<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Libur Akhir Tahun, Mendag Prediksi Konsumsi Masyarakat Naik</title><description>Kemendag akan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru pada  Desember 2020 mendatang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316869/jelang-libur-akhir-tahun-mendag-prediksi-konsumsi-masyarakat-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316869/jelang-libur-akhir-tahun-mendag-prediksi-konsumsi-masyarakat-naik"/><item><title>Jelang Libur Akhir Tahun, Mendag Prediksi Konsumsi Masyarakat Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316869/jelang-libur-akhir-tahun-mendag-prediksi-konsumsi-masyarakat-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316869/jelang-libur-akhir-tahun-mendag-prediksi-konsumsi-masyarakat-naik</guid><pubDate>Kamis 26 November 2020 18:44 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/26/320/2316869/jelang-libur-akhir-tahun-mendag-prediksi-konsumsi-masyarakat-naik-FoH2zbAKXh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Liburan (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/26/320/2316869/jelang-libur-akhir-tahun-mendag-prediksi-konsumsi-masyarakat-naik-FoH2zbAKXh.jpg</image><title>Liburan (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang libur akhir tahun untuk Hari Raya Natal dan Tahun Baru pada  Desember 2020 mendatang. Langkah itu seiring dengan proyeksi naiknya angka konsumsi masyarakat menjelang  momentum tersebut.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020 mendorong adanya peningkatan daya beli masyarakat terhadap bahan pokok. Meski begitu, di satu sisi kontribusi bahan-bahan pokok masih terganggu akibat pandemi Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jelang Libur Akhir Tahun, 75.000 Tiket Garuda Sudah Dipesan
&quot;Inflasi tahun kalender untuk kelompok pangan yang bergejolak sebesar 0,12 persen. Hal ini, relatif rendahnya tingkat inflasi tersebut dipengaruhi oleh masih lemahnya permintaan masyarakat dan terjaganya pasokan dan distribusi barang pangan,&quot; kata Agus dalam konferensi pers secara virtual Kamis (26/11/2020).

Dia bilang, rendahnya harga di tingkat petani selama pandemi Covid-19 berpotensi menyebabkan penurunan pasokan bahan pokok ke depan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Libur Akhir Tahun Berkurang, Jatah Liburan PNS Akan Dipangkas
&quot;Karena, berkurangnya insentif untuk produksi serta kondisi musim hujan pada akhirnya tahun berpotensi mengganggu kelancaran retribusi dan pasokan,&quot; kata dia.

Karenanya, dalam mengantisipasi kemungkinan tersebut, Kementerian Perdagangan mengambil sejumlah langkah untuk menjaga kecukupan stok dan pasokan pangan pokok. Hal ini sudah mulai dilakukan di sejumlah daerah.Harapannya, dengan ketersediaan atau kecukupan pangan pokok,  masyarakat tidak terbebani oleh harga pangan serta kelangkaan barang  menjelang Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, potensi kenaikan konsumsi masyarakat juga diharapkan  dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN), yang selanjutnya  berdampak positif pada perekonomian masyarakat itu sendiri. &quot;Khususnya  UMKM yang dalam beberapa bulan terakhir merasakan dampak negatif atas  kelambatan ekonomi nasional,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang libur akhir tahun untuk Hari Raya Natal dan Tahun Baru pada  Desember 2020 mendatang. Langkah itu seiring dengan proyeksi naiknya angka konsumsi masyarakat menjelang  momentum tersebut.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020 mendorong adanya peningkatan daya beli masyarakat terhadap bahan pokok. Meski begitu, di satu sisi kontribusi bahan-bahan pokok masih terganggu akibat pandemi Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jelang Libur Akhir Tahun, 75.000 Tiket Garuda Sudah Dipesan
&quot;Inflasi tahun kalender untuk kelompok pangan yang bergejolak sebesar 0,12 persen. Hal ini, relatif rendahnya tingkat inflasi tersebut dipengaruhi oleh masih lemahnya permintaan masyarakat dan terjaganya pasokan dan distribusi barang pangan,&quot; kata Agus dalam konferensi pers secara virtual Kamis (26/11/2020).

Dia bilang, rendahnya harga di tingkat petani selama pandemi Covid-19 berpotensi menyebabkan penurunan pasokan bahan pokok ke depan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Libur Akhir Tahun Berkurang, Jatah Liburan PNS Akan Dipangkas
&quot;Karena, berkurangnya insentif untuk produksi serta kondisi musim hujan pada akhirnya tahun berpotensi mengganggu kelancaran retribusi dan pasokan,&quot; kata dia.

Karenanya, dalam mengantisipasi kemungkinan tersebut, Kementerian Perdagangan mengambil sejumlah langkah untuk menjaga kecukupan stok dan pasokan pangan pokok. Hal ini sudah mulai dilakukan di sejumlah daerah.Harapannya, dengan ketersediaan atau kecukupan pangan pokok,  masyarakat tidak terbebani oleh harga pangan serta kelangkaan barang  menjelang Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, potensi kenaikan konsumsi masyarakat juga diharapkan  dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN), yang selanjutnya  berdampak positif pada perekonomian masyarakat itu sendiri. &quot;Khususnya  UMKM yang dalam beberapa bulan terakhir merasakan dampak negatif atas  kelambatan ekonomi nasional,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
