<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG di Awal Desember Diprediksi Terpengaruh 8 Sentimen Ini</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi melanjutkan penguatan di pekan ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/278/2318679/ihsg-di-awal-desember-diprediksi-terpengaruh-8-sentimen-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/278/2318679/ihsg-di-awal-desember-diprediksi-terpengaruh-8-sentimen-ini"/><item><title>IHSG di Awal Desember Diprediksi Terpengaruh 8 Sentimen Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/278/2318679/ihsg-di-awal-desember-diprediksi-terpengaruh-8-sentimen-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/278/2318679/ihsg-di-awal-desember-diprediksi-terpengaruh-8-sentimen-ini</guid><pubDate>Senin 30 November 2020 12:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/30/278/2318679/ihsg-di-awal-desember-diprediksi-terpengaruh-8-sentimen-ini-iiDmDtWbIX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/30/278/2318679/ihsg-di-awal-desember-diprediksi-terpengaruh-8-sentimen-ini-iiDmDtWbIX.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi melanjutkan penguatan di pekan ini. Tetapi mulai sangat berisiko mengalami aksi ambil untung mengingat kenaikan yang hampir tanpa koreksi berarti.

Direktur Investasma Hans Kwee mengatakan, IHSG bergerak dengan support di level 5,669 sampai 5,427 dan resistance di level 5,800 sampai 5,900. Dirinya pun menjabarkan beberapa sentimen yang akan mempengaruhi IHSG pada pekan pertama Desember 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Trump Tinggalkan Gedung Putih Pendorong Pasar Saham
Berikut sentimen-sentimen di awal pekan Desember:
 
1. Transisi Kepemerintahan AS
Ketika menjelang pemilu hingga pelaksanaan pemilu AS, ada risiko potensi konflik yang berpotensi menaikan ketidak pastian terutama bila proses transisi tidak berjalan secara mulus. Presiden AS Donald Trump mengatakan jika Electoral College memilih Biden, dia akan meninggalkan Gedung Putih. Tetapi Trump masih bertahan pada pendiriannya mengenai penipuan dalam pemilu, yang sejauh ini belum disertai bukti-bukti yang memadai.

Namun pemerintahan Presiden Donald Trump menyediakan sumber daya federal bagi tim Presiden terpilih Joe Biden untuk transisinya ke Gedung Putih. Kepala General Services Administration, Emily Murphy mengatakan pemerintahan Trump menyediakan sumber daya federal untuk transisi Presiden terpilih Joe Biden menuju Gedung Putih. Hal ini membuka jalan transisi ke Biden berlangsung dengan mulus. Seiring turunnya risiko politik AS akibat konflik pemilu, berhasil menjadi katalis positif yang mendorong pasar saham naik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Investor Berharap Stimulus Fiskal Era Biden Kembali Meningkat
 
2. Vaksin Covid-19 Tersedia Tahun Depan
Saat ini pasar keuangan sangat optimis dengan skenario vaksin tersedia secara bertahap tahun depan dan ekonomi kembali normal. Di awali Pfizer dan BioNTech mengatakan uji vaksin efektif 95% lawan virus corona. Sesudah itu ada perusahaan Moderna yang mengklaim vaksin yang dikembangkan punya kemanjuran 94,5% vaksin lawan Covid-19.

Sesudah itu ada Vaksin AstraZaneca dan Oxford asal Inggris yang merilis keberhasilan membuat vaksin dengan tingkat efektivitas 70% melawan Covid-19 sesudah uji fase ke-3. Kehadiran vaksin membuat pasar saham sangat optimis akan pemulihan ekonomi akan segera terjadi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tingginya Kasus Covid-19 Buat Pasar Saham Dunia Negatif
 
3. Vaksin Covid-19 Global yang Berbiaya Murah
Vaksin AstraZeneca dan Oxford untuk virus covid-19 disebut sebagai vaksin virus Covid 19global karena diperkirakan berbiaya murah. Tetapi vaksin AstraZeneca ini menghadapi tantangan setelah perusahaan merevisi efektivitas vaksinnya dari 90 % menjadi 70% mencegah kasus Covid-19.

Ini dari hasil uji coba tahap akhir di Inggris dan Brasil. Ada kelompok kecil relawan secara tidak sengaja memperoleh dosis lebih rendah dan menghasilkan tingkat keberhasilan mencapai 90%. Pada kelompok yang lebih besar dengan dosis normal, tingkat efektivitas lebih rendah hanya 62%.

Banyak ilmuwan mengatakan pengujian di hasil kelompok kecil dapat diartikan 'menghasilkan pembacaan palsu'. Hal ini menjadi sentimen negative pengembangan vaksin global.4. Keputusan The Fed
Rilis risalah Rapat Dewan Gubernur bank sentral Amerika (Federal  Reserve/Fed) yang dilaksanakan pada bulan Oktober menunjukkan adanya  diskusi mengenai bagaimana caranya untuk menambah kebijakan moneter  akomodatif dalam rangka membantu proses pemulihan ekonomi akibat pandemi  covid 19. Para pejabat Fed berupaya menyediakan lebih banyak akomodasi  bagi ekonomi agar pemulihan dari pandemi virus korona terus berlanjut.

The Fed juga melihat adanya potensi kenaikan risiko terganggunya  proses pemulihan ekonomi akibat naiknya kasus infeksi covid19 di  Amerika. Tambahan Stimulus Moneter tentu menjadi sentimen positif bagi  pasar keuangan.

 
5. Calon Kabinet Joe Biden
Presiden terpilih Joe Biden mempunyai pekerjaan berat memilih menteri  yang akan membantunya &amp;ldquo;memulihkan Amerika secara global, menjadi  pimpinan globalnya, dan menjadi pimpinan moral&quot;. Diharapkan AS menjadi  pimpinan dalam menghadapi pandemi covid 19. Pencalonan mantan Kepala  Federal Reserve Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan mendapat apresiasi  positif dari pasar dan meningkatkan harapan stimulus fiskal besar.

Yellen yang dianggap seorang ekonom tenaga kerja diperkirakan akan  meningkatkan pengeluaran pemerintah untuk mendorong ekonomi keluar dari  resesi akibat pandemi virus korona. Yellen juga memperhatikan utang AS  yang meningkat pesat dan defisit anggaran yang memburuk. Harapan  stimulus fiskal yang lebih besar di era Biden kembali meningkat.

 
6.	Kasus Covid-19
Peningkatan kasus covid 19 di Amerika Serikat mendorong pembatasan  bisnis sehingga menghentikan pemulihan ekonomi dan berpotensi mendorong  ekonomi AS tumbuh rendah di 1 % di kuartal ke empat. Pembatasan bisnis  telah mendorong PHK dan merusak pemulihan pasar tenaga kerja. Data dari  Departemen Tenaga Kerja AS pada minggu lalu terjadi penambahan jumlah  orang yang mengajukan klaim pengangguran sebanyak 778,000 naik dari  minggu sebelumnya 742,000.

Data ini lebih tinggi dari konsensus ekonom yang di survei Dow Jones  yang memperkirakan hanya ada penambahan 733,000 klaim baru. Peningkatan  kasus covid 19 menjadi tantangan ekonomi di jangka pendek.7.	Ekonomi Eropa
Survei oleh Komisi Eropa menunjukkan sentimen ekonomi zona euro turun   pada bulan November. Penurunan ini merupakan yang pertama kalinya  dalam  tujuh bulan terakhir akibat gelombang kedua COVID-19 yang melanda  benua  Eropa.

Terjadi penurunan aktivitas bisnis Prancis pada bulan November karena   penguncian kedua akibat penyebaran covid 19. Jumlah infeksi covid 19  di  Jerman telah melampaui angka satu juta dengan jumlah kematian harian   mencapai rekor tertinggi hari di minggu lalu. Peningkatan kasus covid  19  di ikuti pembatasan bisnis menjadi sentimen negative di pasar saham.

 
8.	Kepercayaan Investor Asing ke Indonesia
Kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia   meningkat seiring perkembangan vaksin covid 19 dan terpilihnya Joe Biden   sebagai Presiden di Amerika Serikat. Hal ini di tambah IMF telah   mengakui dari kelompok G-20 pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020   adalah yang terbaik kedua setelah China.

Data menunjukkan sejak 1 Oktober 2020 ada aliran dana gabungan   senilai USD 48 Miliar masuk ke Sembilan bursa saham. Kesembilan bursa   itu adalah Jepang, India, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Indonesia,   Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Optimisme investor ritel di tambah   aliran dana asing membuat IHSG terlihat menguat dari awal Oktober sampai   saat ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi melanjutkan penguatan di pekan ini. Tetapi mulai sangat berisiko mengalami aksi ambil untung mengingat kenaikan yang hampir tanpa koreksi berarti.

Direktur Investasma Hans Kwee mengatakan, IHSG bergerak dengan support di level 5,669 sampai 5,427 dan resistance di level 5,800 sampai 5,900. Dirinya pun menjabarkan beberapa sentimen yang akan mempengaruhi IHSG pada pekan pertama Desember 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Trump Tinggalkan Gedung Putih Pendorong Pasar Saham
Berikut sentimen-sentimen di awal pekan Desember:
 
1. Transisi Kepemerintahan AS
Ketika menjelang pemilu hingga pelaksanaan pemilu AS, ada risiko potensi konflik yang berpotensi menaikan ketidak pastian terutama bila proses transisi tidak berjalan secara mulus. Presiden AS Donald Trump mengatakan jika Electoral College memilih Biden, dia akan meninggalkan Gedung Putih. Tetapi Trump masih bertahan pada pendiriannya mengenai penipuan dalam pemilu, yang sejauh ini belum disertai bukti-bukti yang memadai.

Namun pemerintahan Presiden Donald Trump menyediakan sumber daya federal bagi tim Presiden terpilih Joe Biden untuk transisinya ke Gedung Putih. Kepala General Services Administration, Emily Murphy mengatakan pemerintahan Trump menyediakan sumber daya federal untuk transisi Presiden terpilih Joe Biden menuju Gedung Putih. Hal ini membuka jalan transisi ke Biden berlangsung dengan mulus. Seiring turunnya risiko politik AS akibat konflik pemilu, berhasil menjadi katalis positif yang mendorong pasar saham naik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Investor Berharap Stimulus Fiskal Era Biden Kembali Meningkat
 
2. Vaksin Covid-19 Tersedia Tahun Depan
Saat ini pasar keuangan sangat optimis dengan skenario vaksin tersedia secara bertahap tahun depan dan ekonomi kembali normal. Di awali Pfizer dan BioNTech mengatakan uji vaksin efektif 95% lawan virus corona. Sesudah itu ada perusahaan Moderna yang mengklaim vaksin yang dikembangkan punya kemanjuran 94,5% vaksin lawan Covid-19.

Sesudah itu ada Vaksin AstraZaneca dan Oxford asal Inggris yang merilis keberhasilan membuat vaksin dengan tingkat efektivitas 70% melawan Covid-19 sesudah uji fase ke-3. Kehadiran vaksin membuat pasar saham sangat optimis akan pemulihan ekonomi akan segera terjadi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tingginya Kasus Covid-19 Buat Pasar Saham Dunia Negatif
 
3. Vaksin Covid-19 Global yang Berbiaya Murah
Vaksin AstraZeneca dan Oxford untuk virus covid-19 disebut sebagai vaksin virus Covid 19global karena diperkirakan berbiaya murah. Tetapi vaksin AstraZeneca ini menghadapi tantangan setelah perusahaan merevisi efektivitas vaksinnya dari 90 % menjadi 70% mencegah kasus Covid-19.

Ini dari hasil uji coba tahap akhir di Inggris dan Brasil. Ada kelompok kecil relawan secara tidak sengaja memperoleh dosis lebih rendah dan menghasilkan tingkat keberhasilan mencapai 90%. Pada kelompok yang lebih besar dengan dosis normal, tingkat efektivitas lebih rendah hanya 62%.

Banyak ilmuwan mengatakan pengujian di hasil kelompok kecil dapat diartikan 'menghasilkan pembacaan palsu'. Hal ini menjadi sentimen negative pengembangan vaksin global.4. Keputusan The Fed
Rilis risalah Rapat Dewan Gubernur bank sentral Amerika (Federal  Reserve/Fed) yang dilaksanakan pada bulan Oktober menunjukkan adanya  diskusi mengenai bagaimana caranya untuk menambah kebijakan moneter  akomodatif dalam rangka membantu proses pemulihan ekonomi akibat pandemi  covid 19. Para pejabat Fed berupaya menyediakan lebih banyak akomodasi  bagi ekonomi agar pemulihan dari pandemi virus korona terus berlanjut.

The Fed juga melihat adanya potensi kenaikan risiko terganggunya  proses pemulihan ekonomi akibat naiknya kasus infeksi covid19 di  Amerika. Tambahan Stimulus Moneter tentu menjadi sentimen positif bagi  pasar keuangan.

 
5. Calon Kabinet Joe Biden
Presiden terpilih Joe Biden mempunyai pekerjaan berat memilih menteri  yang akan membantunya &amp;ldquo;memulihkan Amerika secara global, menjadi  pimpinan globalnya, dan menjadi pimpinan moral&quot;. Diharapkan AS menjadi  pimpinan dalam menghadapi pandemi covid 19. Pencalonan mantan Kepala  Federal Reserve Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan mendapat apresiasi  positif dari pasar dan meningkatkan harapan stimulus fiskal besar.

Yellen yang dianggap seorang ekonom tenaga kerja diperkirakan akan  meningkatkan pengeluaran pemerintah untuk mendorong ekonomi keluar dari  resesi akibat pandemi virus korona. Yellen juga memperhatikan utang AS  yang meningkat pesat dan defisit anggaran yang memburuk. Harapan  stimulus fiskal yang lebih besar di era Biden kembali meningkat.

 
6.	Kasus Covid-19
Peningkatan kasus covid 19 di Amerika Serikat mendorong pembatasan  bisnis sehingga menghentikan pemulihan ekonomi dan berpotensi mendorong  ekonomi AS tumbuh rendah di 1 % di kuartal ke empat. Pembatasan bisnis  telah mendorong PHK dan merusak pemulihan pasar tenaga kerja. Data dari  Departemen Tenaga Kerja AS pada minggu lalu terjadi penambahan jumlah  orang yang mengajukan klaim pengangguran sebanyak 778,000 naik dari  minggu sebelumnya 742,000.

Data ini lebih tinggi dari konsensus ekonom yang di survei Dow Jones  yang memperkirakan hanya ada penambahan 733,000 klaim baru. Peningkatan  kasus covid 19 menjadi tantangan ekonomi di jangka pendek.7.	Ekonomi Eropa
Survei oleh Komisi Eropa menunjukkan sentimen ekonomi zona euro turun   pada bulan November. Penurunan ini merupakan yang pertama kalinya  dalam  tujuh bulan terakhir akibat gelombang kedua COVID-19 yang melanda  benua  Eropa.

Terjadi penurunan aktivitas bisnis Prancis pada bulan November karena   penguncian kedua akibat penyebaran covid 19. Jumlah infeksi covid 19  di  Jerman telah melampaui angka satu juta dengan jumlah kematian harian   mencapai rekor tertinggi hari di minggu lalu. Peningkatan kasus covid  19  di ikuti pembatasan bisnis menjadi sentimen negative di pasar saham.

 
8.	Kepercayaan Investor Asing ke Indonesia
Kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia   meningkat seiring perkembangan vaksin covid 19 dan terpilihnya Joe Biden   sebagai Presiden di Amerika Serikat. Hal ini di tambah IMF telah   mengakui dari kelompok G-20 pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020   adalah yang terbaik kedua setelah China.

Data menunjukkan sejak 1 Oktober 2020 ada aliran dana gabungan   senilai USD 48 Miliar masuk ke Sembilan bursa saham. Kesembilan bursa   itu adalah Jepang, India, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Indonesia,   Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Optimisme investor ritel di tambah   aliran dana asing membuat IHSG terlihat menguat dari awal Oktober sampai   saat ini.</content:encoded></item></channel></rss>
