<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Jitu Jaga Uang Digital dari Modus Penipuan</title><description>Banyaknya modus penipuan uang sangat memprihatinkan dengan berbagai macam modus.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/622/2316597/cara-jitu-jaga-uang-digital-dari-modus-penipuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/622/2316597/cara-jitu-jaga-uang-digital-dari-modus-penipuan"/><item><title>Cara Jitu Jaga Uang Digital dari Modus Penipuan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/622/2316597/cara-jitu-jaga-uang-digital-dari-modus-penipuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/26/622/2316597/cara-jitu-jaga-uang-digital-dari-modus-penipuan</guid><pubDate>Kamis 26 November 2020 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Reza Andrafirdaus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/26/622/2316597/cara-jitu-jaga-uang-digital-dari-modus-penipuan-2EHgCLxfeT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dompet Digital (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/26/622/2316597/cara-jitu-jaga-uang-digital-dari-modus-penipuan-2EHgCLxfeT.jpg</image><title>Dompet Digital (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Banyaknya modus penipuan uang sangat memprihatinkan dengan berbagai macam modus. Keamanan uang terutama di dunia digital yang dimiliki akan terancam jika tidak melindunginya.

Semua orang mungkin pernah pendapatkan pesan singkat di smartphonenya untuk mentransfer sejumlah uang karena keadaan darurat. Hal tersebut merupakan salah satu modus penipuan yang akan membuat uang hilang sekejap. Modus tersebut terus berkembang dan perkembangan itu harus diketahui supaya tak terjebak olehnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Terungkap! Banyak Nasabah Kena Kasus Gagal Bayar
Dilansir dari Real SImple, Kamis (26/11/2020), Federal Trade Commission mengatakan, gunakanlah strategi yang disarankan oleh ahli untuk menjaga keamanan uang. Berikut beberapa cara yang direkomendasikan untuk menjaga uang yang dimiliki.

 
1. Tolak Robocall

Hampir 900 juta robocall dilakukan tiap tahunnya. Menurut sebuah aplikasi yang menganalisis pemblokiran panggilan robocall, Youmail, korban mungin bisa bertahan ketika mendapatkan panggilan mengenai penawaran peminaman tanpa bunga atau terdapat masalah pada kartu kredit. Namun, dengan skema lain yang lebih licik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Waspada! Ini Modus Penawaran Investasi Bodong di Tengah Corona
Jika menjawab pertanyaan dari si pelaku, suara yang korban keluarkan akan dugunakan sebagai &amp;ldquo;tanda tangan suara&amp;rdquo; untuk mengotorisasi tuduhan melalui telepon. JIka mendapat panggilan ini, lebih baik diam dan jangan menjawab pertanyaan yang diberikan. Ketika sudah terlanjur menjawab, jangan patuhi perintah yang diberikan supaya tidak dikelabui oleh pelaku.

 
2. Miliki Penasihat Pribadi

Catherine Scrivano, pendiri Casco Financial Group mengatakan, penasihat pribadi berfungsi agar keputusan finasial yang akan diambil tidak diputuskan secara asal. Biasanya berupa pengelola keuangan dan pengacara. Kemudian berkomitmen untuk menjalankan keputusan mereka.

&amp;ldquo;Jika seseorang atau siapa pun mendekati Anda dengan proposisi keuangan, bersiaplah untuk menanggapi, 'Saya memiliki tim penasihat yang saya ajak bicara sebelum saya membuat keputusan.' Itu saja akan membelokkan penipu.&amp;rdquo; katanya.3. Miliki Email yang Aman

Seorang Investor Real Estate, Mindy Jensen mengatakan, kini hidup tak  akan lepas dari email. Maka dari itu simpanlah informasi pribadi,  seperti nomor rekening bank secara offline. karena jika scammer meretas  kotak masuk email, info yang pemilik email cantumkan akan digunakan  untuk menguras rekening bank tersebut ataupun mencuri identitas pemilik.  Aktifkan mode keamanan pada email supaya ketika menerima email yang  tidak dikenal akan dialihkan ke kolom spam.

 
4. Default Kartu Kredit

Berhati-hatilah ketika mendapat pesan hadiah dan harus mentransfer  sejumlah uang. Dari kasus yang sering terjadi, banyak yang setelah  tertipu dan uang yang ditransfer tak dapat dikembalikan.

Sebaiknya, gunakan kartu kredit untuk membayar apa yang sudah menjadi  kesepakatan. Pada kartu kredit biasanya terdapat fitur keamanan yang  bisa melindungi uang dari modus penipuan. Jika tertipu, masih ada  kesempatan untuk mendapatkan uang kembali.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyaknya modus penipuan uang sangat memprihatinkan dengan berbagai macam modus. Keamanan uang terutama di dunia digital yang dimiliki akan terancam jika tidak melindunginya.

Semua orang mungkin pernah pendapatkan pesan singkat di smartphonenya untuk mentransfer sejumlah uang karena keadaan darurat. Hal tersebut merupakan salah satu modus penipuan yang akan membuat uang hilang sekejap. Modus tersebut terus berkembang dan perkembangan itu harus diketahui supaya tak terjebak olehnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Terungkap! Banyak Nasabah Kena Kasus Gagal Bayar
Dilansir dari Real SImple, Kamis (26/11/2020), Federal Trade Commission mengatakan, gunakanlah strategi yang disarankan oleh ahli untuk menjaga keamanan uang. Berikut beberapa cara yang direkomendasikan untuk menjaga uang yang dimiliki.

 
1. Tolak Robocall

Hampir 900 juta robocall dilakukan tiap tahunnya. Menurut sebuah aplikasi yang menganalisis pemblokiran panggilan robocall, Youmail, korban mungin bisa bertahan ketika mendapatkan panggilan mengenai penawaran peminaman tanpa bunga atau terdapat masalah pada kartu kredit. Namun, dengan skema lain yang lebih licik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Waspada! Ini Modus Penawaran Investasi Bodong di Tengah Corona
Jika menjawab pertanyaan dari si pelaku, suara yang korban keluarkan akan dugunakan sebagai &amp;ldquo;tanda tangan suara&amp;rdquo; untuk mengotorisasi tuduhan melalui telepon. JIka mendapat panggilan ini, lebih baik diam dan jangan menjawab pertanyaan yang diberikan. Ketika sudah terlanjur menjawab, jangan patuhi perintah yang diberikan supaya tidak dikelabui oleh pelaku.

 
2. Miliki Penasihat Pribadi

Catherine Scrivano, pendiri Casco Financial Group mengatakan, penasihat pribadi berfungsi agar keputusan finasial yang akan diambil tidak diputuskan secara asal. Biasanya berupa pengelola keuangan dan pengacara. Kemudian berkomitmen untuk menjalankan keputusan mereka.

&amp;ldquo;Jika seseorang atau siapa pun mendekati Anda dengan proposisi keuangan, bersiaplah untuk menanggapi, 'Saya memiliki tim penasihat yang saya ajak bicara sebelum saya membuat keputusan.' Itu saja akan membelokkan penipu.&amp;rdquo; katanya.3. Miliki Email yang Aman

Seorang Investor Real Estate, Mindy Jensen mengatakan, kini hidup tak  akan lepas dari email. Maka dari itu simpanlah informasi pribadi,  seperti nomor rekening bank secara offline. karena jika scammer meretas  kotak masuk email, info yang pemilik email cantumkan akan digunakan  untuk menguras rekening bank tersebut ataupun mencuri identitas pemilik.  Aktifkan mode keamanan pada email supaya ketika menerima email yang  tidak dikenal akan dialihkan ke kolom spam.

 
4. Default Kartu Kredit

Berhati-hatilah ketika mendapat pesan hadiah dan harus mentransfer  sejumlah uang. Dari kasus yang sering terjadi, banyak yang setelah  tertipu dan uang yang ditransfer tak dapat dikembalikan.

Sebaiknya, gunakan kartu kredit untuk membayar apa yang sudah menjadi  kesepakatan. Pada kartu kredit biasanya terdapat fitur keamanan yang  bisa melindungi uang dari modus penipuan. Jika tertipu, masih ada  kesempatan untuk mendapatkan uang kembali.</content:encoded></item></channel></rss>
