<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Ngobrol Bareng Gus Miftah&quot; iNews, Jumat Pukul 20.00: Menaker Ida Fauziyah Bicara tentang Angkatan Kerja</title><description>Pandemi Covid-19 tidak hanya merenggut nyawa tetapi juga menimbulkan turbulensi ekonomi yang mendorong Indonesia resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316939/ngobrol-bareng-gus-miftah-inews-jumat-pukul-20-00-menaker-ida-fauziyah-bicara-tentang-angkatan-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316939/ngobrol-bareng-gus-miftah-inews-jumat-pukul-20-00-menaker-ida-fauziyah-bicara-tentang-angkatan-kerja"/><item><title>&quot;Ngobrol Bareng Gus Miftah&quot; iNews, Jumat Pukul 20.00: Menaker Ida Fauziyah Bicara tentang Angkatan Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316939/ngobrol-bareng-gus-miftah-inews-jumat-pukul-20-00-menaker-ida-fauziyah-bicara-tentang-angkatan-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/320/2316939/ngobrol-bareng-gus-miftah-inews-jumat-pukul-20-00-menaker-ida-fauziyah-bicara-tentang-angkatan-kerja</guid><pubDate>Kamis 26 November 2020 20:56 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/26/320/2316939/ngobrol-bareng-gus-miftah-inews-jumat-pukul-20-00-menaker-ida-fauziyah-bicara-tentang-angkatan-kerja-zrITldCdak.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menaker Ida Fauziyah (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/26/320/2316939/ngobrol-bareng-gus-miftah-inews-jumat-pukul-20-00-menaker-ida-fauziyah-bicara-tentang-angkatan-kerja-zrITldCdak.jpg</image><title>Menaker Ida Fauziyah (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19 tidak hanya merenggut nyawa tetapi juga menimbulkan turbulensi ekonomi yang mendorong Indonesia masuk ke dalam jurang resesi. Tidak sedikit perusahaan yang bangkrut atau terpaksa melakukan efisensi dengan memberlakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia periode Agustus 2020 mencapai 9,77 juta orang, naik dari 7,10 juta orang pada Agustus 2019. Angka ini akan terus bertambah jika gelombang PHK tidak diredam.
Baca Juga: Banyak PHK, Serapan Tenaga Kerja Industri Turun akibat Covid-19
 
Lalu, bagaimana pemerintah mengatasi problematika PHK, pengangguran, dan ketenagakerjaan di Indonesia pada masa pandemi Covid-19 ini?
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan kepada Gus Miftah, pemerintah terus berupaya agar PHK tidak semakin meluas akibat pandemi Covid-19. &quot;Pemerintah melakukan banyak langkah agar PHK tidak semakin meluas. PHK menjadi pilihan terakhir dan kalau lihat data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dari 2,1 juta yang terdampak pandemi Covid-19, rata-rata pekerja formal kebanyakan dirumahkan, bukan di-PHK. Sekitar 20-25% yang di-PHK,&quot; ungkap Ida Fauziyah, di Jakarta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8xMi8xNi80LzEyMTEwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ngobrol Bareng Gus Miftah&quot; episode Jumat 27 November 2020, pukul 20.00 di iNews, akan mengungkap banyak pelajaran penting tentang memaknai masalah yang timbul akibat pandemi Covid-19. Gus Miftah mengatakan, karena pandemi banyak orang khawatir dengan rezekinya.
&quot;Allah SWT menjamin rezeki untuk hamba-Nya. Jika kita meragukan rezeki-Nya, berarti kita meragukan Sang Pemberi Rezeki,&quot; tuturnya.
Tak hanya buka-bukaan soal angkatan kerja di masa pandemi, Menaker  Ida Fauziyah juga menuturkan kesannya pada sosok Presiden Republik  Indonesia yang keempat, Gus Dur.  &quot;Sosok Gus Dur masih diperlukan dalam  kondisi bahwa kita masih punya tantangan pluralitas yang luar biasa,&quot;  katanya.
Sejak penayangan perdananya pada Selasa (22/9/2020) Ngobrol Bareng  Gus Miftah telah menghadirkan tokoh terkenal di antaranya Menteri  Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi  Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Anies  Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Syekh Ali Jaber, Ustaz Yusuf  Mansur dan Deddy Corbuzier.
Saksikan selengkapnya Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah bicara  angkatan kerja dalam acara &quot;Ngobrol Bareng Gus Miftah&quot; yang akan  disiarkan stasiun televisi milik MNC Group,  iNews, pada Jumat  (27/11/2020), pukul 20.00 WIB. Program ini juga bisa disaksikan di  aplikasi RCTI+ atau www.rctiplus.com.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19 tidak hanya merenggut nyawa tetapi juga menimbulkan turbulensi ekonomi yang mendorong Indonesia masuk ke dalam jurang resesi. Tidak sedikit perusahaan yang bangkrut atau terpaksa melakukan efisensi dengan memberlakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia periode Agustus 2020 mencapai 9,77 juta orang, naik dari 7,10 juta orang pada Agustus 2019. Angka ini akan terus bertambah jika gelombang PHK tidak diredam.
Baca Juga: Banyak PHK, Serapan Tenaga Kerja Industri Turun akibat Covid-19
 
Lalu, bagaimana pemerintah mengatasi problematika PHK, pengangguran, dan ketenagakerjaan di Indonesia pada masa pandemi Covid-19 ini?
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan kepada Gus Miftah, pemerintah terus berupaya agar PHK tidak semakin meluas akibat pandemi Covid-19. &quot;Pemerintah melakukan banyak langkah agar PHK tidak semakin meluas. PHK menjadi pilihan terakhir dan kalau lihat data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dari 2,1 juta yang terdampak pandemi Covid-19, rata-rata pekerja formal kebanyakan dirumahkan, bukan di-PHK. Sekitar 20-25% yang di-PHK,&quot; ungkap Ida Fauziyah, di Jakarta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8xMi8xNi80LzEyMTEwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ngobrol Bareng Gus Miftah&quot; episode Jumat 27 November 2020, pukul 20.00 di iNews, akan mengungkap banyak pelajaran penting tentang memaknai masalah yang timbul akibat pandemi Covid-19. Gus Miftah mengatakan, karena pandemi banyak orang khawatir dengan rezekinya.
&quot;Allah SWT menjamin rezeki untuk hamba-Nya. Jika kita meragukan rezeki-Nya, berarti kita meragukan Sang Pemberi Rezeki,&quot; tuturnya.
Tak hanya buka-bukaan soal angkatan kerja di masa pandemi, Menaker  Ida Fauziyah juga menuturkan kesannya pada sosok Presiden Republik  Indonesia yang keempat, Gus Dur.  &quot;Sosok Gus Dur masih diperlukan dalam  kondisi bahwa kita masih punya tantangan pluralitas yang luar biasa,&quot;  katanya.
Sejak penayangan perdananya pada Selasa (22/9/2020) Ngobrol Bareng  Gus Miftah telah menghadirkan tokoh terkenal di antaranya Menteri  Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi  Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Anies  Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Syekh Ali Jaber, Ustaz Yusuf  Mansur dan Deddy Corbuzier.
Saksikan selengkapnya Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah bicara  angkatan kerja dalam acara &quot;Ngobrol Bareng Gus Miftah&quot; yang akan  disiarkan stasiun televisi milik MNC Group,  iNews, pada Jumat  (27/11/2020), pukul 20.00 WIB. Program ini juga bisa disaksikan di  aplikasi RCTI+ atau www.rctiplus.com.</content:encoded></item></channel></rss>
