<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Makin Banyak Simpan Duit di Bank BUKU IV</title><description>Data Oktober menunjukkan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan masih sejalan dengan perkembangan perekonomian nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/622/2316532/masyarakat-makin-banyak-simpan-duit-di-bank-buku-iv</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/622/2316532/masyarakat-makin-banyak-simpan-duit-di-bank-buku-iv"/><item><title>Masyarakat Makin Banyak Simpan Duit di Bank BUKU IV</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/622/2316532/masyarakat-makin-banyak-simpan-duit-di-bank-buku-iv</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/622/2316532/masyarakat-makin-banyak-simpan-duit-di-bank-buku-iv</guid><pubDate>Kamis 26 November 2020 12:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/26/622/2316532/masyarakat-makin-banyak-simpan-duit-di-bank-buku-iv-80PpMAgome.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perbankan (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/26/622/2316532/masyarakat-makin-banyak-simpan-duit-di-bank-buku-iv-80PpMAgome.jpg</image><title>Perbankan (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat data Oktober menunjukkan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan masih sejalan dengan perkembangan perekonomian nasional.

Data Oktober, Dana Pihak Ketiga (DPK) masih tumbuh di level tinggi sebesar 12,12% yoy, didorong oleh pertumbuhan DPK BUKU IV yang mencapai 13,79% (yoy).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dana Titipan ke Bank Bersifat Deposito tapi Ada Tanda Kutipnya
&quot;Dana Pihak Ketiga (DPK) masih tumbuh di level tinggi sebesar 12,12% yoy, didorong oleh pertumbuhan DPK BUKU 4 yang mencapai 13,79% (yoy),&quot; ujar Ketua OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Sementara itu, perbankan mencatatkan kredit baru sebesar Rp130,92 triliun, namun tingginya pelunasan kredit dan hapus buku oleh perbankan untuk memitigasi risiko kredit menyebabkan pertumbuhan kredit terkontraksi sebesar -0,47% yoy.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Siapa Cepat Dia Dapat, Masih Ada Rp2,49 Triliun untuk Bank
&quot; Kontraksi kredit perbankan lebih banyak disebabkan menurunnya kredit modal kerja dampak masih tertekannya permintaan pada sektor usaha,&quot; katanya.OJK akan mendorong intermediasi perbankan pada beberapa sektor usaha  yang mulai kembali pulih seperti asuransi dan dana pensiun, jasa  penunjang perantara keuangan, industri kimia, farmasi dan obat  tradisional, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial  wajib serta sektor pengadaan air, pengelohan sampah, limbah dan daur  ulang.

&quot;Di industri keuangan non-bank, piutang Perusahaan Pembiayaan  terkontraksi sebesar -15,7% yoy seiring belum pulihnya pasar kendaraan  bermotor yang merupakan sektor ekonomi yang memiliki kontribusi terbesar  dalam pembiayaan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat data Oktober menunjukkan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan masih sejalan dengan perkembangan perekonomian nasional.

Data Oktober, Dana Pihak Ketiga (DPK) masih tumbuh di level tinggi sebesar 12,12% yoy, didorong oleh pertumbuhan DPK BUKU IV yang mencapai 13,79% (yoy).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dana Titipan ke Bank Bersifat Deposito tapi Ada Tanda Kutipnya
&quot;Dana Pihak Ketiga (DPK) masih tumbuh di level tinggi sebesar 12,12% yoy, didorong oleh pertumbuhan DPK BUKU 4 yang mencapai 13,79% (yoy),&quot; ujar Ketua OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Sementara itu, perbankan mencatatkan kredit baru sebesar Rp130,92 triliun, namun tingginya pelunasan kredit dan hapus buku oleh perbankan untuk memitigasi risiko kredit menyebabkan pertumbuhan kredit terkontraksi sebesar -0,47% yoy.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Siapa Cepat Dia Dapat, Masih Ada Rp2,49 Triliun untuk Bank
&quot; Kontraksi kredit perbankan lebih banyak disebabkan menurunnya kredit modal kerja dampak masih tertekannya permintaan pada sektor usaha,&quot; katanya.OJK akan mendorong intermediasi perbankan pada beberapa sektor usaha  yang mulai kembali pulih seperti asuransi dan dana pensiun, jasa  penunjang perantara keuangan, industri kimia, farmasi dan obat  tradisional, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial  wajib serta sektor pengadaan air, pengelohan sampah, limbah dan daur  ulang.

&quot;Di industri keuangan non-bank, piutang Perusahaan Pembiayaan  terkontraksi sebesar -15,7% yoy seiring belum pulihnya pasar kendaraan  bermotor yang merupakan sektor ekonomi yang memiliki kontribusi terbesar  dalam pembiayaan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
