<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Punya Kewenangan Impor, Mentan: Kami yang Sering Didemo</title><description>Mentan Syahrul Yasin Limpo memastikan kewenangan tentang impor tak ada di bawah kementeriannya, melainkan di kementerian lain</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2318752/tak-punya-kewenangan-impor-mentan-kami-yang-sering-didemo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2318752/tak-punya-kewenangan-impor-mentan-kami-yang-sering-didemo"/><item><title>Tak Punya Kewenangan Impor, Mentan: Kami yang Sering Didemo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2318752/tak-punya-kewenangan-impor-mentan-kami-yang-sering-didemo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2318752/tak-punya-kewenangan-impor-mentan-kami-yang-sering-didemo</guid><pubDate>Senin 30 November 2020 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/30/320/2318752/tak-punya-kewenangan-impor-mentan-kami-yang-sering-didemo-wATObEDg8S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Syahrul Limpo (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/30/320/2318752/tak-punya-kewenangan-impor-mentan-kami-yang-sering-didemo-wATObEDg8S.jpg</image><title>Mentan Syahrul Limpo (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan kewenangan tentang impor tak ada di bawah kementeriannya, melainkan di kementerian lain. Pihaknya pun tidak senang adanya kebijakan importasi komoditas pangan.

&quot;Kami (Kementan) hanya punya kewenangan untuk produktivitas. Saya ini tidak suka impor. Namun kalau kementerian lain yang membuka keran tersebut. Dan malah, yang didemo saya oleh petani,&quot; ujar dia dalam webinar Indef secara virtual Senin (30/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Perubahan Iklim, Mentan Akui Pertanian Butuh Teknologi Canggih
Kemudian, lanjut dia, tidak perlu ada yang disalahkan. Akan tetapi yang perlu dipersiapkan adalah kualitas dari produktivitas di Indonesia harus lebih sesuai dengan pasar yang ada.

Menurut dia, tugasnya selama ini hanyalah membuat Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Di mana impor besar yang ada di kewenangannya diakui hanya daging sapi dan bawang putih.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pertanian Menghasilkan Duit Banyak, Milenial Tak Tertarik Jadi Petani?
&quot;Jadi kami (Kementan) hanya membuat RIPH untuk menentukan syarat-syarat yang bisa diimpor seperti bawang putih tidak boleh menggunakan kotoran babi. Dan yang menentukan izin itu bukan di kita, ini kadang-kadang salah persepsi,&quot; ungkap dia.Pihaknya juga tidak mau menyalahkan soal impor. Namun yang perlu  dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan daya saing produk dalam  negeri.

&quot;Saya optimistis kinerja sektor pertanian akan terus tumbuh meski  tertekan pandemi virus Corona Covid-19, terbukti dari pencapaian di  sektor pertanian yang tetap tumbuh di saat banyak sektor lain yang  turun,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan kewenangan tentang impor tak ada di bawah kementeriannya, melainkan di kementerian lain. Pihaknya pun tidak senang adanya kebijakan importasi komoditas pangan.

&quot;Kami (Kementan) hanya punya kewenangan untuk produktivitas. Saya ini tidak suka impor. Namun kalau kementerian lain yang membuka keran tersebut. Dan malah, yang didemo saya oleh petani,&quot; ujar dia dalam webinar Indef secara virtual Senin (30/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Perubahan Iklim, Mentan Akui Pertanian Butuh Teknologi Canggih
Kemudian, lanjut dia, tidak perlu ada yang disalahkan. Akan tetapi yang perlu dipersiapkan adalah kualitas dari produktivitas di Indonesia harus lebih sesuai dengan pasar yang ada.

Menurut dia, tugasnya selama ini hanyalah membuat Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Di mana impor besar yang ada di kewenangannya diakui hanya daging sapi dan bawang putih.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pertanian Menghasilkan Duit Banyak, Milenial Tak Tertarik Jadi Petani?
&quot;Jadi kami (Kementan) hanya membuat RIPH untuk menentukan syarat-syarat yang bisa diimpor seperti bawang putih tidak boleh menggunakan kotoran babi. Dan yang menentukan izin itu bukan di kita, ini kadang-kadang salah persepsi,&quot; ungkap dia.Pihaknya juga tidak mau menyalahkan soal impor. Namun yang perlu  dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan daya saing produk dalam  negeri.

&quot;Saya optimistis kinerja sektor pertanian akan terus tumbuh meski  tertekan pandemi virus Corona Covid-19, terbukti dari pencapaian di  sektor pertanian yang tetap tumbuh di saat banyak sektor lain yang  turun,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
