<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir: Tak Mungkin Kita Bangun Pariwisata tapi Tak Aman Covid-19</title><description>Pemerintah tengah mengambil sejumlah langkah strategis untuk melakukan pemulihan di sektor pariwisata.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/27/320/2317343/erick-thohir-tak-mungkin-kita-bangun-pariwisata-tapi-tak-aman-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/27/320/2317343/erick-thohir-tak-mungkin-kita-bangun-pariwisata-tapi-tak-aman-covid-19"/><item><title>Erick Thohir: Tak Mungkin Kita Bangun Pariwisata tapi Tak Aman Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/27/320/2317343/erick-thohir-tak-mungkin-kita-bangun-pariwisata-tapi-tak-aman-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/27/320/2317343/erick-thohir-tak-mungkin-kita-bangun-pariwisata-tapi-tak-aman-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 27 November 2020 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/27/320/2317343/erick-thohir-tak-mungkin-kita-bangun-pariwisata-tapi-tak-aman-covid-19-Rsguie5hkb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir (Foto: KBUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/27/320/2317343/erick-thohir-tak-mungkin-kita-bangun-pariwisata-tapi-tak-aman-covid-19-Rsguie5hkb.jpg</image><title>Erick Thohir (Foto: KBUMN)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah tengah mengambil sejumlah langkah strategis untuk melakukan pemulihan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19.

Pemerintah pun menggelontorkan dana sebesar Rp9,956 miliar yang dialokasikan bagi pemulihan sektor tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;10 Kementerian Dapat Jatah Anggaran PEN Rp21,06 Triliun&amp;nbsp;
Meski begitu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan pentingnya penjualan (marketing) sektor pariwisata harus didasarkan pada aspek kepercayaan publik. Artinya, dalam proses pemulihan pariwisata, selain aspek stimulus, pemerintah juga perlu membangun kepercayaan publik ihwal rasa aman dan nyaman.


&quot;Bagaimana bahwa marketing kita harus berdasarkan kepercayaan yaitu rasa aman. Karena tidak mungkin pada kondisi ini (Covid-19) kita ingin bangun pariwisata tapi tidak aman Covid-19, atau tidak aman dari segi sosial. Kami, mendukung percepatan tersebut (pariwisata),&quot; kata Erick dalam rapat koordinasi nasional percepatan pengembangan lima destinasi pariwisata super prioritas, Jumat (27/11/2020),

Erick memaparkan, sejumlah negara-negara di dunia sudah mulai membuka kembali kawasan destinasi pariwisata baik level domestik maupun internasional.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yNC8xLzEyNTA1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara untuk Indonesia, pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan dengan membuka kembali sejumlah kawasan wisata di daerah. Meski begitu, pemerintah masih memprioritaskan wisatawan lokal daripada wisatawan mancanegara (Wisman). Pembukaan kembali destinasi juga diiringi oleh penerapan protokol kesehatan secara ketat.


&quot;Tak kalah penting, protokol kesehatan Covid-19 sendiri harus tetap dijalankan walaupun nanti kita sudah vaksin, karena kondisi daripada Covid-19 ini indikasi awal masih hanya 1 atau 2 tahun, jadi vaksin bukan untuk selamanya &quot; kata dia.


Erick juga menekan pentingnya keberpihakan kementerian dan lembaga (K/L) bagi pembangunan wisata lokal. Bahkan, Kementerian BUMN sendiri tengah melakukan pemetaan ihwal program yang diarahkan bagi pembangunan dan pengembangan lokasi-lokasi wisata di Tanah Air.


&quot;Kalau dilihat sebelum Covid-19, 90% itu wisata lokal, dan hanya 10% wisatawan mancanegara, dan ini kami dari Kementerian BUMN mencoba melakukan mapping bagaimana keberpihakan pembangunan untuk wisata lokal pun tidak kalah. Tentu, berdasarkan 90% dari wisata lokal, dan 10% dari data sebelum Covid-19 itu wisatawan asing,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah tengah mengambil sejumlah langkah strategis untuk melakukan pemulihan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19.

Pemerintah pun menggelontorkan dana sebesar Rp9,956 miliar yang dialokasikan bagi pemulihan sektor tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;10 Kementerian Dapat Jatah Anggaran PEN Rp21,06 Triliun&amp;nbsp;
Meski begitu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan pentingnya penjualan (marketing) sektor pariwisata harus didasarkan pada aspek kepercayaan publik. Artinya, dalam proses pemulihan pariwisata, selain aspek stimulus, pemerintah juga perlu membangun kepercayaan publik ihwal rasa aman dan nyaman.


&quot;Bagaimana bahwa marketing kita harus berdasarkan kepercayaan yaitu rasa aman. Karena tidak mungkin pada kondisi ini (Covid-19) kita ingin bangun pariwisata tapi tidak aman Covid-19, atau tidak aman dari segi sosial. Kami, mendukung percepatan tersebut (pariwisata),&quot; kata Erick dalam rapat koordinasi nasional percepatan pengembangan lima destinasi pariwisata super prioritas, Jumat (27/11/2020),

Erick memaparkan, sejumlah negara-negara di dunia sudah mulai membuka kembali kawasan destinasi pariwisata baik level domestik maupun internasional.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yNC8xLzEyNTA1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara untuk Indonesia, pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan dengan membuka kembali sejumlah kawasan wisata di daerah. Meski begitu, pemerintah masih memprioritaskan wisatawan lokal daripada wisatawan mancanegara (Wisman). Pembukaan kembali destinasi juga diiringi oleh penerapan protokol kesehatan secara ketat.


&quot;Tak kalah penting, protokol kesehatan Covid-19 sendiri harus tetap dijalankan walaupun nanti kita sudah vaksin, karena kondisi daripada Covid-19 ini indikasi awal masih hanya 1 atau 2 tahun, jadi vaksin bukan untuk selamanya &quot; kata dia.


Erick juga menekan pentingnya keberpihakan kementerian dan lembaga (K/L) bagi pembangunan wisata lokal. Bahkan, Kementerian BUMN sendiri tengah melakukan pemetaan ihwal program yang diarahkan bagi pembangunan dan pengembangan lokasi-lokasi wisata di Tanah Air.


&quot;Kalau dilihat sebelum Covid-19, 90% itu wisata lokal, dan hanya 10% wisatawan mancanegara, dan ini kami dari Kementerian BUMN mencoba melakukan mapping bagaimana keberpihakan pembangunan untuk wisata lokal pun tidak kalah. Tentu, berdasarkan 90% dari wisata lokal, dan 10% dari data sebelum Covid-19 itu wisatawan asing,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
