<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kaya Raya, Laut Indonesia Berpotensi Hasilkan 20 Miliar Lobster per Tahun</title><description>Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekayaan laut terbesar di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2318894/kaya-raya-laut-indonesia-berpotensi-hasilkan-20-miliar-lobster-per-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2318894/kaya-raya-laut-indonesia-berpotensi-hasilkan-20-miliar-lobster-per-tahun"/><item><title>Kaya Raya, Laut Indonesia Berpotensi Hasilkan 20 Miliar Lobster per Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2318894/kaya-raya-laut-indonesia-berpotensi-hasilkan-20-miliar-lobster-per-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2318894/kaya-raya-laut-indonesia-berpotensi-hasilkan-20-miliar-lobster-per-tahun</guid><pubDate>Senin 30 November 2020 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/30/320/2318894/kaya-raya-laut-indonesia-berpotensi-hasilkan-20-miliar-lobster-per-tahun-ZwrphpwWfi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lobster (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/30/320/2318894/kaya-raya-laut-indonesia-berpotensi-hasilkan-20-miliar-lobster-per-tahun-ZwrphpwWfi.jpg</image><title>Lobster (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dengan total luas wilayah perairan mencapai 6,32 juta km2 dan total garis pantai sepanjang 81.000 km, Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekayaan laut terbesar di dunia. Indonesia juga memiliki area terumbu karang sangat luas yang merupakan habitat utama lobster, salah satu komoditas laut Indonesia yang memiliki peranan penting baik dari segi ekologi maupun ekonomi.
Pakar crustacea Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rianta Pratiwi menjelaskan bahwa lobster tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia dan hidup di perairan dangkal hingga kedalaman 100 &amp;lt; 200 meter di bawah permukaan laut dengan kisaran suhu 20-30&amp;deg;C.
Baca Juga: Carut Marut Ekspor Benih Lobster, dari Penyelundupan hingga Pecah Kongsi
 
&amp;ldquo;Mereka biasanya menyenangi daerah terumbu karang, bersembunyi di dalam lubang atau dibalik batu-batu karang yang airnya dangkal di daerah tropis ataupun semi tropis. Meskipun memiliki morfologi yang sama, tetapi habitatnya berbeda-beda tergantung jenisnya,&amp;rdquo; kata Rianta dalam diskusi virtual, Senin (30/11/2020).
Lobster memiliki nilai ekonomi dan konsumsi yang tinggi sehingga dagingnya yang gurih, halus, lezat dan kaya akan protein. Dia menyebut lobster bukan hanya komersial di Indonesia namun juga hampir di seluruh dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yNy8xLzEyNTE2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Lobster merupakan jenis yang komersial di sepanjang pantai utara dan selatan Amerika, Afrika Mediteranean, India, Australia, Selandia Baru, dan perairan Indo-Pasifik, termasuk perairan Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut dia, saat ini Indonesia mempunyai tujuh jenis lobster, yaitu lobster pasir, lobster batik, lobster batu , lobster Pakistan, lobster Mutiara, lobster Bambu dan lobster batik.
&amp;ldquo;Lobster mutiara dan lobster pasir menjadi lobster yang paling potensial untuk dikembangkan melalui sistem budidaya perikanan yang ada di Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.Dia menjelaskan, potensi benih lobster alam di laut Indonesia sangat besar dan diperkirakan mencapai 20 miliar ekor per tahun.
&amp;ldquo;Faktor alam yang mencakup dinamika oseanografi dan klimatologi  sangat mempengaruhi keberadaan dan stok benih lobster alam di laut  Indonsia,&amp;rdquo; katanya.
Di samping itu, kualitas lingkungan perairan laut dan aktivitas  penangkapan juga ikut andil memberikan pengaruh terhadap keberadaan stok  benih lobster di alam.
&amp;ldquo;Namun hingga saat ini hampir belum ada informasi yang memadai  terkait faktor mana yang paling menentukan keberadaan dan stok benih  lobster di alam,&amp;rdquo; tambahnya.
Pengembangan budidaya lobster sendiri telah dilakukan Indonesia sejak  lama dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan  Nomor 12/PERMEN-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.),  Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara  Republik Indonesia.
&amp;ldquo;Sebenarnya pengembangan budi daya lobster, sudah dilakukan Indonesia  sejak lama, akan tetapi memerlukan waktu pembesaran yang sangat lama,  sehingga banyak yang tidak berhasil melakukannya,&amp;rdquo; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Dengan total luas wilayah perairan mencapai 6,32 juta km2 dan total garis pantai sepanjang 81.000 km, Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekayaan laut terbesar di dunia. Indonesia juga memiliki area terumbu karang sangat luas yang merupakan habitat utama lobster, salah satu komoditas laut Indonesia yang memiliki peranan penting baik dari segi ekologi maupun ekonomi.
Pakar crustacea Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rianta Pratiwi menjelaskan bahwa lobster tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia dan hidup di perairan dangkal hingga kedalaman 100 &amp;lt; 200 meter di bawah permukaan laut dengan kisaran suhu 20-30&amp;deg;C.
Baca Juga: Carut Marut Ekspor Benih Lobster, dari Penyelundupan hingga Pecah Kongsi
 
&amp;ldquo;Mereka biasanya menyenangi daerah terumbu karang, bersembunyi di dalam lubang atau dibalik batu-batu karang yang airnya dangkal di daerah tropis ataupun semi tropis. Meskipun memiliki morfologi yang sama, tetapi habitatnya berbeda-beda tergantung jenisnya,&amp;rdquo; kata Rianta dalam diskusi virtual, Senin (30/11/2020).
Lobster memiliki nilai ekonomi dan konsumsi yang tinggi sehingga dagingnya yang gurih, halus, lezat dan kaya akan protein. Dia menyebut lobster bukan hanya komersial di Indonesia namun juga hampir di seluruh dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yNy8xLzEyNTE2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Lobster merupakan jenis yang komersial di sepanjang pantai utara dan selatan Amerika, Afrika Mediteranean, India, Australia, Selandia Baru, dan perairan Indo-Pasifik, termasuk perairan Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut dia, saat ini Indonesia mempunyai tujuh jenis lobster, yaitu lobster pasir, lobster batik, lobster batu , lobster Pakistan, lobster Mutiara, lobster Bambu dan lobster batik.
&amp;ldquo;Lobster mutiara dan lobster pasir menjadi lobster yang paling potensial untuk dikembangkan melalui sistem budidaya perikanan yang ada di Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.Dia menjelaskan, potensi benih lobster alam di laut Indonesia sangat besar dan diperkirakan mencapai 20 miliar ekor per tahun.
&amp;ldquo;Faktor alam yang mencakup dinamika oseanografi dan klimatologi  sangat mempengaruhi keberadaan dan stok benih lobster alam di laut  Indonsia,&amp;rdquo; katanya.
Di samping itu, kualitas lingkungan perairan laut dan aktivitas  penangkapan juga ikut andil memberikan pengaruh terhadap keberadaan stok  benih lobster di alam.
&amp;ldquo;Namun hingga saat ini hampir belum ada informasi yang memadai  terkait faktor mana yang paling menentukan keberadaan dan stok benih  lobster di alam,&amp;rdquo; tambahnya.
Pengembangan budidaya lobster sendiri telah dilakukan Indonesia sejak  lama dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan  Nomor 12/PERMEN-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.),  Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara  Republik Indonesia.
&amp;ldquo;Sebenarnya pengembangan budi daya lobster, sudah dilakukan Indonesia  sejak lama, akan tetapi memerlukan waktu pembesaran yang sangat lama,  sehingga banyak yang tidak berhasil melakukannya,&amp;rdquo; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
