<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pulihkan Ekonomi, Indonesia-Malaysia-Thailand Perkuat Kerjasama</title><description>Kementerian Perdagangan terus memperkuat kerjasama dengan negara tetangga yakni Malaysia dan Thailand.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/27/320/2317680/pulihkan-ekonomi-indonesia-malaysia-thailand-perkuat-kerjasama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/27/320/2317680/pulihkan-ekonomi-indonesia-malaysia-thailand-perkuat-kerjasama"/><item><title>Pulihkan Ekonomi, Indonesia-Malaysia-Thailand Perkuat Kerjasama</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/27/320/2317680/pulihkan-ekonomi-indonesia-malaysia-thailand-perkuat-kerjasama</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/27/320/2317680/pulihkan-ekonomi-indonesia-malaysia-thailand-perkuat-kerjasama</guid><pubDate>Jum'at 27 November 2020 21:53 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/27/320/2317680/pulihkan-ekonomi-indonesia-malaysia-thailand-perkuat-kerjasama-UhUflIVOVf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kerjasama Perdagangan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/27/320/2317680/pulihkan-ekonomi-indonesia-malaysia-thailand-perkuat-kerjasama-UhUflIVOVf.jpg</image><title>Kerjasama Perdagangan (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan terus memperkuat kerjasama dengan negara tetangga yakni Malaysia dan Thailand. Kerjasama ini tergabung dalam Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, di tengah situasi pandemi ini, ketiga negara tetap berkomitmen untuk melaksanaan berbagai program kerja sama yang telah dicanangkan bersama. Di mana komitmen kerjasama  tertuang dalam dokumen Cetak Biru atau Blueprint IMT-GT 2017-2021.
Baca Juga: RCEP Jadi Peluang RI Genjot Ekspor dan Investasi
 
&amp;ldquo;Pertemuan hari ini menunjukkan pentingnya kerja sama kawasan subregional dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat pandemi Covid-19. Kawasan ini merupakan para tetangga terdekat kita dan berbatasan langsung dengan Sumatra,&amp;rdquo; ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (27/11/2020).
Hal ini untuk mencapai visi IMT-GT 2036 dalam menjadikan kawasan yang terintegrasi, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Berbagai kemajuan proyek-proyek konektivitas, kerja sama fasilitasi perdagangan dan investasi, serta kerja sama di sektor lainnya dilaporkan Deputi Rizal selaku Ketua Senior Officials IMT-GT tahun ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNi8xNC80LzExOTkwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Salah satu bentuk penguatan konektivitas di kawasan adalah penyelesaian jalan tol rute Pekanbaru-Dumai yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 25 September 2020 lalu.
&amp;ldquo;Jalan tol rute Pekanbaru-Dumai akan mendukung konektivitas darat di Dumai sekaligus untuk mendorong operasionalisasi konektivitas laut Dumai-Melaka dengan kapal ro-ro (roll-on/roll-off),&amp;rdquo; jelasnya.Ke depannya, ketiga neara ini akan terus mendorong agar target-target  dalam Cetak Biru tersebut dapat segera tercapai. Mengingat, ketiga  negara ini juga perlu untuk memulai penyusunan blueprint IMT-GT  2022-2026 dengan mengidentifikasi langkah-langkah strategis di  masing-masing sektor, khusunya dengan memperhatikan kondisi global saat  ini dan visi IMT-GT 2036.
Salah satu kerja sama yang akan didorong adalah transformasi digital  melalui pengembangan platform niaga elektronik serta pemanfaatan  teknologi yang inklusif, khususnya bagi UMKM, pengembangan food estate  sebagai bagian dari program ketahanan pangan; serta mendorong kemajuan  pariwisata di kawasan.
Indonesia juga mendorong dijadikannya IMT-GT sebagai kekuatan ekonomi  halal di kawasan dan global, yang turut mendorong UMKM berorientasi  ekspor di industri halal. Saat ini, kawasan IMT-GT telah berhasil  mencetak sebanyak 4.054 UKM halal yang berorientasi ekspor hingga akhir  Oktober 2020. Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya,  yaitu 3.000 UKM pada 2021.
&amp;ldquo;Kerja sama subregional IMT-GT memiliki sejumlah proyek kerja sama  yang memberikan manfaat bagi masyarakat, mempersempit kesenjangan antar  daerah, dan memajukan perekonomian Indonesia dan kawasan. Untuk  mewujudkan hal ini, diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang kuat  antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi,  serta seluruh pemangku kepentingan terkait,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan terus memperkuat kerjasama dengan negara tetangga yakni Malaysia dan Thailand. Kerjasama ini tergabung dalam Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, di tengah situasi pandemi ini, ketiga negara tetap berkomitmen untuk melaksanaan berbagai program kerja sama yang telah dicanangkan bersama. Di mana komitmen kerjasama  tertuang dalam dokumen Cetak Biru atau Blueprint IMT-GT 2017-2021.
Baca Juga: RCEP Jadi Peluang RI Genjot Ekspor dan Investasi
 
&amp;ldquo;Pertemuan hari ini menunjukkan pentingnya kerja sama kawasan subregional dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat pandemi Covid-19. Kawasan ini merupakan para tetangga terdekat kita dan berbatasan langsung dengan Sumatra,&amp;rdquo; ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (27/11/2020).
Hal ini untuk mencapai visi IMT-GT 2036 dalam menjadikan kawasan yang terintegrasi, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Berbagai kemajuan proyek-proyek konektivitas, kerja sama fasilitasi perdagangan dan investasi, serta kerja sama di sektor lainnya dilaporkan Deputi Rizal selaku Ketua Senior Officials IMT-GT tahun ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNi8xNC80LzExOTkwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Salah satu bentuk penguatan konektivitas di kawasan adalah penyelesaian jalan tol rute Pekanbaru-Dumai yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 25 September 2020 lalu.
&amp;ldquo;Jalan tol rute Pekanbaru-Dumai akan mendukung konektivitas darat di Dumai sekaligus untuk mendorong operasionalisasi konektivitas laut Dumai-Melaka dengan kapal ro-ro (roll-on/roll-off),&amp;rdquo; jelasnya.Ke depannya, ketiga neara ini akan terus mendorong agar target-target  dalam Cetak Biru tersebut dapat segera tercapai. Mengingat, ketiga  negara ini juga perlu untuk memulai penyusunan blueprint IMT-GT  2022-2026 dengan mengidentifikasi langkah-langkah strategis di  masing-masing sektor, khusunya dengan memperhatikan kondisi global saat  ini dan visi IMT-GT 2036.
Salah satu kerja sama yang akan didorong adalah transformasi digital  melalui pengembangan platform niaga elektronik serta pemanfaatan  teknologi yang inklusif, khususnya bagi UMKM, pengembangan food estate  sebagai bagian dari program ketahanan pangan; serta mendorong kemajuan  pariwisata di kawasan.
Indonesia juga mendorong dijadikannya IMT-GT sebagai kekuatan ekonomi  halal di kawasan dan global, yang turut mendorong UMKM berorientasi  ekspor di industri halal. Saat ini, kawasan IMT-GT telah berhasil  mencetak sebanyak 4.054 UKM halal yang berorientasi ekspor hingga akhir  Oktober 2020. Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya,  yaitu 3.000 UKM pada 2021.
&amp;ldquo;Kerja sama subregional IMT-GT memiliki sejumlah proyek kerja sama  yang memberikan manfaat bagi masyarakat, mempersempit kesenjangan antar  daerah, dan memajukan perekonomian Indonesia dan kawasan. Untuk  mewujudkan hal ini, diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang kuat  antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi,  serta seluruh pemangku kepentingan terkait,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
