<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sofyan Djalil Ungkap Penyebab Harga Properti di Tempat Wisata Mahal</title><description>Sofyan A Djalil mengungkapkan penyebab harga properti di tempat wisata mahal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/27/470/2317536/sofyan-djalil-ungkap-penyebab-harga-properti-di-tempat-wisata-mahal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/27/470/2317536/sofyan-djalil-ungkap-penyebab-harga-properti-di-tempat-wisata-mahal"/><item><title>Sofyan Djalil Ungkap Penyebab Harga Properti di Tempat Wisata Mahal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/27/470/2317536/sofyan-djalil-ungkap-penyebab-harga-properti-di-tempat-wisata-mahal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/27/470/2317536/sofyan-djalil-ungkap-penyebab-harga-properti-di-tempat-wisata-mahal</guid><pubDate>Jum'at 27 November 2020 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/27/470/2317536/sofyan-djalil-ungkap-penyebab-harga-properti-di-tempat-wisata-mahal-fsW54DXpkJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/27/470/2317536/sofyan-djalil-ungkap-penyebab-harga-properti-di-tempat-wisata-mahal-fsW54DXpkJ.jpg</image><title>Rumah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengungkapkan penyebab harga properti di tempat wisata mahal. Hal ini dikarenakan banyak para pemilik modal besar menguasai properti di kawasan pariwisata Indonesia.

Adapun, properti di kawasan wisata sangat mahal dikarenakan adanya modal asing yang menguasainya. Salah satunya pada aplikasi Airbnb.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ternyata Kenaikan Harga Rumah Beda Tipis dengan Gaji Karyawan
&quot; Properti jadi sangat mahal karena dikontrol oleh investor internasional dan di-operate oleh Airbnb. Ini kita harus kita pikirkan ke depan,&amp;rdquo; ujar Sofyan dalam video virtual, Jumat (27/11/2020).

Selain permasalahan tersebut, Sofyan pun mengingatkan terkait masa depan bisnis meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).
 
&amp;nbsp;Baca juga: 4 Pemicu Harga Properti Naik Turun
Hal ini tentu merugikan para warga lokal yang tidak memiliki tempat tinggal dikarenakan lahan dan propertinya sudah dikuasai oleh pemilik modal asing.&quot;Mungkin MICE nanti tinggal 10-20 persen saja orang mau datang untuk  gathering. Saya juga sangat khawatir Pak Erick terkait masa depan  airlines. Airlines kelas bisnis saya pikir akan sangat kecil. Nanti  airlines akan banyak untuk leasure traveler, karena bisnis traveling  jadi sangat minimum, terutama kelas bisnis traveling. Ini perlu kita  pikirkan, terutama turis post-Covid,&amp;rdquo;bebernya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengungkapkan penyebab harga properti di tempat wisata mahal. Hal ini dikarenakan banyak para pemilik modal besar menguasai properti di kawasan pariwisata Indonesia.

Adapun, properti di kawasan wisata sangat mahal dikarenakan adanya modal asing yang menguasainya. Salah satunya pada aplikasi Airbnb.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ternyata Kenaikan Harga Rumah Beda Tipis dengan Gaji Karyawan
&quot; Properti jadi sangat mahal karena dikontrol oleh investor internasional dan di-operate oleh Airbnb. Ini kita harus kita pikirkan ke depan,&amp;rdquo; ujar Sofyan dalam video virtual, Jumat (27/11/2020).

Selain permasalahan tersebut, Sofyan pun mengingatkan terkait masa depan bisnis meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).
 
&amp;nbsp;Baca juga: 4 Pemicu Harga Properti Naik Turun
Hal ini tentu merugikan para warga lokal yang tidak memiliki tempat tinggal dikarenakan lahan dan propertinya sudah dikuasai oleh pemilik modal asing.&quot;Mungkin MICE nanti tinggal 10-20 persen saja orang mau datang untuk  gathering. Saya juga sangat khawatir Pak Erick terkait masa depan  airlines. Airlines kelas bisnis saya pikir akan sangat kecil. Nanti  airlines akan banyak untuk leasure traveler, karena bisnis traveling  jadi sangat minimum, terutama kelas bisnis traveling. Ini perlu kita  pikirkan, terutama turis post-Covid,&amp;rdquo;bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
