<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkop Teten: Indonesia Belum Bisa Jadi Negara Maju, Karena....</title><description>MenKop UKM Teten Masduki  menyayangkan fakta bahwa tingkat kewirausahaan Indonesia masih lebih  rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2318895/menkop-teten-indonesia-belum-bisa-jadi-negara-maju-karena</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2318895/menkop-teten-indonesia-belum-bisa-jadi-negara-maju-karena"/><item><title>Menkop Teten: Indonesia Belum Bisa Jadi Negara Maju, Karena....</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2318895/menkop-teten-indonesia-belum-bisa-jadi-negara-maju-karena</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2318895/menkop-teten-indonesia-belum-bisa-jadi-negara-maju-karena</guid><pubDate>Senin 30 November 2020 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/30/320/2318895/menkop-teten-indonesia-belum-bisa-jadi-negara-maju-karena-Me2xjDRn2F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teten Masduki (Foto: Kemenkop UKM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/30/320/2318895/menkop-teten-indonesia-belum-bisa-jadi-negara-maju-karena-Me2xjDRn2F.jpg</image><title>Teten Masduki (Foto: Kemenkop UKM)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKop UKM) Teten Masduki menyayangkan fakta bahwa tingkat kewirausahaan Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Tingkat kewirausahaan Indonesia masih berada di angka 3,47%. Sementara itu, tingkat kewirausahaan Singapura sudah hampir mencapai 9%, disusul dengan Malaysia dan Thailand yang hampir mencapai 5%.
 
Baca juga: Sri Mulyani: Ekonomi Tumbuh di Atas 8%, RI Jadi Negara Maju
&quot;Dengan angka sekarang, Indonesia belum bisa menjadi negara maju. Standar kewirausahaan negara maju itu 4%,&quot; ujar Teten dalam video virtual di Jakarta, Senin(30/11/2020).

Teten mengatakan, selain kewirausahaan, ada hal lain pula yang yang perlu ditambahkan. Bukan hanya digitalisasi, tetapi UMKM harus bersiap untuk transformasi bisnis dan produk.
 
Baca juga: Sri Mulyani Bongkar Syarat Indonesia Jadi Negara Maju di 2045
&quot;Jadi tidak hanya berfokus membuat batik, keripik, atau semacamnya, tapi juga transformasi berbasis digital dan ekonomi,&quot; terangnya.Dia menyayangkan banyaknya impor barang yang seharusnya bisa  diproduksi di dalam negeri. Misalnya alat permesinan sederhana dan  alat-alat kesehatan yang bisa diproduksi oleh UMKM.

&quot;Ini yang saya kira, jadi kami menaruh perhatian terhadap startup,  usaha rintisan berbasis teknologi dengan pendekatan inkubasi,&quot; tambah  Teten.

Dia mengatakan, terkait hal ini dalam UU Cipta Kerja sudah diperkuat,  karena penting untuk mendorong inkubasi swasta dan kampus-kampus di  daerah untuk meng-empower rintisan usaha dari anak-anak muda  berpendidikan baik yang produknya berbasis teknologi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKop UKM) Teten Masduki menyayangkan fakta bahwa tingkat kewirausahaan Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Tingkat kewirausahaan Indonesia masih berada di angka 3,47%. Sementara itu, tingkat kewirausahaan Singapura sudah hampir mencapai 9%, disusul dengan Malaysia dan Thailand yang hampir mencapai 5%.
 
Baca juga: Sri Mulyani: Ekonomi Tumbuh di Atas 8%, RI Jadi Negara Maju
&quot;Dengan angka sekarang, Indonesia belum bisa menjadi negara maju. Standar kewirausahaan negara maju itu 4%,&quot; ujar Teten dalam video virtual di Jakarta, Senin(30/11/2020).

Teten mengatakan, selain kewirausahaan, ada hal lain pula yang yang perlu ditambahkan. Bukan hanya digitalisasi, tetapi UMKM harus bersiap untuk transformasi bisnis dan produk.
 
Baca juga: Sri Mulyani Bongkar Syarat Indonesia Jadi Negara Maju di 2045
&quot;Jadi tidak hanya berfokus membuat batik, keripik, atau semacamnya, tapi juga transformasi berbasis digital dan ekonomi,&quot; terangnya.Dia menyayangkan banyaknya impor barang yang seharusnya bisa  diproduksi di dalam negeri. Misalnya alat permesinan sederhana dan  alat-alat kesehatan yang bisa diproduksi oleh UMKM.

&quot;Ini yang saya kira, jadi kami menaruh perhatian terhadap startup,  usaha rintisan berbasis teknologi dengan pendekatan inkubasi,&quot; tambah  Teten.

Dia mengatakan, terkait hal ini dalam UU Cipta Kerja sudah diperkuat,  karena penting untuk mendorong inkubasi swasta dan kampus-kampus di  daerah untuk meng-empower rintisan usaha dari anak-anak muda  berpendidikan baik yang produknya berbasis teknologi.</content:encoded></item></channel></rss>
