang  merupakan salah satu sektor utama perlu diperkuat dalam menghadapi  dampak global seperti pandemi Covid-19  dimasa mendatang.
&amp;ldquo;Sektor pertanian perlu memiliki proyek skala ekonomi yang efisien  untuk memudahkan petani mengakses keuangan, informasi, teknologi dan  pemasaran. Disamping itu, IMT-GT harus fokus pada beberapa komoditas  prioritas dan mengembangkan jaringan dengan membentuk korporasi petani,&amp;rdquo;  tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
