<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Tekankan UMKM Harus Melek Digital</title><description>Wakil Presiden Ma'ruf Amin menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi  digital bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/455/2316826/wapres-tekankan-umkm-harus-melek-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/455/2316826/wapres-tekankan-umkm-harus-melek-digital"/><item><title>Wapres Tekankan UMKM Harus Melek Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/455/2316826/wapres-tekankan-umkm-harus-melek-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/455/2316826/wapres-tekankan-umkm-harus-melek-digital</guid><pubDate>Kamis 26 November 2020 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/26/455/2316826/wapres-tekankan-umkm-harus-melek-digital-GrVZFZpPYa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UMKM (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/26/455/2316826/wapres-tekankan-umkm-harus-melek-digital-GrVZFZpPYa.jpg</image><title>UMKM (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya, saat ini beberapa market place telah memfasilitasi para pelaku UMKM agar dapat menjual produknya secara online.
Baca Juga: Penghasil Sagu Terbaik, UMKM Papua Diminta Jual Komoditas Unggulan
 
Adapun berdasarkan hasil survei Bank Dunia menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi digital ini atau melakukan aktivitas pemasaran secara online mengalami penurunan lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan pemasaran secara online.
&quot;Dalam skala global, pelaku usaha syariah skala mikro dan kecil juga didorong agar menjadi bagian dari rantai nilai industri halal global (Global Halal Value Chain) untuk memacu pertumbuhan usaha dan peningkatan ketahanan ekonomi umat,&quot; ujar Ma'ruf dalam acara Indonesia Islamic Festival (IIFEST) Webinar Series 2020, Kamis (26/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8zMS80LzEyMzk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dengan mendorong keterlibatan UMKM dan juga perusahaan skala besar dalam rantai nilai industri halal global, Ma'ruf menyebut hal ini dapat mencapai dua tujuan sekaligus yaitu menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri serta sekaligus menjadi pemain global dalam industri produk halal.Menurut data tahun 2018, Indonesia masih menjadi konsumen terbesar  produk halal dunia dengan total belanja sebesar USD214 miliar, khususnya  untuk produk makanan dan minuman halal. Sementara itu, kontribusi  ekspor produk halal Indonesia baru berkisar 3,8% dari total pasar halal  dunia.
&quot;Pasar ekspor produk halal masih didominasi oleh negara-negara yang  bukan mayoritas berpenduduk muslim. Karena itu, visi pengembangan  industri halal Indonesia adalah selain untuk mengisi kebutuhan domestik  yang sangat besar, juga untuk memperluas peran dalam perdagangan produk  halal global,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya, saat ini beberapa market place telah memfasilitasi para pelaku UMKM agar dapat menjual produknya secara online.
Baca Juga: Penghasil Sagu Terbaik, UMKM Papua Diminta Jual Komoditas Unggulan
 
Adapun berdasarkan hasil survei Bank Dunia menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi digital ini atau melakukan aktivitas pemasaran secara online mengalami penurunan lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan pemasaran secara online.
&quot;Dalam skala global, pelaku usaha syariah skala mikro dan kecil juga didorong agar menjadi bagian dari rantai nilai industri halal global (Global Halal Value Chain) untuk memacu pertumbuhan usaha dan peningkatan ketahanan ekonomi umat,&quot; ujar Ma'ruf dalam acara Indonesia Islamic Festival (IIFEST) Webinar Series 2020, Kamis (26/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8zMS80LzEyMzk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dengan mendorong keterlibatan UMKM dan juga perusahaan skala besar dalam rantai nilai industri halal global, Ma'ruf menyebut hal ini dapat mencapai dua tujuan sekaligus yaitu menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri serta sekaligus menjadi pemain global dalam industri produk halal.Menurut data tahun 2018, Indonesia masih menjadi konsumen terbesar  produk halal dunia dengan total belanja sebesar USD214 miliar, khususnya  untuk produk makanan dan minuman halal. Sementara itu, kontribusi  ekspor produk halal Indonesia baru berkisar 3,8% dari total pasar halal  dunia.
&quot;Pasar ekspor produk halal masih didominasi oleh negara-negara yang  bukan mayoritas berpenduduk muslim. Karena itu, visi pengembangan  industri halal Indonesia adalah selain untuk mengisi kebutuhan domestik  yang sangat besar, juga untuk memperluas peran dalam perdagangan produk  halal global,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
